يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2026

Ada Perintah Ada Larangan, Manusia Punya Kemauan

Jika setiap keluar rumah harus menutup aurat, ada diantara muslimah yang merasa itu ribet, panas dan terasa berat. Hayo siapa yang merasa demikian?

Adapun kasus satunya lagi, ada yang ingin rutin menutup aurat. Tidak merasa ribet dan berat. Tapi ada tekanan yang bersifat melarang dari keluarga. Keluarga siapa ya ini?

Dua kasus ini, pada satu hal yang sama yaitu terkait menutup aurat. Dua individu dengan pandangan dan penerimaan yang berbeda atas perintah menutup aurat sebagaimana tersebut di hadist berikut ini:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Wahai Asma', jika seorang wanita telah menjalani haid, maka tidak diperbolehkan baginya dilihat kecuali ini dan ini. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengisyaratkan wajah dan kedua telapak tangannya" (HR. Abu Daud)

Kenapa Bisa Berbeda?

Ada mungkin yang menjawab karena beda orang githu! Shalat yang wajib, kan juga ada yang ngerjain, ada yang tidak. Hadeh!

Kalau menurut penulis, wajarnya setiap muslim tidak ada beda pandangan dan penerimaannya atas suatu hal yang diwajibkan oleh Allah subhânahu wa ta'ala. Betul?

Kalau balik ke individu, memang manusia menciptakan dirinya sendiri? Trus maunya, semaunya gitukah?

Btw menutup aurat atau tidak, sama-sama ada balasannya loh!. Hayo pilih mana, dibalas surga karena menutup aurat atau neraka karena tidak menutup aurat?.

Oiya juga, Allah Subhânahu wa ta'ala yang menciptakan aurat, ngak mau loh aurat hambaNya terlihat saat menyembahNya. Iyakan? Sampai pada beli mukena aneka harga tuk menutupi aurat saat menyembahNya. Ups!

Bila Allah subhânahu wa ta'ala tidak mau disembah dalam kondisi hambaNya membuka aurat, itu artinya aurat itu suatu aib, cela yang itu harus ditutup. Nah tuh!

Dan memang betul secara bahasa arti 'aurat adalah anggota badan yang tidak baik dibukannya.

Alasan Mangkir Berhijab

Usut diusut, penulis menyimpulkan penyebab mangkir dari berhijab itu hanya satu faktor saja loh!. Apa itu?

Yaitu penempatan Allah subhânahu wa ta'ala pada diri seseorang. Maksudnya?

Begini gaes, jika Allah subhânahu wa ta'ala diposisikan di atas diri kita maka kita akan mudah menerima dan melaksanakan perintah Allah subhânahu wa ta'ala. Taat begitu jadinya. Asyik!

Sebaliknya, jika diri kita diposisikan di atas Allah  subhânahu wa ta'ala maka akan sulit menerima dan melaksanakan perintah Allah subhânahu wa ta'ala. Berani melawan Allah subhânahu wa ta'ala. Kabur!

Memang Bukan Hal Mudah

Kuasa Allah subhânahu wa ta'ala yang menciptakan manusia lengkap dengan akal, hati, nafsu sehingga manusia memiliki keinginan dan kemauan. Disinilah manusia diuji. Keinginan dan kemauan dirinya dimenangkan atas perintah dan larangan Allah subhânahu wa ta'ala atau ia sesuaikan dengan perintah dan larangan Allah subhânahu wa ta'ala.

Gaes, memang untuk sampai pada kondisi keinginan dan kemauan sesuai perintah dan larangan Allah subhânahu wa ta'ala bukan hal yang mudah. Membutuhkan proses tanpa ada batas waktu. Butuh perjuangan.

 Pertama, berproses dan berjuang nge-on kan akal dan hati hingga sadar akan hakikat diri sebagai hamba dari Allah subhânahu wa ta'ala. Hingga rida dengan Allah subhânahu wa ta'ala. Jreng-jreng! Bagaimana sanggup tuk ni gaes?

Kedua, Membutuhkan perjuangan tuk berdoa kepada Allah subhânahu wa ta'ala agar dijadikan keinginan dan kemauan suitable dengan perintah dan larangan Allah subhânahu wa ta'ala.

Gaes, bila fakta menunjukkan banyak orang salih yang mampu menggapai itu semua. Bagaimana dengan kita? Harus bisa ya!

Ditutup Dengan Apa Aurat?

Pastinya tidak akan mau menutup aurat dengan goni, karung ataupun kerdus. Hehe. Pakai kainlah gaes. Tapi jangan asal kain. Bisa kena delik hukum di hadist berikut ini;

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku melihatnya, yaitu suatu kaum yang bersamanya cambuk seperti ekor sapi yang digunakannya untuk mencambuk orang-orang, dan wanita-wanita berpakaian tetapi telanjang, genit, kepalanya seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga, tidak juga mencium bau surga, sesungguhnya surga tercium dari jarak ini dan itu" (HR. Muslim)

Nah tuh, bisa kena hukuman ngak mencium bau surga bila baju penutup auratnya nerawang atau membentuk lekuk-lekuk tubuh. Trus kira-kira itu apa nama kain penutupnya? Itu diterangkan di ayat berikut ini gaes.

Pertama, kerudung (khimar) sebagai penutup kepala hingga dada.

Allah Subhânahu wa ta'ala berfirman:

وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا ۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآئِهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآئِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوۡ نِسَآئِهِنَّ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيۡرِ أُوْلِي ٱلۡإِرۡبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفۡلِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يَظۡهَرُواْ عَلَىٰ عَوۡرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِأَرۡجُلِهِنَّ لِيُعۡلَمَ مَا يُخۡفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (QS. An-Nur 24: Ayat 31)

Kedua, pakai jilbab. Jilbab diterangkan di ayat berikut ini. Allah Subhânahu wa ta'ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 59)

Jadi gaes, bila keluar rumah berhijab yang lengkap ya, kerudung dan jilbab.  Hijabnya tidak nerawang, tidak membentuk lekuk tubuh, menutupi seluruh aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Gimana mudahkan? Semoga Allah subhânahu wa ta'ala mudahkan bagi kita dalam mengamalkannya. Âmîn yâ rabbal'âlamîn.

Wallahua'lam bis shawâb.

Selasa, 01 Juli 2025

Perempuan Dalam Alquran, Siapa Saja?

Alquran telah menyebutkan beberapa perempuan dengan latar yang berbeda-beda. Untuk urutan no 1 sampai 6 bisa dibaca di link berikut ini;

https://menggoreskanide.blogspot.com/2025/06/perempuan-dalam-alquran-siapa-saja.html?m=1

Adapun urutan no 7 sampai 13 bisa dibaca di link berikut ini;

https://menggoreskanide.blogspot.com/2025/06/perempuan-dalam-alquran-siapa-saja_19.html?m=1

Dan urutan selanjutnya, sebagaimana uraian berikut ini.  

14. Istrinya Nabi Luth 'alaihissalam

Nabi Luth 'alaihissalam diutus kepada kaum dengan kondisi kaumnya memiliki kelainan dalam pemikiran dan perasaan. Mereka berpikiran benar kalau berhubungan sesama jenis. Dan perasaan mereka puas dengan hal itu.

