يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Tampilkan postingan dengan label One Day One Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label One Day One Article. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Oktober 2025

Taman Pendidikan Alquran dan Madin Dikala Hujan

TPA/Q dan Madin Dikala Hujan
 Diantara sekolah   non formal.

 Taman   pendidikan   Alquran.

 Ada yang   menyebutnya   TPQ.

 Ada juga yang menyebutnya TPA.

Adapun Madin ialah Madrasah Diniyah.


Variatif kelembagaan mereka melekat.

Ada yang melekat pada lembaga formal.

Seperti melekat pada pesantren.

Melekat pada madrasah ibtidaiyah.

Dan ada yang berdiri tanpa lekatan.


Bisa tidak ada beda, hujan dan terik.

Itu bila melekat pada lembaga formal.

Wajah yang berbeda.

Tuk TPA/TPQ dan Madin tanpa lekatan.

"Kok bisa?"


Hujan.

Tetesan air dari langit.

Meredam ghiroh (semangat).

Meredam kekuatan kaki murid.

"Iyakah?"


Bukan memotivasi.

Hujanpun jadi alasan orang tua.

Mendukung anaknya.

Di rumah saja.

"Piyê toh?"


Inilah fakta.

Beda di hati antara sekolah formal dan non formal.


Sekolah formal.

Hujan deras bukan alasan absen.

Semangat berangkat.

Orang tuapun tancap gas.

"Betul"


Bila demikian bagaimana?


Belajar agama.

Dari iqro' hingga ilmu quran.

Dari huruf hijaiyah hingga kitab tanpa harokat.

Dari ilmu aqidah, hadist, fiqih, tarikh, bahasa arab.

Bukanlah ilmu non formal.


Semua itu ilmu syar'i.

Wajib dipelajari.

Memahaminya, menghindarkan diri dari kesalahan.

Memahaminya, menyelamatkan dunia dan akhirat.

Memahaminya, jalan mendekat pada Allah subhânahu wa ta'ala dan RasulNya.

"Jadi sadar"

Alhamdulillâh.

Minggu, 20 Oktober 2024

Untuk Pak Prabowo dan Pak Gibran

Terhitung dari hari ini, Indonesia dipimpin oleh presiden dan wakil presiden baru. Pak Prabowo dan Pak Gibran. Baarakallaahu fiikum. 

Sebagai rakyat Indonesia, sekaligus beragama yang sama dengan Pak Prabowo dan Pak Gibran, ada sedikit yang ingin saya tuliskan.

Bapak berdua milik seluruh rakyat di negeri ini. Inilah hal pertama yang hendaknya bapak berdua rasa dan sadari. Artinya bapak berdua memimpin dalam kemajemukan. Tapi bapak berdua tidak perlu risau, mengiblat kemana. 

Nabi kita, Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam, di Madinah juga milik seluruh rakyat di situ waktu itu. Ada muslim ada non muslim juga. Beda-beda juga sukunnya. Tapi bisa menghantarkan Madinah menjadi Madinah Almunawarah. Bahkan kekuasaan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam melebar luas di jazirah Arab. 

Jadi, meniru cara Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam juga khulafaur rasyidin dalam pemimpin negara,  inshaAllah, apa yang sering kami dengar akan harapan Indonesia menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur itu bisa terealisasi.

Bapak presiden dan bapak wakil presiden, semodern apapun teknologi saat ini, ia hanyalah alat, hanyalah sarana. Ia dimanfaatkan dengan pemikiran. Serumit apapun permasalahan di negeri ini, semuanya diselesaikan dengan pemikiran. Dan sebaik-baik pemikiran ada dalam Alquran dan Alhadist. Oleh karena itu, Nabi muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam sebelum wafatnya mewasiatkan untuk berpegang teguh pada dua sumber ini. Karena berpegang dengannya, bukan hanya selamat di dunia tapi juga di akhirat. Bukan hanya bapak berdua yang selamat, tapi juga rakyat bapak berdua ikut selamat. 

Maka, pak presiden dan pak wakil presiden, jadikanlah ulama yang benar-benar ulama, sebagai penasehat bapak berdua. Ulama yang lurus bukan ulama dunia. Mereka ulama yang lurus, paham Alquran dan Alhadist, mereka akan menjadi jalan petunjuk mengelola negeri ini, untuk diantarkan pada kesejahteran dan keselamatan dunia akhirat. 

Dan kami sebagai rakyat mendoakan, semoga bapak berdua diberkahi Allah subhaanahu wa ta'ala. Mentaati Allah subhaanahu wa ta'ala dan RasulNya. Mencintai rakyatnya dan dicintai rakyatnya. Selamat di dunia dan di akhirat bersama seluruh rakyatnya. Aamiin aamiin yaa rabbal'aalamiin.

Senin, 30 September 2024

Banyakan Mana, Bintang di Langit dengan Ikan di Laut?

 



Apabila anda ditanya banyakan mana antara bintang di langit dengan ikan di laut, apa jawaban anda?

Setiap soal yang diajukan kepada manusia, dan soal itu juga dibuat oleh manusia, tapi kadang yang bisa menjawab dengan benar soal itu bukan manusia. 

Ya, contohnya seperti soal di atas. Manusia memang bisa memberikan jawaban atas soal itu, tapi jawabannya tidak akan sampai derajat 100% benar. 

Sampai akhir kehidupan tidak akan ada 1 manusiapun yang bisa menghitung jumlah bintang di langit dan ikan di laut. Inilah yang menjadikan jawaban manusia tidak akan benar. Karena hanya dengan mengetahui jumlah dari bintang dan ikan, baru bisa diambil kesimpulan, banyakan bintang ataukah ikan.

Maka, jawaban atas soal di atas adalah wallahua'lam, hanya Allah subhaanahu wa ta'ala yang tahu, mana yang jumlahnya lebih banyak antara bintang dan ikan di laut. 

Apabila dijawab banyakan ikan karena ikan setiap hari di tangkap nelayan dan tidak pernah habis, maka jawaban ini bisa disangkal dengan penjelasan sebagai berikut.

Dalam ilmu matematika banyak itu di simbolkan dengan angka. Artinya banyak itu menunjukkan jumlah yang pasti. 

Ikan yang sudah di tangkap nelayan itu tidak bisa di-ikutkan hitungan jumlah ikan yang masih ada di laut. Karena sudah pindah tempat😊, ngak di laut lagi. Sehingga tidak bisa masuk untuk ditambahkan dengan ikan yang masih di laut.

Bisa jadi ketika ditangkap nelayan 1000 ekor ikan, kemudian Allah subhaanahu wa ta'ala ganti dengan 1000 ekor juga. Dengan demikian, bisa jadi jumlah ikan di laut itu tetap. Wallahua'lam.

Adapun bintang yang tidak ditangkap manusia, segi berapa banyaknya, manusia juga tidak bisa menghitungnya. 

Bintang yang bisa dilihat manusia itu masih di galaksi kita. Masih banyak galaksi lain. Dan bisa jadi disana ada milyaran bintang yang tidak terlihat oleh manusia. Berikutnya langit itu ada tujuh lapis langit. 

Dengan demikian, ikan yang bisa ditangkap manusia, tidak bisa menjadi ukuran bahwa ikan di laut lebih banyak dari bintang di langit. 

Hikmah

Dari soal di atas dapatlah diambil hikmahnya, bahwa kita harus mengakui bahwa manusia itu terbatas. Dan untuk hal-hal yang memang kita tidak mengetahuinya, maka mengamalkan ayat ke 36 dari QS. Al Isra' inilah yang harus kita lakukan. 

Bahwasan kita tidak boleh mengatakan sesuatu yang kita tidak mengetahuinya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡئُولًا

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 36)

Wallāhua'lam bis shawāb.

Kamis, 15 Februari 2024

Masih Ragu, Ciptakan Seekor Lalat!

Iman kepada Allah subhaanahu wa ta'ala tidak boleh tersisipi sedikit keraguan. Meski hanya 1% keraguan pun tidak boleh. 

Iman kepada Allah subhaanahu wa ta'ala harus 100%. Yakin adanya, walau mata tidak melihat Dzat Nya. 

Banyak hal yang tidak dapat dilihat manusia, tapi manusia meyakini adanya hal itu. Semisal kentut, angin, nyawa, jin. Kentut diyakini adanya karena ada penampakan suara atau bau. Angin diyakini adanya karena ada rasa sejuk saat angin menerpa, ada daun bergerak saat angin menyapa. 

Nyawa diyakini adanya saat manusia melihat sesamanya yang awalnya bergerak kemudian terbujur ketika nyawa dicabut dari badannya. Jin diyakini adanya saat melihat adanya manusia yang kesurupan.

Dan Allah subhaanahu wa ta'ala diyakini adanya dengan keberadaan alam semesta beserta isinya. Termasuk penciptaan manusia bukti adanya Allah subhaanahu wa ta'ala sang pencipta. 

Sebagaimana Allah subhaanahu wa ta'ala membuat bumi ada daratan dan lautan, maka suka-suka Allah subhaanahu wa ta'ala menciptakan manusia yang dibuat tidak bisa melihat Dzat Nya Allah subhaanahu wa ta'ala.

Begitulah pencipta, punya kuasa atas ciptaannya. Pemilik tunggal atas segala apa yang diciptakannya. 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

ذٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ  ۖ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ  ۖ خٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ فَاعْبُدُوهُ  ۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ

"Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah pemelihara segala sesuatu." (QS. Al-An'am 6: Ayat 102)

Apa yang dipinta Allah ta'ala atas hambaNya adalah menyembahNya. Yaitu beribadah kepadaNya. Meski Allah ta'ala tidak dilihat mata. 

Allah subhaanahu wa ta'ala berfirman:

لَّا تُدْرِكُهُ الْأَبْصٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصٰرَ  ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus, Maha Mengetahui." (QS. Al-An'am 6: Ayat 103)

Nah melalui ayat tersebut Allah subhaanahu wa ta'ala konfirmasi bahwa Ia (Allah) melihat makhluknya dan semua yang dilihat makhluknya. 

