يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Maret 2026

Langsung Santap dan Kelewat Kenyang, Kelirunya Dimana?

Syawwal bila dilihat dari sisi bahasa maknanya bulan peningkatan. Nah, pertanyaannya, hingga di hari ini, apa yang meningkat dari diri kita?

Satu yang pasti meningkat dan itu hampir dialami oleh semua muslimin adalah peningkatan frekuensi makannya. Hehe. Betul apa tidak?

Ramadan mengajarkan siang tidak makan dan minum. Bagaimana dengan siang di Syawwal ini? Hem, kunjung sana sini aneka snack tersaji hingga suguhan olahan makananpun gratis disantap bareng-bareng. Aneka minumanpun tak terlewat mendampinginya.

Perilaku Konsumsi yang Keliru dan Pengaruhnya

Setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi, pasti mengandung gizi tertentu. Gizi? Walah, tidak berfikir sampai situ. Berdoa? Semangat memakannya melupakan berdoa dulu. Langsung santap aja. Sergap! 

Nah, coba kita merenung sebentar saja. Coba dirasa-rasa bagaimana suasana keimanan kita, suasanan kedekatan hati kita dengan Allah subhânahu wa ta'ala, dan perilaku nafsu kita? Bandingkan semua itu dengan saat kita berpuasa di bulan Ramadan dengan saat di bulan Syawwal ini.

Memang sih, ada beberapa faktor yang mempengaruhi keimanan, kedekatan hati dengan Allah subhânahu wa ta'ala, dan perilaku nafsu. Tapi, sadarkah kita, ternyata oh ternyata, makanan dan minuman yang kita konsumsi memiliki pengaruh pada keimanan, kedekatan kepada Allah subhânahu wa ta'ala dan perilaku nafsu. Oiyakah?

Keimanan sebagai pangkal dari ketaatan, bisa melemah dengan perilaku konsumsi yang keliru. Demikian pula rasa kedekatan kita kepada Allah subhânahu wa ta'ala. Sebaliknya, nafsu dengan perilaku konsumsi yang keliru malah mengalami peningkatan. Waduh!

Perilaku konsumsi yang keliru disini, penulis batasi pada dua aspek saja dengan objek konsumsi dianggap halal semuanya.  

Pertama, melewatkan berdoa. Seminimal berdoa adalah membaca basmallah sebelum makan atau minum dan hamdalah sesudahnya. Dalam hadistnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda; "Tiap-tiap pekerjaan penting yang tidak dimulai dengan membaca basmallah maka pekerjaan tersebut kurang berkah" (HR. Abu Daud)

Dari Umar bin Abi Salamah radiyallahu 'anhu, dia menceritakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bacalah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang didekatmu" (HR. Mutafaqun 'alaihi)

Dari Ibnu Abbas radiyallahu 'anhu, dia menceritakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian minum dengan satu nafas seperti minumnya keledai, tetapi minumlah dua atau tiga kali, dan bacalah bismillah jika kalian hendak minum, dan alhamdulillah jika telah selesai melakukannya" (HR. Tirmidzi)

Dalam hadist lain riwayat dari Jabir bin Abdullah radiyallahu 'anhu, sesungguhnya dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika seseorang menyebut nama Allah ketika hendak masuk rumahnya dan ketika hendak makan, maka setan berkata, 'kalian (bangsa setan) tidak bisa menginap dan tidak bisa makan!'. Jika seseorang tidak menyebut nama Allah ketika hendak masuk rumahnya maka setan berkata, 'Kalian bisa masuk dan bisa menginap'. Jika seseorang tidak menyebut nama Allah sewaktu hendak makan, maka setan berkata, 'Kalian bisa menginap dan makan malam'. (HR. Muslim)

Nah, itulah diantara hadist terkait makan dan minum. Ternyata, keberkahan atas makanan dan minuman adalah jika berdoa sebelum mengkonsumsinya!. Keberkahan inilah yang memberikan pengaruh terhadap stabilitas iman, kekuatan kesadaran dan perasaan akan kedekatan kepada Allah subhânahu wa ta'ala, baik itu berupa kesadaran akan pengawasanNya dan perasaan dekat dengan Allah subhânahu wa ta'ala. Sebaliknya, keberkahan ini menjadikan nafsu su' ( nafsu yang buruk) melemah.

Oh, ternyata membaca basmallah (بسم الله atau بسم الله الرحمن الرحيم) mendatangkan keberkahan. Jadi tahu deh!

Sebaliknya, melewatkan berdoa, melewatkan membaca basmallah, menjadi jalan setan untuk ikut masuk ke dalam makanan atau minuman yang kita konsumsi. Dan bila setan bisa ikut masuk, maka tidak ada pengaruh ma'ruf atas kehadirannya. Ia akan memberikan efek negatif berupa melemahkan keimanan, berujung pada kendurnya ketaatan, malas ibadah, dan perasaan dekat dengan Allah subhânahu wa ta'ala menurun sehingga berkurang kesadarannya akan pengawasanNya. 

Sebaliknya, nafsu buruk bisa naik level. Wujudnya bisa berupa lisan, mata, telinga, hati, akal yang tidak terjaga. Terus bagaimana?

Bila sekarang sudah mengetahui bahwa tidak berdoa sebelum makan dan minum itu perilaku konsumi yang keliru, maka hayuk ditinggalkan!