Tugas berat bagi Nabi Luth membenahi pemikiran dan perasaan kaumnya. Tugas itu semakin berat ketika istrinya sendiri bersekutu dengan kaum gay tersebut. 

Istri Nabi Luth menjadi bukti bahwa iman itu karunia dari Allah subhânahu wa ta'ala. Istri seorang Nabi belum tentu dikarunia kemudahan dalam menerima hidayah yang datang kepadanya. 

Ya, di dakwahi tidak mempan, ditunggu-tunggu tidak segera taubat, turunlah utusan dari langit untuk mengazab mereka. Dan salah satu yang terkena azab itu adalah istrinya Nabi Luth sebagaimana disebutkan di ayat berikut ini.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَلَمَّآ أَن جَآءَتۡ رُسُلُنَا لُوطًا سِيٓءَ بِهِمۡ وَضَاقَ بِهِمۡ ذَرۡعًا ۖ وَقَالُواْ لَا تَخَفۡ وَلَا تَحۡزَنۡ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهۡلَكَ إِلَّا ٱمۡرَأَتَكَ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ

"Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Luth, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka, dan mereka (para utusan) berkata, "Janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, dia termasuk orang-orang yang tinggal (dibinasakan)." (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 33)

15. Istri Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam

Rasulullah shallallâhu 'alahi wa sallam nabi penutup beristrikan 1 orang yaitu Sayyidah Khadijah. Bertambahnya istri beliau shallallâhu 'alaihi wa sallam setelah wafatnya Sayyidah Khadijah. Beliau menikahi 10 wanita setelah wafatnya Sayyidah Khodijah. Dengan demikian total istri beliau ada 11 orang; Khadijah binti Khuwalid, Aisyah binti Abu Bakar, Saudah binti Zam'ah, Hafshah binti Umar, Juwariyah binti Al Harist, Shafiyah binti Huyay, Maymunah, Zainab binti Jahsyi, Ummu Salamah, Ramlah binti Abu Safyan, Zainab binti Khuzaimah.

Dan Qs Al Ahzab ayat 28 ini mewakili penyebutan istri-istri beliau shallallâhu 'alaihi wa sallam. Quran surah al Ahzab ini termasuk surah madaniyah, berarti minus Sayyidah Khodijah yang sudah wafat. Dan di ayat yang lain seperti Qs At Tahrim ayat 3 disebutkan kisah Aisyah dan Hafshah. Dan di QS Al Ahzab ayat 37 ada kisah Zainab. Berikut ayat yang mewakili penyebutan istri-istri Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam. 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ إِن كُنتُنَّ تُرِدۡنَ ٱلۡحَيَٰوةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيۡنَ أُمَتِّعۡكُنَّ وَأُسَرِّحۡكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا

"Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, "Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut‘ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik."" (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 28)

16. Sarah

Sayyidah Sarah mirip dengan istri Nabi Zakaria. Yaitu mengalami masa kehamilan di usia lanjut. Sayyidah Sarah adalah istri Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Bayi yang dikandung Sayyidah Sarah di usia lanjut itu adalah Nabi Ishak 'alaihissalam. Berikut ayat yang menyebutkan keberadaan Sayyidah Sarah yang terkejut saat diberi informasi bahwa ia bakal mengandung Nabi Ishak 'alaihissalam.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَأَقۡبَلَتِ ٱمۡرَأَتُهُۥ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتۡ وَجۡهَهَا وَقَالَتۡ عَجُوزٌ عَقِيمٞ

"Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk wajahnya sendiri seraya berkata, "(Aku ini) seorang perempuan tua yang mandul."" (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 29)

17. Wanita yang Mengajukan Gugutan Kepada Nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam

Wanita yang mengadu kepada Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam tersebut adalah Khaulah binti Tsa'labah sebagaimana diceritakan oleh Aisyah berikut ini.

Aisyah radiyallâha berkata, "Maha suci Dzat yang pendengaranNya meliputi segala sesuatu. Sesungguhnya aku pernah mendengar Khaulah binti Tsa'labah yang mengadukan suaminya Aus bin Shamit kepada Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam..." (HR Hakim).

Peristiwa Khaulah binti Tsa'labah inilah yang menjadi sebab nuzul turunnya ayat berikut ini.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

قَدۡ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوۡلَ ٱلَّتِي تُجَٰدِلُكَ فِي زَوۡجِهَا وَتَشۡتَكِيٓ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ يَسۡمَعُ تَحَاوُرَكُمَآ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعُۢ بَصِيرٌ

"Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 1)

18. Asiyah 

Fir'aun memiliki beberapa istri salah satunya Asiyah. Asiyah satu-satunya istri Fir'aun yang beriman. Dan Asiyah memberikan teladan dalam berpegang teguh dalam keimanan. Kemegahan istina Fir'aun tidak menarik hatinya. Ia memilih keimanan meski bertaruh nyawa.

Berikut ayat Alquran yang menyebutkan Asiyah ketika berdoa memohon diselamatkan dari kejahatan Fir'aun dan meminta dibangunkan rumah di surga.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱمۡرَأَتَ فِرۡعَوۡنَ إِذۡ قَالَتۡ رَبِّ ٱبۡنِ لِي عِندَكَ بَيۡتًا فِي ٱلۡجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِن فِرۡعَوۡنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِي مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun, ketika dia berkata, "Ya Tuhanku, bangunkan lah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,"" (QS. At-Tahrim 66: Ayat 11)

19. Istri Nabi Nuh 'alaihissalam

Istri Nabi Nuh 'alaihissalam menjadi pelajaran bahwa perkara keimanan itu tidak dipaksakan sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al Baqarah: 256. Maka Nabi Nuh pun hanya mendakwahi dan menyampaikan tugasnya, dan tidak menggunakan tangan besi memaksa istrinya beriman kepada Allah subhânahu wa ta'ala. Kisah ini juga memberi pelajaran bahwa siapa yang disesatkan Allah subhânahu wa ta'ala maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk, meski suaminya sendiri. Maka bersyukurlah bagi pemilik akal dan hati yang itu mudah menerima kebenaran. 

Berikut ayat yang menyebutkan istri Nabi Nuh 'alaihissalam.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱمۡرَأَتَ نُوحٍ وَٱمۡرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحۡتَ عَبۡدَيۡنِ مِنۡ عِبَادِنَا صَٰلِحَيۡنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمۡ يُغۡنِيَا عَنۡهُمَا مِنَ ٱللَّهِ شَيۡئًا وَقِيلَ ٱدۡخُلَا ٱلنَّارَ مَعَ ٱلدَّٰخِلِينَ

"Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh, dan istri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), "Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)."" (QS. At-Tahrim 66: Ayat 10)

20. Istri Abu Lahab

Surah terakhir yang menyebutkan keberadaan perempuan di dalamnya adalah Quran Surah al Lahab. Surah yang menerangkan kisah Abu Lahab dan istrinya. Persekutuan sepasang suami istri dalam menyakiti Nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam. 