Jadi, Allah subhaanahu wa ta'ala lihat siapa saja yang kerjaannya pada hal sia-sia, lihat siapa saja yang taat, lihat siapa saja yang setengah hati dalam beribadah, lihat siapa saja yang ingkar kepadaNya, lihat siapa saja dan apa saja yang dilakukan manusia. 

Bagaimana, masihkah ada keraguan dalam mengimani Allah subhaanahu wa ta'ala? Bila masih ragu, ambillah apa yang telah diambil lalat dari makananmu. Jika kamu mampu. Maka tidakkah kita berfikir?

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُۥٓ  ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُۥ  ۖ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَّا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ  ۚ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

"Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah." (QS. Al-Hajj 22: Ayat 73)

Wallahua'lam bis shawaab.

Sabtu, 30 Desember 2023

Tahun Baru Umat Islamkah?

Kalender Masehi bukan kalender yang lahir dari peradaban Islam. Melainkan dari peradaban barat. Kalender ini mendunia. Dan dipakai manusia sedunia. Baik umat Islam maupun bukan. 

Kalender seolah hal sepele. Padahal dibalik kalender menunjukkan eksistensi ideologi dan peradaban tertentu.

Mendunianya kalender Masehi menunjukkan eksistensi peradaban barat dengan ideologi kapitalismenya. Tiap pergantian tahun baru Masehi, hiruk pikuk manusia dari timur hingga barat merayakannya. Sebentar lagi tahun 2024 Masehi.

Sejarah Singkat Kalender Masehi

Dikutip dari wikipedia dijelaskan bahwa  kalender Masehi merujuk pada tahun yang dianggap sebagai tahun kelahiran Isa Al Masih atau Yesus Kristus atau dalam bahasa Ibrani, Yesua ha-Masiah. Tahun sebelum tahun itu, disebut dengan Sebelum Masehi (SM). 

Kalender Masehi ini dalam bahasa Inggris adalah sebutan untuk penanggalan tahun yang digunakan pada kalender Julian. Dan perhitungan tanggal dan bulan pada kalender Julian disempurnakan pada tahun 1582 menjadi kalender Greogian. 

Dan kini, kalender Masehi telah menjadi rujukan dunia. 

Kekalahan Peradaban Islam

Dijadikannya kalender Masehi sebagai acuan penanggalan dunia adalah kekalahan bagi umat Islam.

Peradaban Islam yang memiliki kalender Hijriah hampir dilupakan oleh generasi penerus Islam. Coba, kita tanya diri kita. Hafalkah dengan 12 nama bulan dalam kalender Hijriah?. Dari Muharram, Safar, Rabiul awwal, Rabiul tsani, Jumadil awwal, Jumadis tsani, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqo'dah, Dzulhijjah.

Kalau ditanya tanggal berapa hijriah sekarang?, Nah, kebanyakan kita pasti toleh ke kanan ke kiri alias tidak tahu. Hem. Tapi, kalau ditanya tanggal berapa dalam kalender Masehi? Pasti pada tahu. 

Tentu, fenomena ini janggal. Kita mengaku beragama Islam tapi dengan kalendernya sendiri tidak tahu. Tapi itulah faktanya. 

Kalender Hijriah ditetapkan bukan semata untuk memudahkan administrasi. Kalender Hijriah (kalender Qomariah) yang didasarkan pada peredaran bulan ini, menjadi dasar pelaksanaan ibadah. Dari puasa ramadhan, puasa ayyamul bidh, puasa arrafah, puasa muharam, puasa rajab, haji, sholat idul fitri dan idul adha dan lain-lain.

Jadi, ketidaktahuan umat Islam akan kalender ini, bisa keliru dalam pelaksanaan  ibadah-ibadah tersebut. 

Dengan demikian, wajib bagi umat Islam mengetahui kalendernya. 

Menduniakan Kalender Hijriah

Kalender hijriah sebagai kalender umat Islam, maka umat Islamlah pihak pertama yang harus menjadikannya sebagai kalendernya. Tetapi, jika kalender hijriah ini hanya dipakai perindividu muslim, maka tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi negara-negara lainnya. Maka kalender hijriah ini harus diemban oleh suatu negara. 

Contohnya dulu, ketika peradaban Islam tegak, sejak ditetapkannya kalender hijriah, hingga kekhalifahan terakhir yaitu Turki Ustmani, kalender hijriah menjadi kelender negara, sehingga aktivitas kekhilafahan Islam dengan negara lain menggunakan kalender hijriah. Dan akankah tegak kembali kekhilafahan tersebut? Pertanyaan ini dijawab oleh hadist Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berikut ini.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda;

"... Kemudian ada kekuasaan diktator -mulkan jabbariyan- dan akan terus ada sesuai kehendak Allah. Kemudian Dia mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian -khilafah 'ala minhajin nubuwwah-. Kemudian beliau -Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam- diam" (HR Ahmad)

Nah, khilafah 'ala minhajin nubuwwah inilah yang akan menghantarkan kalender Hijriah menjadi rujukan dunia. Bukan hanya kalendernya, tapi hukum-hukum Allah subhaanahu wa ta'ala pun akan tegak sempurna. Biidznillah.

Khatimah 

Apabila kalender Masehi bukan dari peradaban Islam, maka muslim cerdas tidak akan ikut merayakan pergantian tahun Masehi ini. Ikut meramaikannya semakin menambah kealpaan umat Islam, akan hakikat kalender Masehi punya siapa?

Kalaulah mau memusabah dipergantian tahun Masehi, mari muhasabah untuk kembalinya kalender Hijriah sebagai kalender rujukan dunia. 

Wallahua'lam bis shawaab. 


Selasa, 14 November 2023

Seteguk Air Dan Kerajaan

Bumi disebut juga dengan planet air. Karena banyaknya air yang dikandung bumi. Ada air yang nampak seperti lautan, yang tidak nampak seperti air tanah. 

Antara air laut dan air tanah, memiliki rasa yang berbeda. Air laut asin adapun air tanah tawar. Padahal air laut dan air tanah sama dari hujan. 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

اَفَرَءَيْتُمُ الْمَآءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَ 

"Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?"

ءَاَنْـتُمْ اَنْزَلْـتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ

"Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?"

لَوْ نَشَآءُ جَعَلْنٰهُ اُجَا جًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ

"Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?" (QS. Al-Waqi'ah 56: Ayat 68- 70)

Air sebagaimana dengan sumberdaya alam lainnya adalah karunia Allah subhaanahu wa ta'ala untuk manusia. Seluruh makhluk di bumi ini membutuhkan air. 

Dikisahkan suatu hari, Khalifah Harun Ar Rasyid meminta air, ketika ia akan meminumnya, Ibnu As Sammak berkata, "Sebentar wahai amirul mukminin, jika engkau dilarang meminum air ini, berapakah engkau akan membayarnya?"

Amirul mukminin menjawab, "Setengah dari kerajaanku". Ibnu As Sammak berkata, "Minumlah

Ketika amirul mukminin meminumnya, Ibnu As Sammak bertanya lagi, "Jika air itu tidak bisa keluar dari tubuhmu, berapakah engkau akan membayarnya?"

Amirul mukminin menjawab, "Dengan semua kerajaanku". Ibnu As Sammak berkata, " Sesungguhnya kerajaan itu tidak senilai dengan seteguk air dan keluarnya air dari tubuh (buang air kecil), lebih pantas untuk tidak dinilai dengan sesuatu yang lain". 

Kisah tersebut menerangkan bahwa air itu lebih berharga daripada seluruh kekayaan dan jabatan. Maka sungguh benar jika kemudian Allah subhaanahu wa ta'ala mempertanyakan kepada manusia akan rasa syukur mereka akan nikmat air. Air yang telah memberikan kehidupan kepada bumi dan makhluk di dalamnya.  

Air, Kepemilikan Individu atau Kepemilikan Umum?

Siapa pemilik suatu benda, zat atau barang menjadi penting diketahui untuk menetapkan siapa pihak yang berhak mengelola dan memanfaatkan benda, zat atau barang tersebut.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam hadistnya mensabdakan, "Kaum muslimin bersekutu (memiliki hak yang sama) dalam 3 hal yaitu; air, padang, dan api" (HR. Abu Daud)

Berdasarkan hadist tersebut, air menjadi komoditas umum, artinya kepemilikannya adalah kepemilikan umum, sehingga bisa dimanfaatkan bersama-sama. Air dalam cakupan  hadist ini meliputi lautan, sungai, danau, rawa, pantai, air sumber di pegunungan dan lainnya. 

Kepemilikan umum ini tanpa pengelolaan akan menimbulkan masalah. Bila hanya masyarakat saja masih bisa menimbulkan problem. Maka negaralah yang memiliki hak pengelolaan atas air ini. Negara mengelolanya untuk memenuhi hajat seluruh rakyat akan air. 

Jika ada pihak swasta semisal perusahaan mengambil air dari tempat-tempat sebagaimana disebutkan di atas dan air dijadikan komoditas ekonomi maka negara tidak boleh memberikan ijin atas hal ini. Karena air dari tempat-tempat tersebut adalah milik umum, dan dikelola negara untuk diberikan gratis dalam rangka memenuhi kebutuhan rakyatnya. 

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian menjual kelebihan air karena Rasulullah telah melarang menjual air" (HR. Ahmad)

Adapun air tanah, kepemilikannya akan mengikuti siapa pemiliki tanah tersebut. Sehingga sumur-sumur yang digali oleh pemilik tanah, maka sumur tersebut menjadi miliknya. Adapun jika ada orang lain yang bermaksud mengambil air dari sumur tersebut harus ijin kepada pemiliknya. Dan jika pemiliknya mengijinkan maka menjadi sedekah bagi orang tersebut.

Pemilik sumur tersebut juga boleh mewakafkan sumurnya untuk umum. Dengan wakaf air akan menjadi amal jariyah baginya. Ustman Bin Affan radiyallahu 'anhu memberi teladan terkait hal ini. Beliau pernah membeli sumur dari orang Yahudi kemudian beliau wakafkan untuk kaum muslimin. 

Pengalian sumur di atas tanah pribadi ini tidak memerlukan ijin negara. Negara juga tidak boleh membatasi jumlah air tanah yang dikonsumsi rakyatnya. Terlebih pembatasan dalam rangka mengalihkan rakyat ke penggunaan air yang berbayar dan berpajak. Tentu hal demikian juga tidak benar.