Kedua, berlebihan dalam makan dan minum. Baik frekuensinya maupun kuantitasnya. Frekuensi yang sedikit-dikit makan akan mengambil banyak menit untuk makan. Bila dikumpulin menit itu bisa mengambil waktu beberapa jam dalam sehari. Terlebih jika makannya sambil ngobrol. Tambah tak putus-putus makannya! Cie!

Padahal oh padahal, tanpa kita sadari, makan telah mencuri banyak waktu yang kita miliki. Bisa jadi, ada aktivitas yang lebih berfaedah untuk mengisi waktu tersebut selain nyantap jajanan lebaran sambil ngerumpi. Iya juga ya! Mikir!?!

Berikutnya berlebih kuantitasnya. Makan melewati batas kenyang. Kenyang menyedot banyak oksigen ke area pencernaan. Hal ini bisa menjadikan seseorang terserang kantuk. Apabila sudah mengantuk, pengennya tidur saja, kadang lupa atau jadi enggan salat bila belum salat, malas membaca Al Quran bila belum membacanya.

Perilaku berlebihan dalam makan dan minum ini tidak sesuai dengan petunjuk Allah subhânahu wa ta'ala. Kaum muslimin diperintahkan untuk meninggalkannya. Allah subhânahu wa ta'ala juga tidak menyenanginya.

Allah subhânahu wa ta'ala berfirman;

يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٍ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ

"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 31)

Tidak ada suatu hal yang dibenci Allah subhânahu wa ta'ala kecuali itu pun buruk bagi manusia. Tidak ada sesuatu yang dilarang Allah subhânahu wa ta'ala kecuali itupun tidak baik bagi manusia. Dan faktanya memang demikian. Berlebihan dalam makan dan minum memberikan efek negatif bagi pengkomsumsinya.

Ikut mengingatkan al Faruq, Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu, Ia berkata, "Wahai sekalian manusia, janganlah kalian memenuhi perut kalian, karena dengannya kalian akan malas menegakkan salat, juga merusak hati kalian, dan akan menimbulkan penyakit". Tuh kan!

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ikut mengkhawatirkan jika umatnya berlebihan dalam makan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bejana terburuk yang di-isi oleh anak Adam adalah perutnya sendiri. Cukuplah baginya suapan-suapan untuk menegakkan badannya. Jika tidak bisa, maka jadikan sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk bernafas" (HR. Tirmidzi, an Nasai, dan Ahmad).

Ternyata bukan makan lagi, lagi dan lagi! Kabur!!!!!! Yup, ditinggalkan perilaku mengkonsumsi hingga kelewat kenyang. Secukupnya dan pandai-pandai membagi waktu, sehingga tidak habis waktu di depan rodong jajan, toples snack, blek roti. Haha.

Khatimah

Dua perilaku konsumsi yang keliru yaitu melewatkan berdoa dan berlebih dalam makan dan minum bukanlah perilaku yang diajarkan oleh kitabullah dan sunnah nabi. Dan ternyata, tidak ajarkan demikian itu karena dua perilaku tersebut memberikan efek negatif yang signifikan atas keimanan kita, kedekatan kita kepada Allah subhânahu wa ta'ala dan perilaku nafsu. Wallahua'lam bis shawâb.



Selasa, 24 Desember 2024

Melawan Brain Rot

Ada diantara orang menyebut handphone ibarat nyawa kedua. Pengibaratan ini muncul dari fakta terindra semisal dibawanya HP kemanapun pemiliknya berada. Bahkan lumayan serem hingga ada berita yang sampai ke telinga penulis, ada yang duduk di toiletpun bertemankan handphone. 

Selain fakta tersebut, adalah munculnya perasaan pada manusia saat ini, semisal sedih level menengah atas jika kehilangan gadgetnya, rindu berat jika sehari saja tidak membawa handphone, lebih perhatian dengan gadgetnya daripada orang yang ada di dekatnya, gawai menjadi tempat pelarian dari beberapa kondisi, hingga waktu sibukpun masih menyempatkan buat status. 

Waktu Habis di Depan Smartphone Awal Brain Rot

Aplikasi di smartphone dengan varian menu yang ada bisa melahap semua waktu manusia, asal memiliki handphone terisi kuota internet. 

Seharian mau YouTubeban bisa, seharian mau googlelan bisa, seharian mau tiktokan bisa, seharian mau ngegames bisa, seharian mau wa-an bisa, seharian mau IG-an bisa. Seharian mau facebookan bisa, seharian mau berkunjung ke shoppe, pindah ke tokopedia, pindah ke lazada, bisa.

Inilah perilaku yang tak disadari pelakunya bila mengandung bahaya berupa memandulkan kinerja otak mereka. Bahaya ini juga bisa menimpa mereka yang menghabiskan waktunya didepan layar TV semisal melihat sinetron. 

Ketika seseorang memanfaatkan gawainya untuk menikmati semua sajian yang ada, maka itu menuntun dirinya untuk menjadi penikmat, pengkonsumsi berbagai konten dan suguhan yang ada. Terbawa dengan konten yang disajikan dan jinaklah otaknya.

Peran sebagai penikmat, pengkonsumsi ini bila berkelanjutan menjadi habits, maka kinerja otak menjadi ya sebatas itu. Sebagaimana pisau, jika tidak diasah maka lama-lama ia akan berkarat. Hingga kemudian hilang kemampuannya untuk memotong. 