Berikut ayat yang menyebutkan keberadaan istri Abu Lahab. 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَٱمۡرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلۡحَطَبِ

"Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah)." (QS. Al-Lahab 111: Ayat 4)

Inilah perempuan-perempuan yang tersebut dalam Alquran yang penulis temukan. Wallâhua'lam apabila masih ada yang terlewat. 

Khatimah

Alquran telah menyebutkan banyak perempuan dalam Alquran. Dan tidak bisa ditetapkan berapa jumlahnya. Keberadaan perempuan-perempuan temannya istri Al Aziz menjadikan angka itu tidak bisa ditemukan. 

Adapun yang dapat di-identifikasi bahwa Alquran telah menyebutkan wanita yang beriman dan tidak beriman. Dari mereka bisa diambil pelajaran. Dan semoga hingga menghadap Allah subhânahu wa ta'ala, kita semuanya ditetapkan sebagai hamba yang beriman. Âmîn yâ rabbal'âlamîn.

Kamis, 19 Juni 2025

Perempuan Dalam Alquran, Siapa Saja?

Perempuan yang disebutkan dalam Alquran untuk urutan no 1-6 bisa dibaca dilink berikut ini : https://menggoreskanide.blogspot.com/2025/06/perempuan-dalam-alquran-siapa-saja.html?m=1

Adapun urutan selanjutnya adalah sebagai berikut;

7. Rahel (Ibunya Nabi Yusuf 'alaihissalam)

Nabi Yusuf 'alaihissalam adalah anak dari Nabi Ya'kub 'alaihissalam. Nabi Ya'kub ini menikahi 2 wanita bersaudara yaitu Rahel dan Lea. Nah dari pernikahan Nabi Ya'kub dengan Rahel menghasilkan keturunan Nabi Yusuf 'alaihissalam dan Bunyamin.

Ibunya Nabi Yusuf ini di Alquran tidak menyebutkan namanya, tapi disebut dengan kedua orangtuanya. Orang tuanya Nabi Yusuf tersebut berarti Nabi Ya'kub dan Rahel. Berikut ayat yang menceritakannya. 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَرَفَعَ أَبَوَيۡهِ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ وَخَرُّواْ لَهُۥ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَٰٓأَبَتِ هَٰذَا تَأۡوِيلُ رُءۡيَٰيَ مِن قَبۡلُ قَدۡ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا ۖ وَقَدۡ أَحۡسَنَ بِيٓ إِذۡ أَخۡرَجَنِي مِنَ ٱلسِّجۡنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلۡبَدۡوِ مِنۢ بَعۡدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّيۡطَٰنُ بَيۡنِي وَبَيۡنَ إِخۡوَتِيٓ ۚ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٞ لِّمَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡحَكِيمُ

"Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata, "Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh, Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." (QS. Yusuf 12: Ayat 100)

8. Sayyidah Hajar

Hajar adalah buyut dari Nabi Yusuf. Tapi bukan buyut sedarah, kalau orang sekarang menyebutnya dengan buyut tiri. Jadi Sayyidah Hajar ini adalah istrinya Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Nabi Ibrahim memiliki anak Nabi Ismail (dari istri Hajar) dan Nabi Ishak (dari istri Sarah). Nah Nabi Ishak punya anak, Nabi Ya'kub. Nabi Ya'kub punya anak, Nabi Yusuf. Sampai sini jadi mengerti ya garis besar silsilah keluarga Nabi Ibrahim 'alaihissalam. 

Nah, penyebutan sayyidah Hajar dalam Alquran adalah tidak langsung menyebutkan namanya, tapi dengan perbuatan Nabi Ibrahim ketika berdoa kepada Allah subhânahu wa ta'ala bahwasannya beliau meninggalkan dzurriyah (Nabi Ismail) yang ia waktu itu bersama Sayyidah Hajar di lembah dekat Ka'bah. Penunjuk bahwa bayi Nabi Ismail tidak ditinggal sendirian, tapi bersama ibunya yaitu Hajar adalah kata ganti jamak (hum) pada kata إِلَيۡهِمۡ وَٱرۡزُقۡهُم. 

Berikut ayat yang menjelaskan akan hal ini.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

رَّبَّنَآ إِنِّيٓ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيۡرِ ذِي زَرۡعٍ عِندَ بَيۡتِكَ ٱلۡمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ ٱلصَّلَٰوةَ فَٱجۡعَلۡ أَفۡئِدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهۡوِيٓ إِلَيۡهِمۡ وَٱرۡزُقۡهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَشۡكُرُونَ

"Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur." (QS. Ibrahim 14: Ayat 37)

9. Istrinya Nabi Zakaria 'alaihissalam

Nabi Zakaria adalah pamannya Maryam (ibunya Nabi Isa 'alaihissalam). Kisahnya, Nabi Zakaria hingga diusia lanjut belum punya keturunan. Dan istrinya disebut mandul. Sepasang suami istri ini yaitu Nabi Zakaria dan istrinya adalah teladan dalam kesetiaan. Meski belum dikarunia keturunan hingga usia lanjut mereka tidak berpisah juga tidaklah Nabi Zakaria menikahi wanita lain. Hingga suatu hari Nabi Zakaria berdoa di mihrabnya Maryam meminta keturunan. Dan berkat keberkahan mihrabnya Maryam, doa Nabi Zakaria diijabah saat beliau berdiri shalat. Malaikat menyampaikan kabar akan lahirnya Nabi Yahya dari rahim istrinya. Dan berikut ayat yang menyebutkan keberadaan istri Nabi Zakaria. 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَإِنِّي خِفۡتُ ٱلۡمَوَٰلِيَ مِن وَرَآءِي وَكَانَتِ ٱمۡرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا

"Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu," (QS. Maryam 19: Ayat 5)

10. Ratu Balqis 

Satu-satunya raja perempuan yang disebutkan dalam Alquran adalah ratu Balqis. Ia dari negeri Saba'. Dia dan kaumnya menyembah matahari. Penyebutan ratu Balqis dalam Quran surah An Naml, dengan tidak menyebutkan namanya langsung. 

Ratu Balqis contoh wanita yang mudah menerima kebenaran setelah melihat bukti yang nyata. Diakhir acara setelah bertemu dengan Nabi Sulaiman 'alaihissalam, ratu Balqis menyatakan keimanannya kepada rabbul'âlamîn -Allah subhânahu wa ta'ala-. 