Adapun jika terjadi penurunan permukaan tanah yang terjadi di kota-kota besar semisal Jakarta, Surabaya, Bandung sehingga menghantarkan pada aturan untuk mengajukan ijin penggunaan air tanah yang lebih 100 meter kubik perbulan baik pada rumah tangga atau kelompok, hal ini tidak boleh diarahkan untuk tujuan pemungutan pajak atau berpindah ke air yang berbayar. (https://amp.kompas.com/money/read/2023/10/27/083000926/aturan-baru-masyarakat-pakai-air-tanah-dari-sumur-wajib-izin-kementerian-esdm)

Pemerintah harus mengevaluasi faktor-faktor lain yang mungkin lebih dominan mempengaruhi turunnya permukaan tanah di kota-kota besar. Seperti kepadatan penduduk, beban bangunan yang ada di atas tanah, naiknya air laut karena iklim dan lain-lainnya. Adapun dari sisi rakyat juga harus memanfaatkan air sesuai dengan kebutuhannya.

Khatimah 

Setetes air memberi kehidupan. Selautan air bisa membinasakan ketika manusia ingkar kepada pencipta air. Bukankah Firaun mati dalam lautan air. Dan bukankah umat Nabi Nuh tenggelam dalam banjir air. Semoga kita bisa mensyukuri nikmat air dan menjadi hamba Allah subhaanahu wa ta'ala yang bisa mengelola dan memanfaatkan air dengan benar. Aamiin.

Wallahua'lam bis shawaab.

Kamis, 02 November 2023

Beda Laki-Laki Dan Perempuan

Laki-laki dan perempuan secara lahiriah memang berbeda. Selain perbedaan lahiriah, ada konsekuensi yang memunculkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan, yaitu dari segi susunan otak dan fungsinya. 

Maha Besar Allah subhaanahu wa ta'ala yang berfirman;

الَّذِى خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَ

"Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,"(QS. Al-Infitar 82: Ayat 7)

Dikutip dari buku Sains dalam Alquran, berat otak laki-laki adalah 1.387 gram. Adapun berat otak perempuan 1.245 gram.  Perbedaan susunan dan fungsi otak inilah yang kemudian memunculkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan, sebagaimana para pakar genetika dan saraf jelaskan. Berikut diantara perbedaannya:

Pertama, perbedaan dalam hal kemampuan berkonsentrasi. Hasil riset ilmiah menunjukkan bahwa otak laki-laki mengungguli otak perempuan dalam hal konsentrasi. Seorang laki-laki bisa fokus mengerjakan pekerjaannya, tidak akan beralih dari pekerjaannya hingga rampung. Adapun perempuan tidak bisa banyak berkonsentrasi. Pikirannya selalu pecah-pecah, dan hal ini ternyata bisa menambah kadar pelupa pada perempuan. 

Kedua, perbedaan dalam hal pertumbuhan otak. Dari usia awal-awal kelahiran sampai lima tahun, pertumbuhan otak anak laki-laki lebih cepat dari anak perempuan. Perbedaan pertumbuhan otak ini menjadikan anak laki-laki lebih memiliki kemampuan menguasai matematika, dengan perbandingan 13:1. Namun, anak perempuan lebih unggul dalam hal reaksi sosial.

Ketiga, perbedaan dalam menyelesaikan pekerjaan. Adapun untuk point ini, perempuan lebih unggul. Ia bisa menyelesaikan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Istilah jawanya, disambi ini dan itu. Adapun laki-laki hanya fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu.

Keempat, perbedaan dalam hal kemampuan pengetahuan indrawi. Disebutkan bahwa indera pendengaran perempuan dua kali lebih baik dari laki-laki. Karena lebih unggul dalam pendengaran, maka seorang anak perempuan lebih mudah dalam belajar bicara dan bahasa. Pendengarannya yang baik sehingga ingatannya akan kata-kata juga baik. 

Indera penglihatan anak laki-laki lebih unggul dalam melihat benda jarak jauh dan melihat di siang hari. Adapun perempuan lebih unggul dalam melihat benda-benda sekitar, memandang dikegelapan dan memori bergambar. 

Indera peraba perempuan lebih unggul dari laki-laki dalam hal pekerjaan tangan sehingga mendorongnya mahir dalam pekerjaan tangan (ketrampilan) yang detil atau jlimet. 

Indera penciuman perempuan juga lebih unggul dari laki-laki. Perempuan lebih sensitive dengan bau. Nah, ini bisa dilihat dimana anak perempuan biasanya lekas risih jika bajunya bau ataupun badannya bau. Adapun anak laki-laki biasanya santai aja walau bau.

Kelima, perbedaan kemampuan dalam mengerjakan pekerjaan. Laki-laki memiliki kemampuan yang lebih dalam pekerjaan fisik, olah raga dan aktivitas lainnya yang meletihkan. Adapun perempuan lebih unggul dalam pekerjaan-pekerjaan kecil yang membutuhkan ketelitian. Ia juga lebih sabar dalam mengumpulkan, menata, dan pekerjaan tangan yang membutuhkan ketelitian, kesempurnaan. Kelebihan ini utamanya karena faktor genetis dan didukung faktor lingkungan dan sosial.

Keenam, perbedaan dalam hal hormon testosteron. Hormon testosteron adalah hormon penentu jenis otak dan jenis tubuh janin. Pada minggu keenam kehamilan jenis kelamin janin akan tumbuh bergantung kadar testosteronnya dalam rahim. 

Jika zigotnya perempuan (XX) dan tidak banyak terkena hormon testosteron dalam rahim, janin akan berjenis perempuan dari segi tubuh dan otak. Jika hanya terkena sedikit saja testosteron, janin akan menjadi perempuan dari segi tubuh dan laki-laki dari segi otak. Adapun jika banyak terkena hormon testosteron, saat itu janin akan menjadi laki-laki dari segi tubuh dan otak walaupun kromosomnya perempuan. Dalam kondisi ini hormon testosteron akan memberi perintah kepada tubuh janin untuk tidak mengembangkan organ kelamin perempuan. 

Berdasarkan keilmuan tentang hormon testosteron dapatlah disebut mereka kaum perempuan yang melebihi normal hormon testosteronnya menjadi memiliki kemampuan hebat dalam melakukan pekerjaan dan lebih fokus seperti laki-laki. Adapun laki-laki yang hormon testosteronnya lebih sedikit dari laki-laki normal akan memiliki otak yang bisa mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu yang itu menjadi ciri bagi perempuan.  

Ketujuh, perbedaan laki-laki dan perempuan karena sirkulasi haid. Seorang perempuan mengalami syndrome sebelum haid. Adapun laki-laki tidak. Syndrom sebelum haid ini memunculkan perilaku dikalangan perempuan seperti dari semangat jadi malas, dari bahagia jadi sedih, temperamen jadi labil dan lainnya. 

Nah, kamu yang laki-laki, merasakah memiliki ciri-ciri sebagaimana disebutkan di atas? Dan kamu yang perempuan merasakan juga kah dengan ciri-ciri di atas?

Apa yang telah disebutkan para ilmuwan di atas adalah hasil dari penelitian dan pengamatan mereka. Namanya, hasil upaya manusia, bisa jadi itu ada yang cocok atau sesuai pada individu laki-laki atau perempuan, bisa juga tidak.

Satu yang pasti. Bahwa Allah subhaanahu wa ta’ala telah menyebut bahwa laki-laki itu tidak sama dengan perempuan. Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman;

…وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰى ۚ…

“… Laki-laki tidak sama dengan perempuan… “(Qs. Ali Imran: 36)

Wallahua'lam bis shawaab



Jumat, 21 April 2023

Selepas Ramadan, Istiqamah!?

Ramadan 1444 H telah pergi. K
ita harus menerima fakta ini. Tinggal doa-doa kita, agar seluruh ibadah dan amal shalih yang telah dilakukan diterima oleh Allah subhaanahu wa ta'ala. Segala dosa diampuni, dijadikan sebagai hamba yang bertakwa dan dipertemukan dengan Ramadan tahun depan. Aamiin aamiin yaa mujiibassaailiin.

Ramadan Berlalu, Makan-Makan?!

Syawal itu bulan peningkatan. Tapi, bukan peningkatan makan-makannya ya. Btw, selepas puasa sebulan terus makan sebanyak-banyaknya. Hem, jangan begitu!. 

Hidangan lebaran yang beraneka ragam, santap semua. Mau besarin badan kah? Hehe

Berikut nasehat tentang bagaimana pola makan seorang muslim agar badannya sehat. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan dalam hadistnya, "Bejana terburuk yang diisi oleh anak adam adalah perutnya sendiri. Cukuplah baginya suapan-suapan untuk menegakkan badannya. maka jika tidak bisa, maka jadikan sepertiganya untuk makan, sepertiga untuk minum, sepertiga untuk bernapas” (HR. Tirmidzi, an Nasai, Ahmad)
 
Ternyata, melaui hadist tersebut Rasulullah bermaksud mengingatkan umatnya, bahwa ada bahaya dibalik fakta kenyang. Ketika seseorang itu kenyang banget, maka ia jadi susah bergerak, jadinya malas melakukan kegiatan. Malas berikutnya adalah malas berfikir. Orang kenyang sekali akan mudah ngantuk, karena oksigen yang harusnya mengalir ke otak jadi diserap ke perut untuk menggiling makanan dan mengedarkannya.
 
Betul nasehat yang disampaikan oleh Umar bin Khattab berikut, “Wahai sekalian manusia, janganlah kalian memenuhi perut kalian, karena dengannya kalian akan malas menegakkan salat, juga merusak hati kalian, dan akan menimbulkan penyakit”.
 
Dari berbagai penelitian disebutkan bahwa orang dengan berat badan yang over/obesitas/kegemukan rawan terkena penyakit seperti jantung coroner, sesak nafas, darah tinggi dan lain-lain.
 
Allah subhaanahu wa ta’ala dalam firmanNya mengingatkan,
۞ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ
“ Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan”.
 