Demikian pula, pola kinerja saraf-saraf pada otak. Jika ia dibiasakan menikmati, maka jangan tanya kenapa anda tidak produktif. Jika ia dibiasakan mengkonsumsi, maka jangan tanya kenapa anda berat diajak berfikir. Jika ia dibiasakan mengenyam konten-konten recehan, maka jangan tanya kenapa anda tidak kritis.

Kondisi inilah diantara gambaran brain rot, yaitu melemahnya hingga tumpulnya fungsi otak. Otak menjadi jinak, menjadi tidak ada ide, menjadi malas mikir. Padahal seharusnya otak selalu diajak berfikir, memahami, menghafal, menganalisis, menjadi sebatas menikmati tanpa adanya proses berfikir. 

Bagaimana Melawan Brain Rot?

Betul, memang faktanya beda kepala, beda kemampuan otaknya. Fakta pula, akan selalu ada sebagian yang menjadi pemikir, sebagian lainnya menjadi penikmat hasil pikiran orang lain. Namun, ketika gawai di gunakan oleh hampir semua manusia, dengan pola penggunaan sebagaimana dijelaskan di atas maka bisa terjadi gelombang manusia pengidap brain rot. Bahaya jika para pemikir menghilang, para penghafal menghilang, para kreator menghilang, para analisator menghilang. Tentu hal ini harus dicegah.

Tips simple yang bisa amalkan oleh pengguna gadget untuk mencegah brain rot diantaranya adalah; pertama, buka HP jika anda perlu saja. Jika tidak ada keperluan tidak usah membuka HP. Keperluan ini adalah keperluan yang bersifat primer. Kurangi yang sekunder dan jauhi yang tersier. Perlu niat untuk ngerem nafsu HP-an saja.

Kedua, saat melihat konten positif, berfikirlah anda. Semisal, bagaimana ya cara membuat konten begituan, andai aku yang ada ditayangan itu, mau cobalah buat begituan. Pikiran-pikiran demikian ini akan mengubah pola otak anda dari penikmat menjadi memunculkan ide kreatif untuk memproduksi konten. 

Ketiga, bila mau menikmati konten, pilih konten yang mengandung unsur meningkatkan iman takwa, menambah ilmu pengetahuan, memperluas wawasan, memberikan informasi berita dan lainnya.

Keempat, berikan waktu yang tidak banyak menit untuk membuka medsos. Fungsikan medsos lebih pada subjek pembagi konten, daripada penonton/penikmat konten. Habis share konten, jangan berlama lihatin status orang, segera tutup medsos. 

Kelima, hindari berbagi status berisi curhatan pribadi. Perbanyak berbagi yang memberikan ilmu, pengetahuan ataupun konten manfaat lainnya. 

Keenam, lebih fokuskan untuk beraktivitas pada hal konkret, kecuali jika anda pekerja online atau pribadi yang penghidupannya di dunia cyber.

Itulah diantara tips untuk melawan brain rot. Bila para orang tua bisa menerapkan tips itu, inshaAllah untuk anak-anak merekapun akan mudah ditata dalam hal gadget. Tentu, membentengi mereka sedari kecil dari kondisi brain rot sangat urgent.

Khatimah

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam mengingatkan kita semuanya. Dari Abu Hurairah radiyallaahu 'anhu ia berkata, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Diantara tanda baiknya keislaman seseorang, adalah ia meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya" (HR. Tirmidziy).

Wallahua'lam bis shawaab

Jumat, 26 Mei 2023

Penghargaan Atas Prestasi dan Pengabdian Rakyat

Perhelatan Sea Games 2023 telah usai. Dan peringkat 3 se-Asia Tenggara diraih Indonesia. Dengan perolehan 87 medali emas, 80 perak, dan 109 perunggu.

Capaian yang membanggakan karena telah melebihi target dan lebih baik dari Sea Games 2021.

Pesta bonus pun akan diterima pemain penerima medali termasuk pelatih hingga asisten pelatih. Untuk bonus diambilkan dari APBN, sebagaimana informasi dari Kemenkeu sebesar 275 miliar. Adapun untuk kebutuhan sepanjang Sea Games 2023 dananya 55,2 miliar. Dan pembinaan atlet untuk multi event internasional sejumlah 522 miliar (https://www.nusabali.com/berita/142166/bonus-peraih-medali-sea-games-2023-pemerintah-gelontorkan-rp-275-miliar)

Penghargaan Atas Prestasi Atau Pengabdian?

Prestasi identik dengan capaian seseorang dalam event tertentu. Berprestasi itu jika mendapat juara 1 atau juara 2 atau juara 3 dan seterusnya. Dan mendapatkan hadiah dan juga bonus. Akhirnya, jika tidak ikut event tertentu, seolah seseorang tidak berprestasi, dan tidak berhak mendapatkan hadiah dan bonus. Jadilah makna prestasi mengalami penyempitan makna. 

Padahal, dalam kamus KBBI, prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan, dikerjakan dan sebagainya. Dengan definisi ini, maka setiap orang yang telah melakukan pekerjaan ataupun usaha maka ia telah meraih prestasi (hasil). Dan ia layak mendapatkan penghargaan atas hasil usaha dan jerih payahnya tersebut.

