Bila sabda nabi, masih pikir-pikir dulu, nah sabda siapa lagi yang ditunggu?
Al Quran Itu Kitabmu
Jangan sampai lupa ya sama kitab sucinya sendiri. Tuh! mau ditaruh mana ingatannya, bila dengan kitab sucinya sendiri aja lupa.
"Geli".
Astagfirullah. Di istigfari bukan geli.
"Na'am-na'am, betul-betul".
Jadi sudah pada tahu ye, bahwa kitab suci umat Islam itu Al Quran.
Then, sudah dibaca belum hari ini?
Nunduk! Apa geleng-geleng?!
Ampun deh! Gini katanya generasi modern.
Tahu ngak?
Generasi sebelum Al Quran turun itu disebut generasi jahiliyah. Mau nih disebut generasi jahiliyah?
Bila ngak mau, baca Al Quran ya!
Berikut mantra, biar kuat tekadmu tuk baca Al Quran! Ini mantra akan mempengaruhimu tuk membaca Al Quran. Jadi, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
ٱقرأو القرأن فإنه يأتى يوم القيامة شفيعا لصاحبه
"Bacalah Al Quran, sesungguhnya ia -Al Quran- akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya" (HR. Muslim).
Menarik banget kan sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam di atas? Nabi itu ngeh banget dengan umatnya. Coz itulah Nabi ngak hanya menyampaikan fi'il amr -kata perintah- yaitu bacalah Al Quran. Tapi Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mensabdakan hal yang bisa memikat umatnya agar membaca Al Qur'an. Disebutkan oleh Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa Al Quran nanti di yaumal kiamat akan memberikan syafaat bagi pembacanya.
Tuh!? Sapa yang ngak butuh syafaat nanti di yaumal kiamat? Pasti kamu membutuhkannya kan?
"Terpikat deh untuk membaca Al Qur'an"
TeOPe mantra nya manjur. Hore!
"Tapi bacanya sebulan sekali!"
Amboi, kenapa bukan sebulan sekali buka medsosmu?
"Hadeh, mana ada orang punya HP tahan buka HP sebulan sekali? Sehari berkali-kali! Bahkan sedihnya masa ampun jika HP nya ketinggalan"
Nah, pertanyaannya, kenapa Al Qur'an jadi kalah sama gagdet?
Hayo siapa yang sedih jika sehari tak baca Al Quran? Siapa yang malu bila tidak bisa membaca Al Qur'an? Siapa yang merasa bersalah ketika tidak paham Al Quran? Siapa yang takut berdosa karena tidak ngamalin Al Qur'an?
Padahal membaca Al Quran itu ibadah loh, berusaha memahami isinya juga ibadah, mengamalkan isinya juga ibadah, mendakwahkannya juga ibadah, menghafalkannya juga ibadah.
"Jadi, semua ibadah dung!"
Betul! tidak ada ruang sia-sia atas Al Quran.
Semenit, dua menit, tiga menit, empat menit, lima menit dan seterusnya, mari kita berikan waktu tuk Al Quran. Berani menerima tantangan tiada hari tanpa membaca Al Qur'an?
"Ngak berani!"
Hem, limadza bin mengapa?
"Inshâ allah aja deh, bila tidak ada uzur syar'i."
Ok!
Allah Subhânahu Wa Ta'ala berfirman:
كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ
"Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran." (QS. Sad 38: Ayat 29)
"Mâshâ allah, nyentuh banget firmanNya. Bikin tuing-tuing. Berpikir!"
Al Quran penuh keberkahan loh!. Tidak perlu dipertanyakan, apa lagi meragukan akan keberkahan Al Quran!.
Yang perlu dipertanyakan itu, kapan action untuk membacanya, memahaminya, mengamalkannya, dan mendakwahkannya?.
"Betul-betul"
Adanya pelajaran bin i'tibar yang dapat dipetik dari memahami Al Quran itu juga termasuk bentuk keberkahan Al Quran.
Allah Subhaânahu wa ta'ala berfirman:
أَفَمَن يَعۡلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ ٱلۡحَقُّ كَمَنۡ هُوَ أَعۡمَىٰٓ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ
"Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? Hanya orang berakal yang dapat mengambil pelajaran," (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 19)
Tajam banget, pertanyaan di ayat tersebut!
"Berarti sebagai orang berakal, kita harus beriman pada Al Quran dan memberikan bukti akan iman kita itu!
Yup!
Alhamdulillah.
Wallahua'lam bis shawâb