Nah, jelas sekali ya, Allah subhaanahu wa ta’ala sebagai pencipta manusia dengan terang mengingatkan hambaNya untuk makan dan minum secukupnya, tidak berlebihan. Mengisi perut dengan berlebihan itu tidak menyehatkan. Ada lagi nasehat dari Sufyan ats Tsauri, “Jika engkau ingin sehat jasmani dan sedikit tidur, maka kurangilah makan”.

Menjaga Amalan Selepas Ramadan

Bukti keberhasilan seorang muslim di bulan Ramadan adalah jika ia mampu istiqamah menjalani ketaatan selepas Ramadan. Mampukah istiqamah?!

Ibadah-ibadah yang ia kerjakan dilanjutkan terus. Amal salih dipelihara terus. Kebiasan-kebiasaan baik dijaga terus. 

Jadi, selepas Ramadan tantangan makin besar. Jika di bulan Ramadan, Allah subhaanahu wa ta'ala kondisikan mudah beribadah, mudah beramal salih. Diluar Ramadan, kita sendiri yang harus mengkondisikan itu. Istiqamah dalam ketaatan itu perlu perjuangan. 

Semoga Allah subhaanahu wa ta'ala merahmati kita, sehingga kita selalu dalam ketaatan dan dijauhkan dari kemaksiatan. Aamiin aamiin yaa mujiibassaailiin. 

Wallahu'alam bis shawwab.



Selasa, 03 Januari 2023

Resolusi 2023, Tinggalkan Maksiat

Di awal tahun, bagi sebagian orang dijadikan moment untuk melist resolusi selama setahun. Nah, apa yang dimaksud dengan resolusi?

Resolusi dalam KBBI dirtikan sebagai putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang), pernyataan tertulis, biasanya berupa tuntutan tentang suatu hal.

Pengertian tersebut jika diterjemahkan secara personal/pribadi, resolusi adalah target yang ingin diwujudkan. Resolusi tahun 2023 berarti target-target yang ingin diwujudkan di tahun tersebut.

Setiap orang bisa menetapkan banyak target untuk diwujudkan di tahun 2023 ini. 

Bagi pelajar dan remaja bisa pasang resolusi seperti target juara kelas, target tidak menggunakan dukun dalam ulangan, target punya banyak teman, target bisa membeli banyak buku, target bisa membelikan sesuatu untuk orang tua di hari lebaran, target bisa puasa senin-kamis, target sholat lima waktu pada waktunya, target tidak gosip, dan target lain-lainnya.

Adapun bagi para orang tua bisa pasang resolusi seperti target tidak berhutang baik kepada bank ataupun pihak lain, target bisa menyekolahkan anak-anak sampai perguruan tinggi, target bisa umroh, target sembuh dari sakit yang sedang diderita, dan lain-lainnya.

Hal Yang Harus Diperhatikan dalam Resolusi

Semua target yang ditetapkan sebagai resolusi sah-sah saja anda targetkan, selama bukan dalam hal maksiat. Jadi, ada satu resolusi yang harus masuk dalam daftar resolusi yaitu target meninggalkan maksiat. Apapun itu jenis maksiatnya. Baik maksiat yang dilakukan oleh fisik, panca indera, hati, ataupun juga akal. 

Resolusi anti maksiat ini kenapa harus ada? 

Karena manusia dicipta untuk beribadah dan mentaati Allah SWT. Bukan untuk menentangNya dan bermaksiat kepadaNya (QS. al Hujurat: 56).  Bila anti maksiat ini masuk dalam resolusi, maka itu sudah menjadi tanda keseriusan seorang muslim untuk menjadi pribadi yang shalih-shalihah. Merencanakan tidak bermaksiat, maka inshaAllah akan dijauhkan oleh Allah SWT dari maksiat.

Hal berikutnya yang harus diperhatikan dalam menyusun resolusi adalah teknis resolusi.    

Tulislah resolusi tersebut jangan hanya dalam benak. Jika hanya dalam angan-angan sangat besar peluangnya dilupakan,  sehingga tidak tercapai. 

Bila dianggap perlu, bisa dipajang resolusi tersebut di dinding kamar. Sehingga akan membantu untuk selalu mengingatnya dan setiap harinya jadi punya greget untuk mewujudkannya. 

Jika resolusi anda sangat banyak, maka pilah resolusi tersebut sesuai target waktu pencapaiannya. Apakah  harian, pekanan, bulanan hingga target tahunan.

Dan selanjutnya, kamu harus mengevaluasi realisasi (pencapaian) dari resolusi yang kamu buat. Apabila tidak di evaluasi, bisa sekedar merencanakan tanpa realisasi. 

Tentu rugi, jika sudah membuat resolusi yang baik-baik kemudian tidak terlaksana. Rasulullah SAW bersabda, “ …Barangsiapa yang bertekad untuk mengerjakan suatu kebaikan sedangkan dia belum mengerjakannya, maka Allah menulis di sisiNya dengan satu pahala yang sempurna, dan barangsiapa yang bertekad untuk mengerjakan suatu kebaikan kemudian dia mengerjakannya, maka Allah mencatat di sisiNya dengan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus dan sampai pada kelipatan yang banyak…” (HR. Bukhari)

Resolusi Untuk Kehidupan di Akhirat

Meskipun membuat resolusi mubah-mubah saja, akan tetapi memiliki beberapa manfaat. Diantaranya melatih anda untuk memenej atau mengatur aktivitas. Dengan membuat resolusi, melatih anda untuk hidup disiplin dan hidup yang bertarget. Dan seorang muslim harus demikian! 

Allah SWT berfirman;

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

 “ Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan” (QS. al Hasyr: 18).

Berdasarkan ayat tersebut, bahkan Allah SWT memerintahkan kepada hambaNya, membuat resolusi untuk kehidupan di akhirat. Nah, dengan menyusun resolusi asal bukan maksiat maka secara tidak langsung sudah memplanning dan menyiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat. Bukankah tempat beramal itu di dunia? Maka menargetkan surga sebagai tempat tinggal di akhirat itu sejak hidup di dunia.

Wallahua’lam bis showwab.

  


 

 

Rabu, 28 September 2022

Rakyat Makmur Pejabat Rugi, Adakah?

Memetik fakta untuk menjadi point muhasabah adalah tanda untuk bisa lebih baik. Menjadi rakyat yang lebih baik dan menjadi pejabat yang lebih baik. Baik dimata Al Khaliq -Allah SWT- pasti baik dimata publik.

Jika rakyat tidak mau perhatian pada penguasanya, padahal urusan ia di bawah kendali penguasa, maka itu suatu kekeliruan. Dalam Islam, menjadi kewajiban rakyat untuk muhasabah kepada penguasa. Menjadi kewajiban pula untuk amar ma'ruf nahi mungkar dengan sesama.  

Adapun penguasa atau pemerintah sudah menjadi kewajibannya untuk mengurusi, memperhatikan, dan menerima kritik dan masukan dari rakyatnya.

Dimuhasabahi Untuk Perubahan

Setelah sekitar 1 bulan, akhirnya berkurang pertentangan rakyat terhadap kenaikan BBM. Rakyat miskin di kasih bansos tunai dan non tunai. Sedangkan pejabat dikasih instruksi percepatan pergantian kendaraan dinas. Infonya biaya pengadaan 1 unit kendaraan dinas pejabat eselon 1 adalah Rp 735, 34 juta. Sedangkan untuk yang di daerah, tertinggi di Sulawesi Tenggara sebesar Rp. 702, 27 juta, dan terendah di Riau yakni Rp. 567, 63 juta. (https://bisnis.tempo.co/amp/1634670/kemenkeu-siapkan-anggaran-untuk-mobil-listrik-pejabat-berapa-besarannya)

MasyaAllah, itu kalau untuk seluruh pejabat  pusat dan daerah habis berapa triliun? 

Dua kebijakan yang berbeda, dan membuat rakyat bertanya, kenapa bansosnya hanya 150 ribu perbulan? Sekitar 1/5000 dari harga mobil dinas pejabat eselon 1. Sepertinya harus belajar lagi, mana kebutuhan pokok negara dan mana keinginan. Jika demikian, kapan rakyat dan pejabat sejahtera bersama?. 

Di pojok wilayah lain, masih tidak jauh dari ibu kota negara, ada 6 warga suku Badui meninggal dalam sebulan. Adapun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. (https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6288792/6-warga-baduy-meninggal-dalam-sebulan-kemenkes-belum-pastikan-tbc-pemicunya)

Semoga penyebabnya segera diketahui sehingga tidak menjadi wabah. Bila berkenan mengikuti Nabi Muhammad SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwa saat ada salah satu tentaranya -Sa'ad bin Muaz- dalam perang Khandaq terkena panah musuh, Beliau SAW mendirikan tenda di Masjid agar bisa menjenguknya dan memperhatikannya lebih dekat. 

Betul dimasa Nabi SAW masih sedikit rakyat yang diurus, sehingga bisa menjenguk umatnya yang sakit. Adapun saat ini, yang rakyatnya ratusan juta, memang tidak mungkin pejabat sekarang menjenguk satu-satu rakyatnya yang sakit. Lantas bagaimana?

Pejabat saat ini bisa menyapa rakyat melalui media elektronik. Ditiap hari, ditiap pagi tanyakan kabar mereka melalui berbagai media dan berkirim doa untuk seluruh rakyatnya. 

Menyapa rakyat maka akan ada doa kebaikan untuk negara ini. Tanyalah keadaan rakyat maka akan ada kemudahan dalam mengurus rakyat di negara ini. InshaAllah.

Semoga cara ini diterima Allah SWT sebagai bentuk perhatian penguasa disemua level kepada rakyatnya. Aamiin.

Selanjutnya, negara ini punya hutang, ternyata rakyatnya pun tidak sedikit yang terjerat hutang. Bahkan ada seorang karyawan akhiri hidupnya setelah terjerat hutang. Pemicu hutangnya adalah mengikuti judi online. (https://www.indopos.co.id/nusantara/2022/09/20/terlilit-utang-judi-online-buruh-pabrik-di-cikupa-gantung-diri/amp/)

Ada lagi yang terjerat hutang pada rentenir. Seorang warga Garut di robohkan rumahnya oleh rentenir, karena punya hutang 1,3 juta. https://www.detik.com/jabar/berita/d-6296981/rumah-warga-garut-dibongkar-rentenir-gegara-utang-rp-13-juta/amp

Jika melihat satu-satu siapa yang punya hutang diantara rakyat adalah mustahil, maka kebijakan bisa menjadi penyambung tangan antara penguasa dengan rakyat. 