Adapun pengabdian identitik dengan pengorbanan sukarela tanpa ada imbalan. Berdasarkan kamus KBBI, pengabdian adalah proses, cara, perbuatan mengabdi atau mengabdikan. 

Dalam konteks kenegaraan dengan mengacu pada penjelasan di atas maka seseorang yang mengabdikan dirinya untuk kepentingan negaranya, memiliki nilai yang sangat tinggi. Motivasi mereka bukan juara, bukan hadiah, bukan bonus, tapi murni pengabdian, bisa motivasi kemanusiaan atau juga motivasi ruhiyah (mendapatkan pahala).

Tapi, jiwa pengabdian untuk kepentingan negara yang seperti ini kian menghilang seiring dengan materialisasi disegala bidangnya. Tanpa adanya uang tidak ada pekerjaan/program yang berjalan. 

Akhirnya, penetapan bugdet (anggaran) atas satu event perlombaan bisa sampai ratusan miliar.

Seolah yang ditanam dan akhirnya tertanam juga ke dada, bukan semangat pengabdian yang harus mendominasi tapi materi. Jika bonus atlet peraih medali emas 500 juta per orang, berapa ratus juta uang yang telah diberikan kepada keluarga pahlawan yang telah merelakan nyawanya melayang demi mengusir penjajah? 

Memberikan bonus kepada mereka yang telah memberikan nama kepada negeri ini di mata dunia sah-sah saja dan mubah-mubah saja. Hanya saja, jangan keliru besarannya. Ada rakyat yang miskin, fakir, yatim, dhuafa, pengangguran dll yang itu wajib negara keluarkan kondisi mereka dari yang demikin itu. 

Kebutuhan pokok lainnya seperti pendidikan, kesehatan, sarana-sarana umum dll juga kewajiban negara hingga terjangkau sejahtera semunya. Bukan malah makin melangit dan mahal dikantong rakyat kecil.

Prestasi memang harus dihargai, pun demikian pula pengabdian. Dan semua rakyat dinegeri ini telah menoreh prestasi dan pengabdian sesuai posisinya masing-masing, maka tugas negara memberikan penghargaan dengan mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh rakyat.

Pengabdian dan Prestasi dalam Islam

Islam itu agama sekaligus sistem kehidupan yang sempurna. Allah subhaanahu wa ta'ala sendiri mengklaim hal itu. Allah subhaanahu wa ta'ala menyebut tidak ada agama yang diridhaiNya selain Islam (QS. Ali Imron ayat 19 dan 85).

Pengabdian dalam Islam ditujukan untuk meraih rida dan pahala Allah subhaanahu wa ta'ala. Dan pengabdian adalah tugas utama manusia di dunia. Yaitu mengabdi kepada Allah subhaanahu wa ta'ala. Dan inilah tujuan penciptaan manusia. Allah subhaanahu wa ta'ala terangkan dalam firmanNya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Dan puncak dari pengabdian seorang muslim adalah untuk meraih takwa. 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَا لَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ 

"Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 21)

Meraih takwa inilah prestasi tertinggi seorang muslim. Jadi, biarpun meraih medali emas di olimpiade dunia dan mendapat bonus 1 miliar, tapi kalau dia tidak beriman dan bertakwa maka tidaklah berprestasi dihadapan Allah subhaanahu wa ta'ala.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Inilah definisi prestasi yang menjadikan setiap individu memiliki peluang yang sama untuk meraihnya. 

Dengan demikian, olahraga dalam Islampun ditujukan untuk mewujudkan pribadi yang sehat sehingga mampu mengemban berbagai amanah yang Allah subhaanahu wa ta'ala tetapkan atas manusia. (Baca dilink ini https://menggoreskanide.blogspot.com/2023/04/bila-olahraga-dipertandingkan-dan.html?m=1)

Akhirnya, anggaran keuangan negara dalam sistem Islam tidak akan salah dalam mengalokasikan uang di Baitul mal untuk bidang olahraga. Biidznillah. Karena setiap pos pemasukan memiliki alokasi pengeluaran yang sudah ditetapkan pula. 

Khatimah

Bila Rasulullah menyebut semua kebaikan adalah sedekah. Maka setiap perbuatan baik yang tidak melanggar syariahNya itu adalah prestasi. Dan setiap ketaatan adalah pengabdian. Dan Allah subhaanahu wa ta'ala akan menghargainya dengan surga. 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۙ اُولٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ 

"Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk."

جَزَآ ؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ

"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah Surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya." (QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 7-8)

Wallahu'alam bis shawwab.





   



















Selasa, 11 April 2023

Menjaga Kesehatan Gigi Dengan Siwak

Pernahkah anda bayangkan, bagaimana jadinya jika manusia hanya dikasih mulut tanpa ada giginya? Hem, pasti anda tidak bisa mengunyah makanan. Makanan lezat jadi tidak nikmat, bahkan bisa-bisa tidak bisa menelan karena makanan belum terkunyah. Bahkan usus di perut bisa cepat rusak karena makanan yang masuk tanpa dikunyah dulu. 

Nah, sudahkah anda bersyukur atas nikmat gigi? Bersyukur dengan cara merawat gigi, menjaga kesehatan gigi, dan menggunakan gigi untuk mengunyah makanan yang halal dan thayyib. Berikut ada kisah dialog Imam Syafi’i dengan seorang pemuda tentang gigi.