Berikut salah satu ayat Alquran yang menyebutkan ratu Balqis ketika ia berdialog dengan para pejabatnya. 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

قَالَتۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ إِنِّيٓ أُلۡقِيَ إِلَيَّ كِتَٰبٞ كَرِيمٌ

"Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia."" (QS. An-Naml 27: Ayat 29)

11. Ibunya Nabi Musa 'alaihissalam

Ibunya Nabi Musa mengandung Nabi Musa dimasa pemerintahan Firaun yang kejam. Ia membunuh hidup-hidup bayi laki-laki melalui tangan tentaranya. Dan untuk menyelamatkan bayi Nabi Musa, ibunya punya ide dengan ilham dari Allah subhânahu wa ta'ala untuk menghayutkan Nabi Musa ke sungai nil. Berikut ayat yang menceritakan hal itu sekaligus ayat yang menyebutkan keberadaan ibu Nabi Musa 'alaihissalam dalam Alquran.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَرۡضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفۡتِ عَلَيۡهِ فَأَلۡقِيهِ فِي ٱلۡيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحۡزَنِيٓ ۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيۡكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

"Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa, "Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang Rasul."" (QS. Al-Qasas 28: Ayat 7)

12. Saudara perempuan Nabi Musa 

Nabi Harun adalah saudara kandung Nabi Musa. Nah mereka juga memiliki saudara kandung perempuan. Nah penyebutan saudara perempuan Nabi Musa ini diterangkan di ayat berikut ini;

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَقَالَتۡ لِأُخۡتِهِۦ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتۡ بِهِۦ عَن جُنُبٍ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ

"Dan dia (ibunya Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa, "Ikutilah dia (Musa)." Maka kelihatan olehnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadarinya,"(QS. Al-Qasas 28: Ayat 11)

13. Dua Anaknya Syekh Madyan

Syekh Madyan ini dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan ada yang berpendapat itu adalah Nabi Syuaib. Ada juga yang berpendapat itu keponakan Nabi Syuaib, dan pendapat berikutnya Syeikh Madyan itu adalah orang Shalih di wilayah Madyan. 

Karena ada beda pendapat maka penulis memilih untuk tetap menyebutnya dengan Syeikh Madyan sebagaimana dalam terjemah Alquran. 

Penyebutan dua puteri Syeikh Madyan dalam Alquran adalah ketika Allah subhânahu wa ta'ala menceritakan kisah mereka yang antri memberi minum ternak mereka. Inilah jalan bagi Nabi Musa 'alaihissalam bertemu dengan jodohnya. Setelah menolong dua perempuan itu dalam memberikan minum ternaknya, Nabi Musa diundang untuk menghadap Syekh Madyan. Dan dialog demi dialog, jadi deh Syekh Madyan itu menawarkan kepada Nabi Musa untuk menikahi salah satu puterinya.

Dua puteri Syeikh Madyan ini contoh anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Berikut salah satu ayat yang menyebutkan keberadaan dua puteri Syeikh Madyan tersebut.

Allah Subhanahu wa taala berfirman:

فَجَآءَتۡهُ إِحۡدَىٰهُمَا تَمۡشِي عَلَى ٱسۡتِحۡيَآءٍ قَالَتۡ إِنَّ أَبِي يَدۡعُوكَ لِيَجۡزِيَكَ أَجۡرَ مَا سَقَيۡتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيۡهِ ٱلۡقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفۡ ۖ نَجَوۡتَ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, "Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikanmu memberi minum ternak) kami." Ketika (Musa) mendatangi ayah wanita itu (Syeikh Madyan) dan dia (Syeikh Madyan) menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, "Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu."" (QS. Al-Qasas 28: Ayat 25)

Bersambung...


Senin, 16 Juni 2025

Perempuan Dalam Alquran, Siapa Saja?

Siapa saja wanita yang disebut dalam Alquran? Dan kalau dihitung-hitung ketemukah jumlahnya?

Penyebutan perempuan oleh Alquran, tidak ada kaitannya dengan emansipasi ataupun kesetaraan gender.

Alquran diturunkan sekitar 14 abad yang lalu. Adapun gerakan feminis yang mengusung kesetaraan gender dan emanspasi muncul di akhir abad 18 M. Gerakan ini efek dari perlakuan yang dirasa tidak adil terhadap perempuan di dunia Barat, yang tidak berhukum berdasarkan Alquran dan Alhadist. 

Allah subhânahu wa ta'ala tidak mengajarkan kesetaraan gender. Allah subhânahu wa ta'ala memandang laki-laki dan perempuan adalah sama, tingkat ketakwaannya yang menjadikan mereka bisa lebih mulia di hadapan Allah subhânahu wa ta'ala. Laki-laki memiliki peran dalam kehidupan sebagaimana ketentuan syara', demikian pula perempuan. 

Allah subhânahu wa ta'ala Yang Maha Mengurusi, mengurus dan memelihara semua manusia yang diciptakanNya. 

Dengan demikin, perempuan dalam Islam, tidak perlu memperjuangkan kesetaraan gender ataupun emanispasi. Yang harus mereka perjuangkan adalah pelaksanaan peran sebagaimana perintah Allah subhânahu wa ta'ala dan RasulNya. 

Diantara Wanita yang Tersebut Dalam Alquran

Ada hukum, pelajaran, dan hikmah dari perempuan yang disebutkan dalam Alquran. Dan berikut diantara sosok perempuan yang tersebut dalam Alquran. Penulis urutkan sesuai urutan surah Alquran yang menyebutkan mereka.

1. Sayyidah Hawa

Sayyidah Hawa (istri Nabi Adam 'alaihissalam) adalah sosok wanita pertama yang diciptakan Allah subhânahu wa ta'ala. Dan penyebutannya dalam Alquran menempati posisi pertama bersama Nabi Adam 'alaihissalam, yaitu dalam Quran Surah Albaqarah. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَقُلۡنَا يَٰٓئَادَمُ ٱسۡكُنۡ أَنتَ وَزَوۡجُكَ ٱلۡجَنَّةَ وَكُـلَا مِنۡهَا رَغَدًا حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَلَا تَقۡرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

"Dan Kami berfirman, "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!"" (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 35)

2. Hannah (Istrinya Imran)

Imran seorang shalih yang nama keluarganya menjadi nama surah ketiga dari Alquran yaitu Ali Imran. Imran memiliki istri shalihah bernama Hannah, ia sangat menginginkan melahirkan keturunan yang mengabdi kepada Allah subhânahu wa ta'ala menjadi penjaga Masjidil Aqsha. Nah, waktu itu yang boleh menempati posisi istimewa di Masjidil Aqsha adalah hanya anak laki-laki. Maka Hannahpun berharap terlahir dari rahimnya anak laki-laki. 

Itikad Hannah untuk menjadikan anaknya sebagai hamba yang mengabdi kepada Allah subhânahu wa ta'ala, sampai ia nadzarkan sebagaimana disebutkan di ayat berikut ini. Dan ayat ini sekaligus menjadi ayat penyebutan atas diri Hannah dalam Alquran.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِذۡ قَالَتِ ٱمۡرَأَتُ عِمۡرَٰنَ رَبِّ إِنِّي نَذَرۡتُ لَكَ مَا فِي بَطۡنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلۡ مِنِّيٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ

"(Ingatlah), ketika istri `Imran berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."" (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 35)

3. Maryam binti Imran

Keturunan yang diharapkan oleh Imran dan istrinya, akhirnya terkabulkan. Hannah melahirkan seorang bayi yang diberkahi. Tapi, bukan bayi laki-laki, melainkan bayi perempuan. Bayi tersebut diberi nama Maryam. Dan meski ia seorang perempuan, maka Hannah tetap melaksanakan nadzarnya. 