Rakyat makmur bersama pejabat jika kebijakan  yang dibuat adalah untuk  memudahkan dan membantu urusan rakyatnya.  Kebijakan yang tidak membuat rakyat hidup miskin, atau mencari jalan haram untuk mencari nafkah. 

Misal dibuat kebijakan pembentukan lembaga khusus  untuk membantu rakyat yang punya hutang. Sumber pendanaannya bisa dari negara atau sedekah dari rakyat tajir. Adapun dalam sistem Islam, para gharim (pemilik hutang) termasuk asnaf (kelompok) yang berhak mendapatkan zakat.

Kabar selanjutnya, LPG 3 kg akan dikonversi ke kompor listrik. Hitung-hitungan angka diprediksi negara akan untung dengan perubahan ini. (https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220922062315-85-851040/beban-berat-intai-warga-miskin-jika-lpg-dikonversi-ke-kompor-listrik/amp)

Kebijakan tersebut kabarnya tidak tahun ini diterapkan.

Hal yang harus dikritisi bahwa menggunakan pertimbangan keuntungan bagi negara sebagai landasan dalam membuat kebijakan adalah keliru. Seorang pengurus urusan rakyat, seharusnya yang menjadi pertimbangan dalam setiap kebijakannya adalah kesejahteraan bagi rakyat. Bagaimana rakyat bisa makmur. Bukan malah diposisikan sebagai pelanggan/pembeli dari kebijakan negara.

Berikut teladan dari Khalifah Umar Bin Khattab bagaimana beliau mengutamakan rakyatnya. 

Dikisahkan ketika Umar bin Khattab kembali dari sebuah perjalanannya ia melewati seorang wanita tua yang tinggal di sebuah gubuk. Wanita tua itu bertanya, "Apakah Umar telah kembali dari perjalananya?"

Lalu Umar menjawab, "Umar telah kembali dengan selamat dari negeri Syam".

Wanita itu kembali berkata, " Allah tidak akan membalas kebaikan kepadanya, karena semenjak dia memegang jabatan kekhilafahan, dia tidak pernah memberikan apa-apa untukku. Wahai anakku, kamu dapat menyaksikan sendiri bahwa aku adalah seorang wanita jompo, miskin, dan tidak memiliki pekerjaan. Sedangkan aku juga tidak memiliki seorang keluargapun".

Kemudian Umar r.a berkata, " Wahai ibu, maafkanlah Amirul Mukminin karena dia tidak mengetahui keadaanmu".

Dengan penuh keputusasaan dan jengkel, wanita tua itu berkata, " Bukankah Amirul Mukminin penanggung jawab bagi seluruh orang muslim? Bagaimana mungkin dia sampai tidak mengetahui kondisiku ini?"

Mendengar perkataan wanita tua itu, Umar r.a menangis dan berkata, "Wahai Umar, andaikan ibumu tidak pernah melahirkanmu ke dunia ini...". 

Kemudian ia berkata kepada wanita tua itu, "Berapapun akan kau jual harga kezaliman Umar terhadapmu, aku akan membelinya darimu. Mudah-mudahan bila aku beli harga kezalimannya, Allah akan mengampuninya"

Akan tetapi si wanita tua itu berkata, "Apakah kamu mengejek diriku?" Umar menjawab, "Demi Allah, wahai ibu, aku akan berikan kepadamu 25 dirham. Dan sebagai gantinya, berikan kepadaku secarik kain dari bajumu. Lalu kita tulis dikain tersebut kata-kata, 'Kamu telah lepas dari dosa'.

Ketika mereka tengah berbincang-bincang, Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Mas'ud lewat tempat itu. Keduanya berkata, " Assalaamu'alaika wahai Amirul Mukminin!"

Mendengar ucapan keduanya, wanita tua itu terlonjak kaget dan berteriak, "Apakah anda Amirul Mukminin? Alangkah celakanya diriku karena mengumpat anda. Aku mencela dan mendoakan anda dengan hal-hal yang buruk, sedangkan anda adalah Amirul Mukminin. ". 

Akan tetapi jawaban Umar r.a adalah "Anda adalah pemilik hak".

Kemudian diambilnya secarik kain dari baju wanita tua itu dan di atas kain itu ia tuliskan kata-kata, "Bismillahirrahmanirrahim, kain ini adalah sebagai saksi bahwa Umar Ibnu Khattab telah membeli kezaliman dirinya kepada wanita ini, sejak ia memegang kekhilafahan sampai ia bertemu dengan Tuhannya". Setelah itu ia berikan uang tebusan kezalimannya.

MasyaAllah, demikianlah karakter seorang pemimpin yang menjadikan Islam sebagai  pemimpinnya dalam berfikir. Ia akan mengutamakan rakyat yang diurusnya untuk mendapatkan ridho mereka, sehingga jabatan tidak menjadi alat menzalimi/menyusahkan urusan rakyatnya.

Bila rakyat makmur, pejabat ikut makmur, negara pasti makmur. Tidak ada rakyat makmur, pejabat rugi, negaranya melarat. Jadi makmurkan rakyat, sejahteralah negara. 

Fakta berikutnya tentang Papua. Komentar Pak Mahfudz MD, uang otonomi khusus Papua pada masa Lukas Enembe Rp. 500 triliun, rakyat tetap miskin, pejabat foya-foya. (https://m.metrotvnews.com/play/koGCV8J2-dana-otsus-papua-zaman-lukas-enembe-rp500-t-mahfud-md-rakyat-miskin-pejabat-foya-foya)

Penting bagi para pemimpin baik yang masih lelap duduk dikursi empuk atau yang sudah menyadari kursi itu adalah penentu surga nerakanya, untuk membaca kisah teladan berikut. 

Suatu hari Umar bin Khattab menemui Baginda nabi Muhammad SAW. Didapatinya Nabi SAW sedang berbaring di atas tikar kasar yang terbuat dari pelepah kurma. Berbantalkan kulit kasar yang berisi serabut ijuk kurma. Melihat kondisi itupun Umar r.a menangis. Kemudian Nabi bertanya; " Mengapa engkau menangis?" 

Umar r.a menjawab; " Bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini membekas pada tubuhmu. Engkau adalah Rasulullah (utusan Allah). Kekayaanmu hanya seperti ini, sedangkan Kisra dan raja-raja lainnya hidup bergelimang kemewahan". 

Lalu Rasulullah SAW menjawab, " Apakah engkau tidak rela, kemewahan itu untuk mereka di dunia, sementara untuk kita di akhirat nanti?" (HR. Bukhari Muslim).

MasyaAllah, kesadaran yang demikian inilah yang seharusnya dimiliki oleh para pejabat. Rakyatnya makmurkan dulu,  pasti pejabat akan makmur juga. Jika demikian, rakyat akan makmur bersama pejabat, bi idznillah.

Khatimah

Berat mengurus urusan negara. Tapi kenapa di sistem demokrasi kapitalisme ini banyak orang merebutkannya. 

Bahkan merogoh ratusan, milyaran, triliun uangpun tidak masalah. Inilah sebenarnya ayat-ayat atau tanda-tanda akan rusaknya pengurusan negara ini.

Semoga rakyat sadar, dan tidak mau dibeli suaranya oleh mereka yang tidak menggunakan iman, takwa dan syariat Allah SWT dalam meraih hasrat menjadi pejabat.

Wallahua'lam bis showab.


Selasa, 16 Agustus 2022

Taubat Dari Vandalisme

Ada tembok dicoreti. Ada cat dileceti. Ada dinding dicuili. Ada meja ditulisi, digambari, hingga di rusak kaki mejanya. Enak dipandang apakah tidak kalau sudah demikian? Bisakah dipakai kalau sudah dirusak?

Hem, ternyata aksi rusak merusak ini pelakunya tidak hanya anak laki-laki saja loh!. Kalangan cewekpun kadang mean coret bangku dan dinding. Wah-wah semua usil tangannya.

Btw, aksi perusakan demikian apa sih istilahnya? 

Yup, betul! Itu namanya adalah aksi vandalisme. Lebih detilnya, vandalisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan sebagainya).

Tuh, berarti, kalian yang maen corat-coret, mean cual-cuil, telah melakukan vandalisme. Melakukan perusakan, membuat jadi tidak bersih, tidak enak dipandang, hingga menjadikan kursi/meja tidak bisa lagi dipakai.

Stop Vandalisme

Vandalisme adalah tindakan yang keliru. Pelakunya pastinya tidak dapat pahala. Malah bisa tersiram dosa. Mau kalian disiram dengan dosa? 

Pasti tidak mau kan? Maka taubatlah dari vandalisme. 

Allah SWT suka pada kebersihan, keindahan, keteraturan. Dalam hadist riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

الطهور شضر الإيمان

"Kebersihan itu bagian dari iman". 

Bukti lain bahwa Allah SWT menyukai keteraturan adalah alam ciptaannya Allah SWT ini. Semua Allah SWT ciptakan teratur. Malam dipergilirkan dengan siang. Ada daratan ada lautan. Ada langit ada bumi. Ada bulan ada matahari.  Dan satu dengan lainnya dibuat Allah tidak saling tertukar.

Berikut ayat yang mengajak manusia berfikir, akan keteraturan alam semesta dan betapa kuasanya Allah SWT. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الَّيْلَ سَرْمَدًا إِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ إِلٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَآءٍ  ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ

"Katakanlah (Muhammad), "Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?"" (QS. Al-Qasas 28: Ayat 71)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ إِلٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ  ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

"Katakanlah (Muhammad), "Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?"" (QS. Al-Qasas 28: Ayat 72)

Dua ayat diatas mengajak manusia untuk mengerti, bahwa Allah SWT telah menetapkan waktu, tempat dan fungsinya  masing-masing dari semua yang diciptakanNya.