Imam Syafi’i rahimahullah memiliki pesan terkait kesehatan gigi. Pesan beliau itu disampaikan tatkala ada seorang pemuda datang kepada beliau. Pemuda tersebut mengeluhkan giginya. Anak muda itu berkata kepada Imam Syafi’i, “Beritahukanlah kepadaku bagaimana cara anda menjaga kesehatan gigi anda, sehingga anda tidak pernah sakit gigi?”

Imam Syafi’i rahimahullah menjawab, “Wahai anakku, gigi ini adalah amanah dari Allah subhaanahu wa ta’ala kepada kita. Maka jika kita jaga amanah Allah subhaanahu wa ta’ala ini, Dia juga akan menjaganya. Jika kita menjaga gigi kita di masa kecil kita, maka ketika tua, Allah subhaanahu wa ta’ala yang akan menjaganya”

 Menjaga Amanah Gigi

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah mengajari bagaimana cara menjaga amanah gigi ini. Biar gigi tetap sehat dan jutaan mikroba di dalam mulut tidak merusak gigi anda. Mikroba di mulut setiap harinya memakan sisa-sisa makanan untuk kemudian diubah menjadi zat asam yang terkonsentrasi. Zat asam ini memiliki kemampuan untuk melarutkan bagian enamel (email) gigi secara bertahap dan menimbulkan pembusukan. 

Nah, pembusukan gigi inilah yang menimbulkan rasa nyeri yang sangat sakit dan menyiksa gigi anda. Seluruh tubuh pun ikut merasakan sakitnya. Hem, sakitnya sakit gigi! 

Bersiwak adalah resep menjaga gigi yang telah dicontohkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Siwak dapat menyingkirkan sisa-sisa makanan dari celah atau permukaan gigi. Rasulullah bersabda, “Siwak adalah sumber kebersihan gigi dan sumber keridaan Tuhan” (HR. Bukhari)

Siwak berasal dari pohon Arak (Salvadora Persica), banyak tumbuh di daerah Makkah, Madinah, Yaman dan Afrika. Siwak memiliki kandungan kimiawi sebagai berikut; 

  • antibacterial acid yang berfungsi membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi.
  • minyak aroma alami yang memiliki bau dan rasa yang segar dapat menyegarkan mulut dan menghilangkan bau mulut
  • enzim yang mencegah pembentukan plak gigi yang merupakan penyebab radang gusi
  • anti decay acid (zat anti pembusukan) dan antigermal system yang bertindak seperti penicillin menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah terjadinya proses pembusukan
  • mengandung bahan silica yang mengeraskan email gigi
  • bahan tannin dan vitamin c yang menguatkan pembuluh darah gusi. Dan zat kimiawi lainnya

Masya Allah, setelah mengetahui kandungan kimiawi siwak, apa yang di sabdakan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa siwak sumber kebersihan gigi dan sumber keridaan Tuhan adalah benar. 

Bersiwak saat ini lebih mudah. Jika Rasulullah dulu murni dengan batang siwak yang dilembutkan dengan cara dipukul-pukul, sekarang siwak sudah diolah dengan mesin menjadi pasta gigi. Ada banyak pasta gigi dari siwak. Jadi, tidak kesulitan untuk meniru Nabi gosok gigi pakai siwak. Selamat mencoba! Wallahua’lam bis shawwab.

 

  

Selasa, 14 Februari 2023

Awas, Diabetes Melitus Mengintai!

Catatan Ikatan Dokter Anak Indonesia, menyebutkan kasus diabetes pada anak sejumlah 1.645 pasien di 13 kota. Angka tersebut menunjukkan peningkatan 70 kali lipat  jika dibandingkan tahun 2010. (https://amp.kompas.com/tren/read/2023/02/04/133000065/lonjakan-kasus-diabetes-anak-di-indonesia-begini-cara-pencegahannya).

Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis baik pada anak ataupun orang dewasa memiliki gejala yang sama, diantaranya; cepat lapar sehingga banyak makan, cepat haus sehingga banyak minum, banyak kencing alias sering ngompol, dan mengalami penurunan berat badan drastis dalam 2-6 Minggu sebelum terdiagnosis.

Padahal banyak makan banyak minum tapi si penderita diabetes melitus tidak gendut, karena penyakit ini menyerang pembuluh darah. Akhirnya, terjadi masalah dalam penyerapan gula darah dalam tubuh, sehingga menyebabkan jaringan otot dan lemak menyusut. 

Apapun yang Dirasa Enak, Dimakan Anak

Penderita Diabetes Melitus (DM) dikalangan anak dialami oleh anak dari usia 0- 14 tahun lebih. Masing-masing rentang usia memiliki prosentase jumlah penderita yang berbeda-beda. 

Walau makanan bukan faktor satu-satunya penyakit DM ini, tapi kecenderungan tidak disiplin dalam menjaga makanan ataupun minuman dimiliki oleh penderita DM.

Usia anak-anak masihlah menstandarkan pemenuhan makan minum mereka pada rasa. Apa yang dilidah enak, manis, akan diulang-ulang untuk dikonsumsi anak.