Maryam berkembang dan tumbuh. Ia pun mengabdikan dirinya kepada Allah subhânahu wa ta'ala. Ia memiliki mihrab khusus di Masjidil Aqsha. Pengurusan Maryam selanjutnya diserahkan kepada pamannya yaitu Nabi Zakaria 'alaihissalam. Hal ini sebagaimana diterangkan di ayat berikut ini. Dan ayat ini sekaligus menjadi ayat yang menyebutkan Maryam dalam Alquran.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنۢبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيۡهَا زَكَرِيَّا ٱلۡمِحۡرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزۡقًا ۖ قَالَ يَٰمَرۡيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتۡ هُوَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَرۡزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ

"Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, "Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?" Dia (Maryam) menjawab, "Itu dari Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 37)

4. Tiga menantu Nabi Nuh 'alaihissalam

Nabi Nuh 'alaihissalam adalah nabi dengan usia hidup 1000 tahun dikurang 50 tahun. Sepanjang ia hidup yang menurut ukuran manusia milineal sekarang adalah waktu yang luar biasa lama hidup di dunia, ia berdakwah hanya 6 orang yang mengimani apa yang beliau dakwahkan. Bahkan anaknya sendiri (Kan'an) tidak mengimani ajarannya. 

Keenam orang tersebut ada dalam bahtera kapal penyelamat yang dibuat Nabi Nuh 'alaihissalam atas perintah Allah subhânahu wa ta'ala. Dalam tafsir Ath Thabari dijelaskan bahwa ke enam orang tersebut adalah 3 anaknya dan 3 perempuan menantunya. Dengan demikian 3 perempuan menantu Nabi Nuh 'alaihissalam ini adalah wanita beriman yang taat. Penyebutan mereka sebagaimana diterangkan di ayat berikut ini.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ قُلۡنَا ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ وَمَنۡ ءَامَنَ ۚ وَمَآ ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ

"Hingga apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, Kami berfirman, "Muatkanlah ke dalamnya (kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan dan betina), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan (muatkan pula) orang yang beriman." Ternyata orang-orang beriman yang bersama dengan Nuh hanya sedikit." (QS. Hud 11: Ayat 40)

5. Istri Al Aziz

Al Aziz sebagai pembesar Mesir waktu itu memiliki istri. Dan ia pun memiliki pembantu yang tidak umum. Kenapa tidak umum? Karena pembantunya tersebut adalah Nabi Yusuf 'alaihissalam. Nabi Yusuf tinggal serumah dengan majikannya itu. Ayat berikut menyebutkan keberadaan istri Al Aziz sekaligus kisah fitnah yang hampir menimpa Nabi Yusuf 'alaihissalam dengan wanita tersebut.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَرَٰوَدَتۡهُ ٱلَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا عَن نَّفۡسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلۡأَبۡوَٰبَ وَقَالَتۡ هَيۡتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّيٓ أَحۡسَنَ مَثۡوَايَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ

"Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, "Marilah mendekat kepadaku." Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak akan beruntung." (QS. Yusuf 12: Ayat 23)

6. Perempuan-Perempuan Temannya Istrinya Al Aziz 

Angin pembawa berita gosip atas peristiwa yang menimpa Nabi Yusuf 'alaihissalam dengan sepoi-sepoi menyebar di kalangan wanita-wanita Mesir. Mengetahui berita tentang dirinya menyebar, istri Al Aziz pun jengkel. Ia mengumpulkan wanita-wanita yang mengosip tentang dirinya, untuk ditunjukkan kepada mereka seperti apa sosok Nabi Yusuf 'alaihissalam itu.

Dan berikut ayat yang menceritakan kisah wanita-wanita temannya istrinya al Aziz dan sekaligus ayat ini menjadi bukti penyebutan mereka dalam Alquran.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَقَالَ نِسۡوَةٞ فِي ٱلۡمَدِينَةِ ٱمۡرَأَتُ ٱلۡعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفۡسِهِۦ ۖ قَدۡ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِي ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

"Dan perempuan-perempuan di kota berkata, "Istri Al 'Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya, pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata."" (QS. Yusuf 12: Ayat 30)

Bersambung...

Selasa, 06 Desember 2022

16 HAKTP, Cukupkah?

Isu perempuan terus mengalir dan tiada kejelasan kapan berakhirnya. Berita seputar perempuan dari kasus kekerasaan yang menimpa perempuan, pemberdayaan perempuan, kesetaraan peran publik perempuan, dan berita lainnya, membentuk satu blok khusus bagi perempuan.

Periode 25 November - 10 Desember menjadi hari-hari yang  diperhatikan oleh sebagian kaum perempuan. Direntang waktu tersebut ada beberapa peringatan.

Tanggal 25 November, Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan pada Perempuan. Tanggal 29 November, Hari Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia. Tanggal 1 Desember, Hari AIDS Sedunia. Tanggal 2 Desember, Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan. Tanggal 3 Desember, Hari Internasional Untuk Penyandang Disabilitas. Tanggal 5 Desember, Hari Internasional Untuk Sukarelawan. Tanggal 6 Desember, Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan Terhadap Perempuan. Tanggal 9 Desember, Hari Pembela HAM Sedunia. Dan tanggal 10 Desember, Hari HAM Internasional.

Berlatar belakang dari peringatan 25 November sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Perempuan dan dihubungan secara simbolik dengan tanggal 10 Desember sebagai hari HAM, maka pada tahun 1991 Women's Global Leadership Institute yang disponsori oleh Center For Women's Global Leadership menginisiasi kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP). Dan pada tahun 2001 Komnas Perempuan tergabung dalam kampanye 16 HAKTP tersebut. 

Catatan Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia

Catatan Tahunan (Catahu) Maret 2022, Komnas Perempuan mendokumentasikan pada tahun 2021 ada 338.496 kasus Kekerasan Berbasis Gender (KBG) terhadap perempuan dengan rincian pengaduan ke Komnas perempuan 3.838 kasus, lembaga layanan 7.029 kasus, dan Badilag 327.629.

Angka tersebut mengalami peningkatan dari 226.062 kasus pada tahun 2020. Meningkat signifikan 50% Kekerasan Berbasis Gender dari tahun 2020 ke tahun 2021. (https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/peringatan-hari-perempuan-internasional-2022-dan-peluncuran-catatan-tahunan-tentang-kekerasan-berbasis-gender-terhadap-perempuan)

Dengan demikian, keterlibatan Komnas Perempuan dengan kampanye 16 HAKTP dari tahun 2001 hingga tahun 2021, belum bisa menurunkan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Kenapa Makin Meningkat?

Berbagai gagasan gerakan khusus bagi perempuan menunjukkan bahwa perempuan saat ini hidup dalam sistem kehidupan yang menempatkan perempuan sebagai entitas tersendiri dari sistem tersebut. Artinya sistem kehidupan tersebut tidak memiliki aturan khusus bagi perempuan. 

Kondisi ini menjadikan perempuan rawan menjadi objek kekerasan, dan di eksploitasi. Sedang di sisi yang lain, sistem ini juga memberikan kepada perempuan kebebasan tanpa batas. 