Nah, demikian pula dengan meja, kursi, dinding, papan tulis yang ada disekitar tempat kita menuntut ilmu. Jaga, peliharalah jangan dirusak. 

Bagaimana siap?

Seorang muslim pasti siap untuk hidup bersih, teratur dan rapi. Dan say goodbye kepada vandalisme!.


Sumber: 

Artikel Mading Al Muslimun dengan sedikit editing.



Kamis, 17 Maret 2022

Jadikan Hipnotis Ramadhan Untuk Membentuk Habit!

Jadikan Hipnotis Ramadhan 
Untuk Membentuk Habit


Siapa yang tidak gembira dengan bulan Ramadhan? Pasti setiap mukmin gembira menyambut bulan ini! Yang tidak gembira, wah perlu dipertanyakan imannya? 

Hipnotis Ramadhan yaitu dibukanya pintu surga lebar-lebar dan ditutupnya pintu neraka membuat orang ‘entheng’ ninggalin maksiat dan senang beribadah. Berikutnya hipnotis pahala yang berlipat-lipat menjadikan semarak amal shalih ada dimana-mana. Sampai-sampai tidur pun jadi pilihan aktivitas saking menjaganya diri hal yang dapat menghapus pahala puasa. Seperti ghibah, cuci mata, berkata kotor, adu domba dan perbuatan buruk lainnya.

Planning Kegiatan Ramadhan Kamu Dari Sekarang! 

Pertama, planning untuk ibadah wajib. Dibulan Ramadhan selain sholat 5 waktu, ada puasa Ramadhan yang wajib dilaksanakan. 

Untuk ibadah sholat siapa yang sholatnya masih bolong-bolong?, buat rajin dari sekarang dan jadikan Ramadhan moment perubahan dari yang malas sholat jadi rajin sesuai aturan. 

Oiya jangan cukupkan dengan sholat fardhu ya! Ada sholat sunnah loh! Dari sholat terawih, sholat tahajud, sholat witir, sholat hajat, sholat tasbih, sholat dhuha bisa kamu dirikan! Tinggal pilih! Buat target Ramadhan ini sebagai wadah membuat habit untuk sholat sunnah juga! InshaAllah, waktu sebulan cukup untuk membuat ritme dihari-hari selepas ramadhan. Klo sudah jadi habit, akal dan hati menyalakan alarm untuk mendirikan sholat-sholat tersebut! Jadi jangan buang sia-sia moment Ramadhan ini untuk membuat habit ibadahmu!

Rasulullah SAW bersabda, “Yang pertama dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik maka baiklah seluruh amalnya. Jika sholatnya rusak maka rusaklah seluruh amal ibadanya” (HR. Tirmidzi)

Berikutnya, puasa Ramadhan biar tidak menghadirkan was-was, maka bagi yang belum menyahur hutang puasa Ramadhan tahun lalu, segera diqada sebelum 1 Ramadhan tahun ini tiba. Dan tekadkanlah puasa Ramadhan yang kamu jalani tahun ini bisa membentuk ritme tubuh untuk mudah diajak puasa sunnah dihari-hari selepas Ramadhan. Oiya jangan lupa berbuka dan sahur ya! Berbuka hukumnya wajib, kalau sahur itu sunnah!. 

Rasulullah SAW bersabda, “Puasa adalah benteng dari neraka, sebagaimana benteng salah seorang kalian dalam peperangan” (HR. Ibnu Majah)

Kedua. Planning tilawah Al Quran. Membaca al Quran adalah fardhu bagi seorang muslim. Nah, siapa yang belum bisa baca al Quran? Belajar dari sekarang dan targetkan di bulan Ramadhan ini sudah fasih baca. Ngebut ya belajarnya! Tidak ada kata terlambat untuk belajar! Dan bagi yang sudah lancar baca, frekuensi membacanya yuk ditingkatkan! Buat planning mau khatam berapa kali selama Ramadhan? Buat strategi agar tercapai target khatammu!

Nabi SAW bersabda, “ Orang yang membaca al Quran dengan mahir maka ia bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan orang yang membaca al Quran dengan tergagap dan susah membacanya maka baginya dua pahala” (HR. Mutafaqun ‘alaih)

Ketiga, planning amal shalih di bulan Ramadhan. Ada banyak pilihan amal yang bisa dilakukan di jam-jam Ramadhan. Dari pukul 00 hingga 00 lagi nilai pahala yang ditetapkan Allah SWT sama berlipat-lipatnya! Jadi mau amal shalih itu dilakukan tengah malam, tengah hari, pagi, sore, awal malam, tak perlu kuatir, pahala tetap berlipat-lipat! Sekarang, tinggal pilih, mau di isi dengan amal shalih apa? Dari i’tikaf, bersedekah, membaca buku, mendengarkan pengajian, bedakwah, menulis, membantu orang tua, belajar, bekerja dan lain-lain.  Banyak pilihan amal shalih, tinggal dipilih!

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang mukmin tidak akan pernah kenyang dengan kebaikan, sampai tempat berakhirnya adalah surga” (HR. Tirmidzi)

Keempat, planning lebaran. Kenapa lebaran perlu diplanning kan? Lebaran itu adalah hari kemenangan! Siapa yang menang? Mereka yang bisa meraih gelar takwa selepas Ramadhan! Jadi terhitung dari malam takbiran itu. Bisa dicek langsung, apakah kita termasuk orang yang menang atau tidak? Jika sejak malam takbiran langsung kambuh penyakit amal buruknya berarti kita bukan termasuk orang yang menang. Contohnya; kumandang takbir 1 syawal eh langsung kumat ghibahnya, langsung kumat adu dombanya, langsung kumat kebiasaan buruknya. 

Nah tanda bukan pemenang berikutnya bila selepas Ramadhan ditinggalkan kebiasaan baik di bulan Ramadhan. Contohnya; tilawah Quran jadi ngak semangat melakukannya, sholat berjamaah jadi malas, sholat sendirianpun jadi ga juga! Waduh, kalau sudah seperti ini, kemarin puasa ramadhan apa tidak? Kok malah suram ibadahnya selepas Ramadhan. Astagfirullah!

Jadi, planning untuk pasca Ramadhan adalah planning untuk bisa istiqamah dalam ketaatan. Berat, karena pintu neraka telah dibuka, syetan gentayangan menggoda manusia, belum lagi nafsu dalam diri manusia. Oleh karena itulah, jangan putus untuk terus berdoa kepada Allah SWT agar kita ditetapkan sebagai golongan orang-orang yang istiqamah dalam beribadah dan menjalankan ketaatan. Aamiin.

Akhirnya, jangan sibuk planning baju baru. Jangan sibuk planning kue lebaran. Karena itu sudah ada di toko tinggal membelinya!. Masalahnya ada uangnya apa tidak!. Hehe. Kalau mau repot ya tinggal jahit baju sendiri dan membuat kue sendiri!

Rasulullah SAW bersabda, “ Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan keberkahan. Allah SWT mengunjungi kalian pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa, dan mengabulkan doa. Allah SWT melihat berlomba-lombanya kalian pada bulan ini, dan Dia membangga-banggakan kalian kepada para malaikatNya. Maka tunjukkanlah kepada Allah SWT hal-hal yang baik dari kalian. Karena orang yang sengsara adalah orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah SWT di bulan ini” (HR. Thabrani)

Semoga tulisan ini bermanfaat, sebagai bekal menyambut dan mengisi bulan Ramadhan. Aamiin aamiin yaa mujiibassaailiin. 

Jumat, 24 Desember 2021

Semut Hitam di Atas Batu Hitam

Isu yang hampir selalu ramai diperbincangkan di bulan Desember adalah terkait hukum memberikan ucapan selamat natal bagi penganut agama kristen.

Dalam kaca mata moderasi beragama, dibolehkan memberikan ucapan selamat atas hari raya umat agama lain. Bahkan Kanwil Kemenag Sulsel menerbitkan edaran tentang pemasangan spanduk ucapan natal dan tahun baru (www.republika.co.id, 19/12/2021). Kontan hal ini menuai pro kontra di masyarakat.

Moderasi Bagaikan Semut Hitam di Atas Batu Hitam

Allah SWT telah mengingatkan kaum muslimin dalam ayat berikut:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِ سْلَا مُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ فَاِ نَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَا بِ

"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 19)

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan berita dari Allah SWT bahwa tidak ada agama yang diterima dari seseorang di sisi Allah SWT selain Islam. Sehingga siapa yang menghadap Allah SWT dengan agama yang bukan syariahNya, tertolak. Allah SWT berfirman,

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِ سْلَا مِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُ ۚ وَهُوَ فِى الْاٰ خِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

"Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 85)

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan, seorang muslim disebut benar imannya, jika ia tidak mengakui atau membenarkan agama selain Islam.

Jika seorang muslim memberi ucapan selamat natal maka itu bentuk pengakuan akan agama tersebut. Dan membenarkan acara tersebut. Seperti jika ada seorang yang lagi ulang tahun, kemudian kita memberi ucapan selamat ultah, maka itu artinya kita mengakui ia berulang tahun/lahir ditanggal itu dan membenarkan perayaan ulang tahun tersebut. Dan bukankah amal lisan itu buah pikiran dan hati? 

Jadi, tidak bisa dikatakan mengucapkan selamat natal hanya sebagai bentuk penghormatan semata, nihil pengakuan dan pembenaran. Inilah bahaya tersamar, ibarat semut hitam di atas batu hitam yang tidak dirasa salahnya oleh seorang muslim.

Berikutnya, perayaan natal yang saat ini dirayakan oleh kaum nasrani adalah perayaan atas kelahiran yesus kristus (Isa al Masih) yang diakui sebagai anak Tuhan, dan hal ini bertentangan dengan ajaran Islam. Allah SWT berfirman, 

قَا لَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِ ۗ اٰتٰٮنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّا 

"Dia ('Isa) berkata, "Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi," (QS. Maryam 19: Ayat 30)

Jadi, jika seorang muslim terlibat dalam perayaan natal kaum nasrani saat ini atau pun mengucapkan selamat natal maka secara tidak langsung ikut menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan. Sehingga mereka semakin jauh untuk sampai kepada agama yang benar dan di ridhoi Allah SWT yaitu Islam. 