Mereka belum berfikir makanan atau minuman itu menyehatkan ataukah tidak. Persepsi mereka akan berubah ketika orang tua memberikan mamlumat atau informasi tentang tujuan makan, makanan yang dimakan harus halal dan tayyib bagi tubuh, dijelaskan bahaya makanan tidak sehat dan lain-lainnya.

Jadi, orang tua memiliki tanggungjawab untuk mendidik anak akan pola hidup sehat dan pola makan sehat. Jika tanggungjawab ini tidak dijalankan dengan benar, maka secara langsung ataupun tidak langsung orang tua berkontribusi dalam sakit yang di derita anak.

Pihak berikutnya adalah produsen makanan. Produsen makanan tidak boleh hanya berpegang pada 1 konsep ekonomi kapitalis yaitu meraup untung semata. Tapi harus menstandarkan produk makanannya berasal dari bahan baku yang halal dan tidak berbahaya bagi kesehatan anak. 

Untuk mengontrol dan mengawasi peredaran makanan ini, menjadi tugas negara untuk melaksanakannya. Pemerintah harus rutin, serius dan tidak abai dengan berbagai macam jajanan anak-anak yang diperjual-belikan. Karena negara bertanggungjawab dalam menjamin keamanan makanan yang beredar di masyarakat.

Hidup Sehat Dalam Kedokteran Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam adalah pribadi yang mencerminkan Al Qur'an. Beliau shalallaahu alaihi wa sallam memiliki pola hidup sehat, karena Rasulullah mempraktekkan petunjuk Al Qur'an. Allah Subhaanahu wa ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَ رْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS.  Al-Baqarah 2: Ayat 168)

Dalam ayat tersebut Allah subhaanahu wa ta'ala menyeru semua manusia untuk makan yang halal dan tayyib. Allah Subhaanahu wa ta'ala mengingatkan bahwa setiap yang dihalalkanNya tidak ada mudarat di dalamnya. Dan Allah subhaanahu wa ta'ala juga mengingatkan meski tidak ada mudarat pada makanan yang halal, tapi ketika manusia dalam sistem tubuhnya sudah ada yang eror, makanan yang halal tadi bisa tidak thayyib baginya. 

Maka, Allah subhaanahu wa ta'ala perintahkan kepada semua manusia baik itu muslim atau non muslim untuk mengkonsumsi yang halal dan yang thayyib baginya. Jadi halal menjadi syarat wajib bagi setiap makanan yang akan dikonsumsi manusia. Adapun thayyib menyesuaikan kondisi tubuh manusia tersebut.

Contohnya; ada makanan gula-gula yang itu manis. Makanan ini halal. Tapi tidak thayyib dikonsumsi bagi anak yang obesitas atau punya gejala diabetes melitus.

MasyaAllah, betapa Allah subhaanahu wa ta'ala Maha Rahman sehingga seruannya dalam ayat tersebut untuk semua manusia. Sungguh Allah subhaanahu wa ta'ala menginginkan semua manusia itu sehat, meski mereka mengingkari Allah subhaanahu wa ta'ala sebagai Rabb alam semesta.

Maka sebagai umat Islam, tentunya kita harus taat dengan perintah Allah subhaanahu wa ta'ala tersebut. Pola makan sehat yang halal dan thayyib ini, harus orang tua pahamkan dan terapkan kepada anak-anak. 

Berikutnya, dalam Buku Pintar Sehat Islami Karya dr. M. Ali Toha Assegaf dijelaskan, bahwa penyakit yang menyerang pembuluh darah dan sel-sel darah (seperti diabetes melitus) sebaiknya diobati dengan resep kedokteran Rasulullah yaitu dengan bekam. Lakukan terapi refleksi dan pembekaman 2 Minggu sekali. Adapun bekam basah dilakukan jika gula darah puasa kurang 160 mg/dl. 

Selain melakukan bekam, yang harus dilakukan adalah menjaga asupan makan dan minum, mengendalikan pikiran sehingga tidak kacau sistem hormonnya, puasa Senin-Kamis jika dilakukan rutin akan menghancurkan racun-racun dalam tubuh, olah raga rutin, banyak zikir, konsumsi juz tomat (mengandung likopen) atau juz wortel (mengandung betakaroten) tanpa gula secara berselang-seling atau tambahkan madu untuk meningkatkan kebugaran, mengkonsumsi daging bebas lemak dan ikan berselang-seling,  dan berdoa memohon kesehatan kepada Allah subhaanahu wa ta'ala.

Khatimah

Resep hidup sehat itu sudah ada dalam Al Qur'an dan al Hadits. Bila orang dewasa, orang tua, masyarakat, dan negara keluar dari ketentuan itu, jangan bertanya kenapa anak sakit atau orang dewasa sakit.

Wallaahua'lam bis shawwab.





Rabu, 26 Oktober 2022

Waspada, Gangguan Akal dan Hati!

Seseorang bisa merasakan nikmatnya hidup ketika sehat.

Sehat badan saja tidak cukup untuk merasakan nikmatnya hidup. Sehat jiwanya saja juga tidak cukup merasakan nikmatnya hidup. Jadi dibutuhkan sehat raga dan jiwa agar hidup ini terasa nikmat.

Tapi faktanya tidaklah semua manusia bisa sehat raga dan jiwanya. 