Dengan sistem yang demikian, apabila kaum perempuan mau terbebas dari tekanan, kekerasan, intimidasi kaum pria, mereka harus berjuang untuk melakukan perlawanan. Mereka harus membuat aturan sendiri yang diyakini menjadikan diri mereka -kaum perempuan- bisa bebas dan bebas dari tekanan siapapun. Karena secara sistem, tidaklah terusmuskan aturan terkait peran dan perlindungan bagi perempuan. 

Tapi, satu sisi yang lain, kebebasan yang diberikan sistem kehidupan ini, menjadikan aktivitas maksiat tidak akan terkategori kekerasan atau mengekang perempuan selama perempuan tersebut mengijinkannya atau menginginkannya. Contohnya seks bebas tanpa ikatan pernikahan tidak terkategori kekerasan pada perempuan selama diinginkan kedua belah pihak. 

Dan atas entitas kaum pria, sistem kehidupan ini juga memberikan kebebasan. Dengan fisik yang lebih kuat dari perempuan dan nalar berfikir yang lebih dominan, menjadikan kaum pria ini bisa bertindak keluar dari jiwa kemanusiaannya kepada kaum perempuan. Sehingga muncullah istilah yang disebut oleh kaum perempuan sebagai kekerasan terhadap perempuan. 

Dari uraian ini, maka sangat relevan jika muncul dikalangan perempuan barat gerakan feminisme. Gerakan kaum perempuan untuk meraih kebebasan tanpa ada gangguan yang tidak diinginkan. Inilah hakikat dari gerakan feminis, meraih posisi dan menempati posisi, bertindak dan berbuat sesuai kemauan. Maka tuntutan selanjutnya dari mereka adalah kesetaraan gender. 

Dan sistem kehidupan apa yang bercorak demikian? Itulah sistem kapitalisme. Sistem kehidupan yang lahir dari asas sekulerisme (pemisahan urusan agama dari kehidupan).  Dan inilah sistem yang saat ini diterapkan oleh manusia.

Karena penerapan sekulerisme-kapitalisme inilah yang menjadikan kekerasan terhadap perempuan terus ada bahkan meningkat, karena patokan kekerasan dalam kacamata kaum feminis adalah melanggar hak asasi ia atau tidak. Tanpa menggunakan ketentuan agama. 

Misal; seorang laki-laki yang meminta istrinya berhijab bisa dikenakan delik KDRT verbal jika si istri tidak bersedia. Jika hingga memberi pelajaran fisik walau hanya cubitan bisa dilaporkan KDRT. Dalam perspektif feminis hal ini melanggar hak asasi perempuan untuk bebas berekspresi yaitu bebas berpakaian. ( Terkait kekerasan verbal bisa baca di link ini https://www.orami.co.id/magazine/kekerasan-verbal)

Padahal berhijab bukan perintah suami, tapi perintah Allah SWT. Suami hanya menjalankan tugasnya  mendidik istrinya untuk mentaati Allah SWT.

Sekulerisme juga menjadikan kaum laki-laki jauh dari agamanya. Dengan pemahaman agama yang minim, taqarub illah yang minimal, bisa memberikan efek Sholat Terus Maksiat Jalan (STMJ). Sehingga tidak terbentuk pribadi laki-laki yang berakhlaq mulia. Merekapun menjadi kasar, dan cenderung memenuhi nafsu. Maka wajar jika sikap dari pribadi yang STMJ ini adalah sewenang-wenang pada perempuan.

Diluar sistem sekulerisme-kapitalisme, faktor individu juga mempengaruhi tingkat kekerasan terhadap perempuan. Bahkan kekerasan perempuan pada laki-laki. Faktanya ada laki-laki yang berada diketiak perempuan. Sampai ada istilah suami-suami takut istri. 

Faktor individu yang mempengaruhi kekerasan tersebut meliputi faktor pemahaman agama, tingkat pendidikan, pendidikan di keluarga, status sosial dan lainnya. 

Dari uraian tersebut, maka layak jika kasus kekerasan terhadap perempuan di sistem saat ini terus meningkat.

Perjuangan Perempuan Tak Menyentuh Akar Masalah

Uraian di atas menunjukkan bahwa apa yang diperjuangkan kaum perempuan saat ini adalah melawan efek dari penerapan sekulerisme-kapitalisme.  

Berbagai kegiatan kelas internasional seperti 16 HAKTP diarahkan untuk melawan kekerasan terhadap perempuan. Sedangkan akar penyebab kekerasan terhadap perempuan yaitu penerapan sekulerisme-kapitalisme dibiarkan. 

Jadi, wajar kampanye 16 HAKTP yang telah digagas sejak 1991 dan agenda-agenda keperempuan lainnya tidak mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan. Karena 16 HAKTP tidaklah cukup untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan.

Muslimah Tidak Perlu 16 HAKTP

Islam sangat berbeda dengan sekulerisme-kapitalisme. Islam sudah menyiapkan ketentuan lengkap dan sempurna terkait pengaturan perempuan, pengaturan laki-laki, pengaturan hubungan perempuan dengan laki-laki, dan sistem sanksi atas pelanggaran aturan tersebut. 

Kaum muslimah tidak perlu capek-capek berjuang untuk kesetaraan gender, tak perlu membuat gerakan untuk melawan kekerasan kaum pria atas dirinya. Karena relasi antar manusia dibangun diatas pondasi keimanan kepada Allah SWT. Semua dihadapan Allah SWT adalah sama, yang membedakan mulia tidaknya adalah tingkat ketakwaannya kepada Allah SWT.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Karena ikatan keimanan inilah, menjadikan hubungan sesama muslim dalam rangka mentaati Allah SWT. Sehingga perlakuan kepada lainnya saling tolong menolong, memperlakukan dengan baik, adil, tidak saling mengintimidasi dan ketentuan lainnya sesuai syariah Islam. 

Jadi, dalam Islam setiap harinya adalah anti kekerasan kepada sesama, baik kepada perempuan ataupun laki-laki.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman

 ۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَا لتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِ ثْمِ وَا لْعُدْوَا نِ ۖ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ

"... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 2)

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّا مِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَآءَ بِا لْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰ نُ قَوْمٍ عَلٰۤى اَ لَّا تَعْدِلُوْا ۗ اِعْدِلُوْا ۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰى ۖ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 8)

Bagi kaum muslimah yang harus diperjuangkan adalah mengamalkan syariah Islam menyangkut dirinya dengan Allah SWT, dengan dirinya sendiri, hubungannya dengan manusia lainnya dengan ikhlas dan benar, sesuai Al Qur'an dn Al Hadist. Jika ada pelanggaran maka sistem sanksi juga sudah disiapkan oleh Islam. Pelaksanaan ketentuan ini sudah menyangkut peran domestik dan publiknya perempuan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَا لِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗ وَسْئَـلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

"Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 32)

Kaum laki-laki juga tinggal melaksanakan syariah Islam menyangkut hubungan dia dengan Allah SWT, dengan dirinya dan dengan sesamanya. 