Selain itu, umat nasrani sendiri, mengerti bila dalam Islam tidak diperbolehkan memberikan selamat atas perayaan umat agama lain. Lantas, kenapa umat Islam malah 'pikun'?

Toleransi Harus!

Islam tegas dalam aqidah tapi berkasih sayang dengan semua umat manusia. Urusan agama Allah SWT melarang hambaNya memaksakan Islam. Allah SWT berfirman,

لَـكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ

"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." (QS. Al-Kafirun 109: Ayat 6)

لَاۤ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِ ۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِا لطَّا غُوْتِ وَيُؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِا لْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَا مَ لَهَا ۗ وَا للّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 256)

Islam pun tegas dalam menjaga aqidah umatnya. Allah SWT mengingatkan hambaNya agar tidak mati kecuali dalam keadaan Islam. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:َ

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْن

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwa lah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepadaNya. Dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim"َ (QS. Ali Imran: 102)

Untuk penjagaan aqidah ini, Islam memiliki mekanisme hingga melibatkan peran negara untuk mencegah terjadinya murtad. 

Ketegasan Islam ini menunjukkan Islam adalah agama toleran. Tanpa harus menambahkan frase moderasi beragama/Islam moderat, murni diambil dari kitabullah dan hadist Rasul, Islam mengajarkan untuk toleran.

Islam mengharamkan umatnya mengganggu ibadah dan ritual agama lainnya. Tenggangrasa dengan membiarkan mereka dengan keyakinan dan ibadahnya dan tidak memberi ucapan selamat atas hari raya mereka. Karena hari raya bagian dari keyakinan, iman dan ibadah. Jadi inilah toleransi yang benar bukan yang keblabasan.

Khatimah

Nabi SAW dan para sahabat adalah teladan terbaik. Rasulullah SAW dan khulafaur rasyidin telah memimpin negara dengan rakyat yang plural. Ada Islam, nasrani, dan yahudi. Mereka sejahtera, damai dan toleran. Walau yang sejauh penulis ketahui, tidak ada riwayat para penguasa negara tersebut memberikan selamat atas hari raya umat agama lain. Demikian pula para imam 4 madzab. Lantas kenapa kita yang masih belajar tidak meneladani mereka? Wallahua'lam bis showwab. 



Minggu, 19 Desember 2021

Moderasi Berkah Atau Musibah

Plural adalah fakta penduduk negeri ini, bahkan dunia. Dan kemajemukan itu sudah sedari zaman para Nabi. Dan para nabi diutus juga bukan untuk menghilangkan kemajemukan melainkan untuk menjaga kemajemukan di bawah payung keridhoan Allah SWT, bukan murkaNya.

Tentu, manusia tidak amnesia, jika pluralitas itu adalah pemberian Al Khaliq. Bukan karangan manusia. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Dan siapa teladan dalam memelihara kemajemukan tersebut? Mencari teori sosial yang bisa menjaga kemajemukan dengan haq tidak akan ditemukan. Haq bukan hanya berhasil menihilkan perkelahian, penjajahan, otoriterisme atas suku tertentu, pemberian kebebasan, melainkan harus bisa menurunkan berkah dari langit.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 96)

Dalam ayat 96 QS Al A'raf disebutkan bahwa yang bisa mendatang berkah itu adalah jika penduduk negeri itu beriman dan bertakwa. Artinya, teori sosial yang diterapkan manusia haruslah yang bisa membentuk pribadi beriman dan bertakwa. Sehingga terjaga kemajemukan sekaligus mendatangkan berkah dari langit.

Lantas, konsep moderasi beragama yang disebut cocok untuk menjaga kemajemukan dan sebagai jalan menyelesaikan masalah sosial keagamaan benarkah menjadi solusi yang haq atau malah mengaburkan akatua'n Islam?

Moderasi dan Kemajemukan klik disini

Moderasi Berkah Atau Musibah

Moderasi Dan Kemajemukan

Program moderasi dimasukkan dalam RJPMN 2020-2024. Menteri Yaqut Chalil Qaumas menyebutkan dengan moderasi beragama ada 4 hal yang akan terjadi; cara beragama masyarakat menjadi toleran, tanpa kekerasan, menghargai budaya dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.

Untuk tujuan menderaskan moderasi, Kementerian Agama telah melakukan banyak hal diantaranya Kemah Moderasi. Dalam acara tersebut diberi contoh sikap beragama yang toleran dengan ditampilkannya saat pembukaan acara, shalawat dari Grop Shalawat Direktorat Penerangan Agama Islam dan penampilan lagu Kristen oleh umat Kristen (30/11/2021, kemenag.go.id)

Memang terlihat akur antar penganut agama. Tapi, haruskah untuk disebut toleran berdoa dalam satu forum dari berbagai agama, mendengarkan lagu-lagu agama diluar agamanya? Padahal ekspresi tersebut bentuk pengakuan atas agama diluar agamanya sendiri. Tidakkah hal ini disadari?

Dengan demikian moderasi beragama itu program memoderatkan ajaran agama Islam. Iya kalau agama buatan manusia bisa dimoderatkan, diradikalkan, ditradisionalkan. Tapi untuk agama samawi (Islam) bagaimana akan dimoderatkan?

Jadi, menjaga kemajemukan bukan dengan moderasi beragama. Karena konsep moderasi ini dilahirkan untuk menata kemajemukan dengan mengubah tafsir ajaran Islam sesuai cara pandang non muslim. Sehingga berbahaya bagi umat Islam dan ajaran Islam. 

Bahaya Moderasi Beragama klik disini

Moderasi Berkah Atau Musibah

Bahaya Moderasi Beragama

Pertama, toleran dalam kacamata moderasi adalah pluralisme. Yakni mengakui semua agama benar, sehingga gonta ganti agama diperbolehkan. Dan itu menjadi hak asasi manusia. Padahal ini bertentangan dengan Islam. Islam akan menjaga penganutnya dari murtad. Siapa yang ingin murtad akan dicegah dan bila tetap nekad murtad maka dikenakan hudud atasnya yaitu hukuman mati.

 Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa mengganti agamanya (murtad) maka bunuhlah ia" (HR Bukhari).

Hukuman ini dijatuhkan demi kemuliaan manusia itu sendiri dan keagungan agama ini. Allah SWT mengingatkan bahwa

اِنَّ شَرَّ الدَّوَآ بِّ عِنْدَ اللّٰهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ 

"Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah orang--orang kafir, karena mereka tidak beriman." (QS. Al Anfal 8: Ayat 55)

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَمَا تُوْا وَهُمْ كُفَّا رٌ اُولٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللّٰهِ وَا لْمَلٰٓئِكَةِ وَا لنَّا سِ اَجْمَعِيْنَ 

"Sungguh, orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya," (QS. Al Baqarah 2: Ayat 161)

Contoh lain dari toleransi dalam moderasi adalah saling memberi selamat atas hari raya umat agama lain, berdoa bersama antar umat beragama. Padahal tidak memberi selamat atas hari raya umat agama lain dan juga tidak berdoa bersama mereka, selama tidak menganggu ibadah dan acara mereka, itulah bentuk toleransi dan tenggangrasa sebenarnya. Toleransi bentuk ini  tidak melukai Allah SWT sebagai Al Khaliq yang haq. Juga tidak melanggar ajaran Islam. Allah SWT berfirman;

لَـكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ

"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku." (QS. Al Kafirun 109: Ayat 6)

Kedua, disebut bersikap keras dalam kacamata moderasi adalah sikap taat pada syariah. Seorang muslim yang mendasarkan setiap amaliyahnya pada dalil syariah dicap radikal, ekstrim. Padahal untuk menjadikan setiap perbuatan menjadi ibadah itu haruslah dilakukan karena Allah SWT dan sesuai syariahNya. Bukan penilaian manusia. Dan setiap pelaksanaan syariah Allah SWT membentuk pribadi bertakwa. Dan takwa inilah yang mendatangkan berkah dari langit.

Ketiga, klik disini

Moderasi Berkah Atau Musibah

Bahaya Moderasi Beragama

Ketiga, dalam kacamata moderasi, budaya di atas aqidah. Walaupun budaya itu mengandung syirik dan tahayul harus dilestarikan. Bagi yang tidak menghargai budaya disebut radikal. Entah ruginya negara dimana jika ada rakyat tidak mengambil budaya yang bertentangan dengan aqidah dan syariahNya? Padahal harusnya bersyukur ada rakyatnya yang taat syariah karena umara'pun mendapatkan limpahan pahala jika memfasilitasi ketaatan. Malah umara' mendapatkan dosa jika melestarikan kesyirikan atas nama budaya. 

Keempat, komitmen kebangsaan dalam cara pandang moderasi adalah politik demokrasi. Politik demokrasi menjadikan manusia sebagai pembuat hukum dan melarang agama dijadikan pijakan bernegara. Tentu ketentuan ini menjadikan umat Islam meninggalkan hukum-hukum yang telah Allah SWT tetapkan. Baik hukum dibidang pemerintahan, ekonomi, politik, sosial, hankam dan lainnya. 

Berikutnya, politik demokrasi mengusung liberalisasi, kapitalisasi diberbagai bidang. Dari ekonomi, kesehatan, sosial, pendidikan dan lainnya. Dan pengaturan yang demikian ini merugikan rakyat selain bertentangan dengan syariah. 

Politik demokrasi juga menderaskan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan disektor ekonomi. Kesetaraan gender yang diingini demokrasi adalah setara disemua ranah. Padahal dalam Islam ada pengaturan yang tidak sama antara laki-laki dan perempuan. Seperti, ketentuan pemimpin negara, ketentuan waris, ketentuan safar, ketentuan bekerja, ketentuan aurat, ketentuan imam sholat dan lainnya. 

Adapun pemberdayaan perempuan yang dimaui ala demokrasi ini adalah wanita bisa menjadi mesin penghasil uang. Sehingga kaum wanita yang tidak berpenghasilan distigma tidak berdaya tidak berguna. Sehingga mainstream para wanita memandang bekerja menjadi kewajiban bukan lagi mubah sebagaimana ketentuan dalam Islam. 