Direktur jenderal kesehatan masyarakat Maria Endang Sumawi menyebutkan bahwa beberapa tahun terakhir ini prosentase masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan mental meningkat. Gangguan mental pada anak usia di bawah 15 tahun dari 12 juta anak (tahun 2013) meningkat menjadi sekitar 20 juta. (https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20221010/4041246/kemenkes-kembangkan-jejaring-pelayanan-kesehatan-jiwa-di-seluruh-fasyankes/)

WHO menyebutkan bahwa ada sekitar 1 milyar penduduk dunia mengalami beberapa bentuk gangguan kesehatan mental. (https://amp.kompas.com/sains/read/2022/06/20/193000823/who--hampir-1-miliar-orang-di-dunia-alami-gangguan-kesehatan-mental)

Dr. Sandarsan Onie pada webinar Hari Kesehatan Jiwa Sedunia menyebutkan tingkat bunuh diri di Indonesia 4 kali lipat dari yang dilaporkan. Sedangkan percobaan bunuh diri 7 kali lipat dari jumlah tersebut. (https://m.liputan6.com/amp/5093293/hari-kesehatan-mental-sedunia-2022-deklarasi-relio-mental-health-untuk-kalahkan-stigma-lewat-pendekatan-agama)

Pengertian Gangguan Kesehatan Mental/Jiwa

Mental didefinisikan kondisi dimana individu memiliki kesejahteraan yang tampak dari dirinya yang mampu menyadari potensi dirinya, memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup normal pada berbagai situasi dalam kehidupan, mampu bekerja produktif dan menghasilkan, serta mampu memberikan kontribusi pada komunitas. (https://m.merdeka.com/jabar/mengenal-pengertian-mental-kenali-jenis-penyakitnya-kln.html?page=2)

Dari kompas.com (20/6/2022) WHO mendefinisikan gangguan mental sebagai gangguan secara klinis terkait fungsi kognisi, regulasi emosi, atau perilaku seseorang.

Adapun menurut penulis, jiwa adalah ekspresi dari akal dan hati (baca disini). Jiwa ini tidak tampak. Tapi penampakan kondisi kejiwaan seseorang baru diketahui dari ekspresi seseorang yang berfikir normal, beraktivitas normal, ekspresi hati dia yang menampakkan wajah ceria, bahagia maka ia disebut jiwanya normal.  

Jadi kondisi jiwa ini bisa diketahui dari ekspresi yang ditampakan seseorang setelah ia berfikir dengan akal dan hatinya. Karena hatipun juga memiliki potensi untuk berfikir. Dan ekspresi perasaan hati seseorang. 

Adapun antara istilah mental atau jiwa mana yang lebih tepat digunakan, maka menurut penulis yang tepat adalah jiwa. Kata jiwa disebutkan dalam Al Qur'an dengan istilah an nafs. Dalam QS Al Fajr ayat 27 disebutkan kata nafsun mutmainnah (jiwa yang tenang).

يٰۤاَ يَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ 

"Wahai jiwa yang tenang!" (QS. Al-Fajr 89: Ayat 27)

Adapun penggunaan istilah mental dan jiwa ini umumnya dianggap sama. Jadi gangguan kesehatan mental itu sama dengan gangguan kesehatan jiwa.

Dengan pengertian sebagaimana yang penulis definisikan maka gangguan kesehatan jiwa/mental adalah kondisi dimana ada yang sakit pada akalnya dan hatinya. 

Sakit dalam pengertian ada kekeliruan atau masalah dalam proses berfikir seseorang (akal dan hatinya) dan ada kekeliruan dalam penempatan perasaan pada hatinya.

Adapun gangguan mental/jiwa berupa gila maka itu adalah kondisi dimana potensi berfikir pada akal dan hati telah Allah SWT cabut. Sehingga orang gila itu sehat raga tapi potensi akalnya tidak berfungsi. Dan gangguan jiwa dalam konteks gila ini tidak masuk dalam pembahasan ditulisan ini. Bisa dibaca disini.

Macam-Macam Faktor dan Gangguan Kesehatan Jiwa/Mental

Dalam dunia kesehatan disebutkan beberapa jenis gangguan mental. Pertama, anxiety disorders yaitu gangguan kecemasaan saat merespon suatu objek atau situasi tertentu. Kedua, mood disorders atau gangguan afektif atau bipolar disorders yaitu gangguan perubahan perasaan seseorang secara ekstrim/cepat berubah. 

Ketiga, eating disorders yaitu gangguan dimana penderita merasa kelaparan dimanapun dan kapanpun atau tidak selera makan sama sekali. Keempat, personality disorders yaitu gangguan pada cara berfikir yang berbeda dengan masyarakat, sehingga memunculkan sikap anti sosial atau paranoid terhadap lingkungan. Kelima, obsessive compulsive disorders yaitu sikap berlebihan terhadap suatu hal. Misal takut yang berlebihan terhadap kuman menyebabkan sipenderita terus menerus cuci tangan atau lainnya. 

Keenam, post traumatic stress disorders yaitu gangguan disebabkan pengalaman atau kenangan yang menakutkan di masa lalu. Ketujuh, impulse control and addition disorders yaitu penyakit mental berupa kecanduan terhadap sesuatu, seperti kleptomania (suka mencuri), dan gangguan kesehatan mental lainnya. (https://m.merdeka.com/jabar/mengenal-pengertian-mental-kenali-jenis-penyakitnya-kln.html?page=3)

Adapun menurut penulis berdasarkan definisi jiwa yang dibuat penulis, maka ada 2 faktor penyebab gangguan kesehatan jiwa/mental seseorang.