Jadi untuk kaum hawa dan kaum adam yang dituntut dari syara' adalah melaksanakan perintah Allah SWT dan RasulNya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَطِيْـعُوا اللّٰهَ وَاَ طِيْـعُوا الرَّسُوْلَ وَاُ ولِى الْاَ مْرِ مِنْكُمْ ۚ فَاِ نْ تَنَا زَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَا لرَّسُوْلِ اِنْ كُنْـتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَـوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 59)

Dan sistem Islam ini bisa terlaksana sempurna jika diterapkan dalam sistem kenegaraan. Jika hanya sekup pribadi, seperti saat ini, maka sifat rahmatan lil'almin nya  Islam tidak akan terasa. Hanya individu tertentu, keluarga tertentu yang bebas dari kekerasan. 

Adalah gambaran relasi laki-laki dan perempuan yang shahih, peran publik dan domestik yang tepat dari seorang perempuan yang diteladankan oleh generasi awal Islam merupakan hasil penerapan Islam secara sistematik dalam kehidupan bernegara. 

Dimasa Rasululullah SAW beliau langsung menjadi rujukan dan penerap hukum-hukum tersebut. Setelah beliau dilanjutkan oleh Khulafur Rasyidin dengan kekhilafahan yang berdiri diatas manhaj kenabian. Dan dilanjutkan oleh kekhilafahan berikutnya, hingga yang terakhir kekhilafahan ustmaniyah. 

Jika kaum perempuan saat ini mengharapkan kekerasaan atas mereka sirna maka kembali ke ajaran agama Islam itulah solusinya. Islam yang diterapkan secara kaffah (QS. Al Baqarah: 208). 

Khatimah

Bila Islam mengkampanyekan melalui Al Qur'an dan Al Hadist untuk anti kekerasan terhadap sesama, baik kepada perempuan ataupun laki-laki di setiap harinya, kenapa bukan ini yang diperjuangkan kaum perempuan khususnya muslimah?

Mengusung agamanya sebagai solusi itu seharusnya, bukan terbawa agenda global perempuan yang malah tidak menyelesaikan masalah perempuan dari akarnya. Wallahua'lam bis showwab.












Kamis, 08 Agustus 2019

ANTARA KEINGINAN DAN KEBUTUHAN

Saat kita dalam posisi berada bisa berbuat sesukanya. Tidak ingat itu terkategori boros ataukah tidak. Intinya mau ini itu dilakukan saja. Mau ces hp kelebih penuh juga tidak ada rasa bersalah. Menyalakan lampu kelewat hari juga tidak salah walau kondisi sudah terang. Menyalakan tv sambil tidur terlelap juga tiada merasa boros. Bahkan membeli sesuatu yang tidak kita butuhkan pun juga tidak merasa kelewatan.

Yang semakin mengherankan, saat kotak amal didepan mata, juga tidak merasa pelit ketika tidak mengisinya. Padahal seharusnya berlebih lebih itu dalam berinfaq.

Sungguh, betapa sering kita salah menempatkan rasa. Belum bisa menjinakkan apa yang kita inginkan. Dan belum mampu mengidentifikasi apa yang kita butuhkan.

Itulah masa saat kita berada. Masa yang sering membuat kita lupa. Memenuhi maunya selera. Bukan pertimbangan penting tidak penting, butuh tidak butuh, boros atau hemat. Tapi yang penting selera terpenuhi. Memang kenyang nafsu pada akhirnya. Kepuasan bersifat nafsu terpenuhi. Senang dan puas.

Manusiawi jika manusia demikian. Memang ada bawaan nafsu dalam dirinya. Namun, acungan jempol bagi yang bisa menahan dari sifat berlebih-lebihan. Bukankah Allah SWT juga tidak menyukai hal yang berlebih-lebihan?

Benar nasehat Rasululullah SAW. bahwasannya dalam urusan dunia kita diminta untuk melihat orang yang ada dibawah kita.

Mereka yang kondisi ekonominya digaris kemiskinan. Hidup hemat bahkan super hemat demi tercukupinya semua kebutuhan. Bahkan kadang super hemat sudah diamalkan masih ada hal primer yang tak ternunaikan. Contoh gampang mereka yang tinggal dikolong jembatan hingga di trotoar jalan, tidak terbayang berapa rupiah income harian mereka.

Pentingnya melihat yang dibawah, memunculkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kondisi kita saat ini. Masih bisa mencukupi apa yang dibutuhkan. Betul, riski tidak selalu dimaknai dengan harta, jabatan dan status sosial lainnya . Sehat juga riski. Keluarga yang baik juga riski. Teman yang baik juga riski.

Dan riski yang termahal adalah iman kita kepada Allah SWT. Kenikmatan dalam beribadah kepadaNya. Kenyamanan dalam mentaati syariahNya. Inilah nikmat sejati dari seorang muslim.

Oleh karena itu, ditengah berbagai kondisi yang kita hadapi, maka karunia tertinggi yang harus selalu kita pohonkan kepada Allah SWT adalah istiqamah dalam mengimaniNya dan mentaatiNya hingga maut menjemput. Rabbanaa atinaa milladunka rahmah wahayyiklanaa min amrinaa rosyadaa. 

Inilah perkara pertalian seorang hamba dengan RabbNya. Dialah pemilik segalanya dan kepadanya jualah segala urusan dikembalikan. Wallahua’lam bis showab.

Jumat, 09 Maret 2018

HARI PEREMPUAN, MEMPERJUANGKAN TAKWA BUKAN GENDER

Tanggal 8 Maret diperingati sebagai hari perempuan internasioanal.  Di ketahui bahwa awal munculnya peringatan ini dimulai dari unjuk rasa 15 ribu wanita di New York (1908) yang menuntut hak suara,  gaji yang layak dan pemangkasan jam kerja wanita. Beberapa tahun kemudian, Pemimpin Partai Sosial Demokratik Jerman, Clara Zetkin, mencetuskan ide untuk membuat peringatan hari perempuan internasional. Dan ide inipun disambut oleh perempuan Barat. Hingga kemudian 1913 ditetapkanlah 8 Maret sebagai hari perempuan internasional. (www.republika.co.id).

Tujuan sebenarnya yang hendak diraih dari perjuangan perempuan internasional ini adalah mewujudkan kesetaraan gender secara utuh. Utuh yang dimaksud seperti apa, saya juga belum memahaminya. Andaikan utuh dimaknai dalam seluruh aspek kehidupan maka itu sebuah perjuangan yang tiada berguna. Memperjuangkan sesuatu yang mustahil, absurd. Karena melawan kodrat yang memang ada yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Wanita hamil, menyusui, mengurus bayi apakah kemudian akan diubah laki-laki hamil, menyusui dan mengurus bayi dirumah?