Salah satu bahaya dari pandangan ini adalah tergesernya peran domestik perempuan dan lebih mengutamakan peran publik. Padahal peran domestik perempuan ini adalah yang wajib dalam pandangan syara'. Jebakan pemberdayaan perempuan ini bisa ditelikung dengan peningkatan pemahaman agama seorang muslimah. Dengan bekal agama kaum perempuan bisa menolak kekeliruan kaum genderis.

Inilah diantara bahaya moderasi, yang sebenarnya program ini deferinsial dari mengekornya umat Islam pada pemikiran non muslim.

Khatimah

Ibarat ikan yang habitatnya hidup di air tawar tapi dipaksa hidup di air laut maka tidak akan bisa bertahan hidup. Pun demikian pula dengan umat Islam saat ini. Banyak ide yang lahir dari non muslim yang diadopsi kaum muslimin.  Cukupkan ayat ini menjadi alarm agar kita menerapkan Islam diseluruh aspek kehidupan.

وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ

"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al Anbiya 21: Ayat 107). 

Wallahua'lam bis showwab. 

Senin, 13 Desember 2021

Sebelum Seperti Bulu Berterbangan

Gunung dilihat dari sisi penciptaan adalah sama seperti manusia. Yaitu sama-sama makhluk ciptaan Allah SWT. Hanya saja spesifikasi gunung dan manusia dicipta berbeda. 

Manusia mengeluarkan dari tubuhnya keringat, upil, lendir telinga, air kencing, tahi, gas kentut, blobok mata, air mata, bolot. Adapun gunung yang tidak bergerak dimata manusia bisa mengeluarkan debu panas, lahar dingin, lahar panas, kerikil, batu, awan panas.

Allah SWT berfirman,

وَتَرَى الْجِبَا لَ تَحْسَبُهَا جَا مِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَا بِ ۗ صُنْعَ اللّٰهِ الَّذِيْۤ اَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۗ اِنَّهٗ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَفْعَلُوْنَ

"Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."(QS. An-Naml 27: Ayat 88)

Semeru, Mitigasi, dan Nyawa

Dari tayangan video yang beredar di TV terlihat huru hara yang menegangkan saat gunung semeru kentut -mohon maaf agak jorok-. Awan panas membumbung ke langit dan siap turun menyapa bumi dan penghuninya. 

Manusia, hewan, tumbuhan tidak bisa menolak hadirnya lahar, awan panas, debu, kerikil dan batu. Manusia berhamburan lari menyelamatkan diri. 

Sebagaimana diinformasikan media bahwa pada peristiwa erupsi gunung Semeru 4 Desember 2021 lalu tidak ada peringatan dini (www.porosnews.com, 5/12/2021) 

Padahal taraf ilmu pengetahuan yang Allah SWT berikan kepada manusia sudah bisa menembus sebagian langit dan bumi. Peristiwa langit seperti cuaca bisa manusia prediksi. Pun peristiwa di bumi seperti akan adanya tsunami, erupsi gunung, sudah bisa manusia prediksi dari gejala yang dimunculkan.

Seandainya mitigasi bencana itu berjalan baik maka jumlah korban bisa diminimalisir. Hingga 11/12/2021 erupsi semeru menelan korban 46 jiwa dan hilang 9 jiwa (nasional.kompas.com, 11/12/2021).

Jika peristiwa sudah terjadi, maka manusia tinggal mengambil pelajarannya. Apa yang menjadi kesalahan agar ke depan sektor penyelamatan yang masih bisa diusahakan manusia bisa optimal. Dan manusia supaya tidak menambah kerusakan atas alam ini. Sehingga Allah SWT tidak menambah bencana yang ditimpakan kepada manusia yang disebabkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri.

Allah SWT berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَا دُ فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّا سِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."(QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)

Semeru dan Akhir Kehidupan

Dan tidakkah manusia berfikir, bagaimana saat nanti kiamat terjadi. Mitigasi tidak akan berfungsi. Karena kiamat tidak ada info kapan, tidak ada juga jeda waktu melarikan diri, tidak ada tempat sembunyi. Bom. Bom. Bom. Langit dan bumi, Allah SWT luluh lantakkan. 

Semeru yang hari ini bisa merenggut nyawa manusia. Bisa merusak semua yang manusia bangun bertahun-tahun. Rumah dipendam, jembatan diputus, tumbuhan meranggas kepanasan, binatang pun tewas, hingga kampung lenyap ditutup abu erupsi semeru. 

Sungguh terasa amat mudah bagi Allah SWT membuat repot manusia. Membuat manusia ketakutan. Membuat manusia menyadari siapa sebenarnya dirinya. Erupsi semeru dan nyawa yang melayang adalah pelajaran.

Dan saat akhir kehidupan (kiamat) datang, gunung yang hari ini bisa menghembuskan kentutnya, dan membuat manusia tewas dan berhamburan lari, akan seperti bulu berterbangan. Allah SWT berfirman,

وَتَكُوْنُ الْجِبَا لُ كَا لْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِ 

"dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan." (QS. Al-Qari'ah 101: Ayat 5)

Khatimah

Erupsi Semeru dan bencana lainnya adalah peringatan. Kalau orang normal diingatkan akan bersyukur. Bukankah sebaik-baik peringatan adalah peringatan yang mengingatkan kita kepada Allah SWT dan adanya kehidupan akhirat? Dan bencana mengingatkan kita akan hal itu. Maka diatas musibah mari tetap bersyukur kepada Allah SWT. Masih ada kesempatan yang Allah SWT berikan kepada yang masih hidup untuk menanam amal shalih dan bertaubat atas segala dosa dan kesalahan. 

Allah SWT berfirman,

يُؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَآءُ ۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الْاَ لْبَا بِ

"Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 269)

Wallahu a'lam bis showwab.





Sabtu, 04 Desember 2021

Mau Semangat Belajar, Jauhi Hal Berikut!

Belajar adalah ibadah. Dengan belajar dapat pahala, dapat ilmu pengetahuan, memperluas wawasan dan bertambah teman. Kamu pasti senangkan saat sekolah?

Gairah belajar itu harus kamu nyalakan terus. Usia kalian adalah usia belajar. Bukan usia kerja. Jadi, manfaatkan waktu sekarang untuk mengukir di dalam otak sebanyak mungkin ilmu pengetahuan yang dapat kamu serap. Semakin di asah, ikatan listrik yang mengikat ilmu di otak makin kuat!. Makanya, ada pepatah bilang, belajar di usia anak-anak, remaja/muda bagai mengukir di atas batu. Artinya, kuat ikatannya hingga tidak mudah lupa hingga tua, inshaaAllah. 

Tapi ngomong-ngomong, ada beberapa hal yang bisa memadamkan semangat belajar kamu. Apa saja itu?

Pertama, berlama-lama tidur. Tubuh butuh istirahat. Tapi berlebihan dalam tidur, bisa melemahkan saraf motorik untuk beraktivitas. Akhirnya yang muncul adalah rasa malas. Banyak tidur juga membuat tubuh lemah. Pikiran enggan diajak menghafal dan mengingat. 

Salah satu ulama terkemuka yakni Imam ath Thusi membagi waktu malamnya dengan 3 kegiatan. Sepertiga untuk menulis, sepertiga lagi untuk membaca al Quran, dan sepertiganya lagi untuk tidur. Jadi, wajar kalau beliau menjadi syekh/Imam yang sangat cerdas, dimintai fatwa dan banyak menulis. Bisakah kamu membagi membagi waktu seperti beliau? Yuk belajar meninggalkan kebiasaan banyak tidur!

Kedua, berlebihan dalam makan. Ini dia, yang semua kita suka. Makan! Kalau sudah kena MSG maunya makan terus. Itu zat bikin enak makanan. Snack, ciki, wis makanan apapun tidak nikmat tanpa diberi penyedap rasa. Hem…. Makan memang kebutuhan. Tapi berlebihan makan itu nafsu! Kalau kekenyangen akan membuat otot saraf perut lelah menggiling makanan, akhirnya oksigen di otakpun ikut diserobot ke perut, akhirnya ngantuk deh! Kalau sudah ngantuk mau belajar ga bisa, melihat buku aja disambi merep! Akhirnya, pilih ambil bantal, tidur deh! Hehehe……Jadi, jangan berlebih dalam makan ya!

Ketiga, berlebihan berinteraksi dengan HP. Ini pandemi corona 19 membuat kamu lengket dengan HP. Belajar daring menjadi alasan untuk mentelengi HP terus. Padahal sedikit belajarnya, banyak membuka –buka situs diluar pelajaran, benar begitukah?. Bahkan tidak jarang malah nge-games? Glodak! 

Wah, games itu juga ada MSG nyaloh! Yang membikin kamu ketagihan. MSG nya games bukan berupa serbuk, tapi berupa ‘rasa penasaran’. Nge-games sekali kalah! Atau scornya dapat dikit. Penasaran coba lagi! Begitu seterusnya. Dan membuat otak ga lelah tapi membuat semangat berfikir mu anjlok! Akhirnya kamu malas untuk hafalan, malas dengan membaca, malas dengan pelajaran. Enak nge –games! Dengan demikian, jadikan games sebagai hiburan bukan kebutuhan. Jadikan sekedar untuk ngefresh otak aja ya!. 

Keempat, teman yang malas. Punya teman/sahabat adalah kebutuhan. Tapi kalau dapat teman yang pemalas, alamat ‘celaka’. Teman yang pemalas, bisa menularkan virus malasnya ke kamu. Dan ini musibah! Jadi, kalau kamu tidak bisa mengubah teman kamu yang pemalas jadi rajin. Sebaiknya jauhi deh mereka. Malas adalah sumber kebodohan. Jadi, teman yang tidak mendukung untuk semangat belajar hindari aja deh! 

Nah, inilah diantara hal yang bisa memadamkan semangat belajar! Semoga tulisan singkat ini bisa meng-upgrade ghiroh/semangat belajar kamu ya! Semangat menjadi anak shalih shalihah!. Wallahua’lam bis showwab

Dipun Waos Piantun Kathah