Jumat, 07 April 2017

BELAJARLAH PADA FATIMAH BINTI MUHAMMAD



Perjalanan hidup putri Rasulullah saw Fatimah Az Zahro mengalami liku-liku. Dari yang awalnya hidup dalam dekapan, pelukan dan kasih sayang seorang ibu tercinta, akhirnya harus berubah ketika sang bunda Khodijah di ambil Alloh swt. 
Fatimah tentu sedih, ditinggal oleh ibundanya. Kesedihan seorang anak sekaligus sebagai putri Nabi saw. Namun dia simpan sedih itu karena dia menyadari bahwa semua manusia yang ada di dunia ini akan kembali menghadap sang Ilahi Rabbi dan ibundanya adalah sosok wanita shalihah yang mendapat jaminan surga. 
Likuan perjalanan yang harus Fatimah terima dengan penuh ikhlas demi taat kepada Alloh dan RasulNya, yang Rasul itu adalah Ayahnya sendiri. Fatimah ikhlas dan bahagia menerima kehadiran ibu-ibu barunya. Saat Rasulullah saw memutuskan untuk menikah lagi dengan beberapa janda dan juga seorang gadis yakni Aisyah binti Abu Bakar. 
Fatimah bisa menerima kehadiran para ibu barunya. Fatimah tidak sedih. Fatimah juga bisa menerima kehadiran saudara-saudara barunya. Fatimah juga tidak sedih. Fatimah bangga memiliki ibu-ibu baru yang sholehah. Fatimah juga bangga memiliki jaringan kekerabatan yang luas dari pernikahan Ayahnya.
Fatimah binti Muhammad, sosok wanita sholehah yang menyandarkan segala urusannya kepada Alloh swt. Meski harus lelah dan payah demi meraih ridho dan pahala dari Alloh. Fatimah teladan buat para akhwati muslimah yang ingin menapaki keikhlasan dalam meniti kehidupan demi meraih derajat tertinggi sebagai hamba yang bertakwa.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Ibu Wanita Mulia


      Allah swt menciptakan manusia berpasang-pasangan. Sehingga hidup menjadi indah dan utuh. Keindahan itu kian terasa setelah dari pernikahan melahirkan seorang buah hati. Buah hati yang menjadi cermin dari kedua orang tuanya. Ada bagian yang mirip Ayahnya dan ada bagian yang mirip Ibunya. Dua karakter menyatu dalam diri anak. Ayah dan ibupun bekerjasama untuk mengasuh, merawat dan mendidik buah hatinya. Hingga ia tumbuh dewasa dan mandiri.
Kasih sayang kedua orang tua terus mengalir disetiap tumbuh kembang anak. Cucuran keringat Ayah dalam mencari nafkah untuk keluarga menjadi jasa besar beliau. Bekerja tak kenal lelah dan tak kenal keluh kesah. Kebahagian Ayah adalah ketika ia mampu memimpin keluarganya dijalan yang benar dan mampu memberikan nafkah yang layak bagi seluruh anggota keluarga. Kesedihannya ketika ia tak mampu memimpin dan memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Pengorbanan tanpa pamrih, itulah moto seorang Ayah. Memimpin keluarga tapi tidak minta perlakuan bak Raja.
       Ibu, sosok lembut yang menjadi pendamping setia Ayah. Ketulusannya dalam melayani segala kebutuhan suami menjadi hal istimewa baginya. Pagi buta Ibu sudah harus bangun untuk menyiapkan peralatan kerja Ayah, pakaian kerja Ayah, dan juga sarapan kesukaan Ayah. Pekerjaan –pekerjaan rutin ini membanggakan bagi Ibu. Beliau tidak pernah mengeluh atau merasa terhina dengan rutinitas-rutinitas itu. Kebahagiaan Ibu adalah melihat senyum keridhoan dari suaminya dan senyum bangga dari anak-anaknya. Itulah Ibu belahan jiwa Ayah.
       Belum selesai pekerjaan satu, ibu sudah ditunggu tugas berikutnya. Mengasuh buah hati mereka. Secapek apapun kondisi ibu, beliau tidak mengeluh merawat anak-anaknya. Cukup jelas sikap ibu ketika mengandung buah hatinya. Dari umur 1 hari hingga 9 bulan mendekati kelahiran yang ada dalam diri ibu adalah kebahagiaan. Ketika bayi sudah lahir dan Ibu dibangunkan tengah malam oleh suara tangis anaknya, ibu tidak mengeluh. Ketika anaknya sudah mulai merangkak dan seringnya ngompol disembarang tempat, dengan senyum pula ibu mengepel dan mengganti popok anaknya. Dan ketika si anak menginjak  remaja dan terus dewasa ibu tetap setia mendidik dan mencintai putra putrinya. Itulah ibu, wanita yang selalu hadir dalam hati anak-anaknya.
         Sekarang kita sebagai anak? Pengorbanan apa yang telah kita berikan kepada mereka? Benarkah kita tulus selama ini melaksankan perintah-perintah beliau? Tentunya perintah pada kebajikan. Atau ketaatan yang bersyarat? Bersedia melaksanakan perintah Ayah bila kita lagi kosong, bersedia melaksankan perintah ibu bila ditambah uang saku bagi kita yang masih sekolah, atau juga bersedia melaksankan perintah Ayah Ibu bila mereka bersedia dititipi anak kita –bagi kita yang bekerja dan sudah berumah tangga-. Lantas, apakah perlakuan yang demikian itu menjadikan Ayah dan Ibu membuang rasa kasih sayangnya kepada kita? Ternyata tidak. Seandainya mereka kita jadikan tempat Penitiapan Anak (TPA) kitapun mereka terima dengan bahagia. Padahal sebenarnya belum hilang rasa lelah mereka dalam merawat diri kita. Subhanallah, inilah Ayah dan Ibu yang tulus mencintai kita.
Tidak salah bila kemudian Allah swt memberikan pengormatan buat mereka. Sebagaimana sabda Rasulullah saw Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua” (HR. Al Hakim). Dari sini cukup jelas bagaimana harusnya kita memperlakukan kedua orang tua. Seandainya saja kedua orangtua menuntut balas jasa dari kita, maka hingga kita meninggalpun belum cukup waktu untuk membalas jasa mereka. Terlebih-lebih pada Ibu. Semua manusia mimiliki hutang jasa pada sosok bernama Ibu. Wanita perkasa yang dengan tulus ikhlas berjuang demi melihat senyum bahagia suami dan anak-anaknya. Maka sangat tepat bila Allah swt memberikan penghormatan dan kedudukan yang mulia pada Ibu. Sebagaimana dikisahkan dalam hadist Rasulullah saw bahwa ada seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?" Nabi Saw menjawab, "ibumu...ibumu...ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu." (Mutafaq'alaih). Demikian pula dalam hadist Rasulullah yang lain disebutkan “ Aljannatu tahta fi aqdamil ummahat” artinya surga itu berada dibawah telapak kaki ibu.
Dua hadist di atas cukup jelas mengajak kita untuk memuliakan ibu, menjaga perasaanya, melaksanakan perintahnya, tentu perintah yang benar. Maka setiap hari adalah moment yang tepat bila kita gunakan untuk intropeksi diri dan mengaca diri “Sudahkah kita menjadi anak sholeh-sholehah kebanggaan Ayah dan Ibu kita?”. Bila belum masih ada waktu untuk memperbaiki diri dan berbakti pada mereka. Ayah dan Ibu maafkanlah segala kesalahan anakmu ini.

Dipun Waos Piantun Kathah