Pertama, gangguan internal yaitu berasal dari dalam diri orang tersebut. Gangguan internal ini adalah nafsu. Nafsu inilah yang mempengaruhi akal dan hati. Nafsu yang sifat asalnya mengajak pada keburukan maka ia akan mempengaruhi akal untuk berfikir yang buruk, jahat, negatif. Nafsu mempengaruhi hati untuk memiliki perasaan marah, takut, dengki, benci, sombong, minder. 

Ketika nafsu berhasil  mempengaruhi akal dan hati maka memunculkan ekspresi sikap manusia seperti cemas tidak tawakal kepada Allah SWT, ketidaktenangan hati sehingga emosi/perasaannya mudah berubah, terlalu rakus pada sesuatu, kepribadian yang tidak jelas (ketaatan dan kemaksiatan dijalani).

Gangguan internal berikutnya yang mempengaruhi kesehatan jiwa/mental adalah ma'lumat (informasi) yang tersimpan dalam otak. Informasi yang tersimpan di dalam otak ini akan mengeksekusi setiap fakta yang diindera manusia. Ketika informasi yang tersimpan dalam otak seseorang itu adalah hal yang benar, baik, dan menyenangkan, maka akan menghasilkan persepsi yang baik. Sebaliknya ketika ma'lumat yang tersimpan dalam otak seseorang itu berkaitan hal-hal yang menakutkan, horor, maka akan memunculkan perilaku ketakutan, trauma dan sejenisnya. 

Kedua, gangguan eksternal yaitu gangguan dari luar diri manusia. Gangguan eksternal ini meliputi setan, manusia lainnya (masyarakat/lingkungan) dan sistem kehidupan. 

Setan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi akal dan hati manusia. Dengan bisikannya syetan bisa menyesatkan pikiran manusia. Dengan bisikannya syetan bisa mengubah situasi perasaan manusia.

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْـفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِا لْفَحْشَآءِ ۚ وَا للّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ 

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui."(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 268)

Teman, masyarakat dan lingkungan bisa mewarnai cara berfikir dan suasana hati seseorang. Ketika masyarakat punya pemikiran tertentu tentang suatu hal (seperti adat), dan seseorang juga memiliki pemikiran sendiri terhadap hal tersebut, maka seseorang ini bisa terwarnai atau dirinya mewarnai masyarakat. Disinilah yang bisa memunculkan masalah mental dalam bersosialisasi. 

Berikutnya sistem kehidupan yang diterapkan suatu negara memiliki pengaruh besar terhadap akal dan hati seseorang. Sistem kehidupan yang sekuler, liberal, akan membentuk pola berfikir yang bebas, menjauhi agama, dan perasaan hati yang cenderung pada nafsu. Makanya wajar jika di sistem saat ini (sekulerisme-kapitalisme) banyak orang mengalami gangguan mental/jiwa.

Menyelesaikan Gangguan Kesehatan Mental/Jiwa

Menyelesaikan gangguan kesehatan mental adalah dengan membereskan faktor penyebab dari gangguan tersebut.

Pertama, mengendalikan nafsu pada diri manusia. Nafsu sebagai bawaan penciptaan tidak dapat dihapus dari manusia. Namun nafsu ini bisa di kendalikan. Pengendali dari nafsu ini adalah iman, sikap muraqqabatullah (merasa selalu diawasi Allah SWT), tadarus Al Qur'an, ibadah, zikir dan menjalankan amal shalih lainnya. 

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ 

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 28)

Terapi dengan peningkatan iman dan takwa inilah yang akan menjinakkan nafsu. Sehingga bisa terbentuk an nafsu al mutmainnah (jiwa yang tenang). Jiwa yang tenang ini akan mempengaruhi akal untuk berfikir dengan benar, positif (husnudzan). Berfikir dengan benar ini akan mengalirkan energi keseluruh tubuh untuk menjadi individu yang taat pada Rabbnya, aktif, produktif dan bermanfaat bagi umat. 

Kedua, menuntut ilmu  yang benar sehingga informasi/ma'lumat/pengetahuan yang masuk ke dalam otak adalah informasi/ma'lumat/pengetahuan yang benar. Ilmu yang pasti benar adalah ilmu agama. Maka seorang muslim agar tidak terkena gangguan jiwa/mental teruslah menuntut ilmu agama disepanjang hidup. Ilmu agama inilah yang akan memberikan pedoman hidup yang benar dan Islam memberikan solusi dari seluruh problem kehidupan.

Ketiga, melawan bisikan/gangguan setan. Setan menginginkan manusia itu rusak. Sehingga kejiwaan/mental manusia pun ikut dirusak syetan. Dimunculkan rasa was-was, takut, cemas, rakus, berprasangka buruk pada diri dan orang lain dan lainnya. Dan semua itu akan digelayutkan syetan pada akal dan hati manusia. Melawan syetan  dengan memohon perlindungan kepada Allah SWT, meningkatkan iman dan ketaatan/ketakwaan.

اِنَّهٗ لَـيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

"Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan." (QS. An-Nahl 16: Ayat 99)

Keempat, mengambil yang positif dari masyarakat/lingkungan, menjadi bagian dari masyarakat dan bukan menciptakan komunitas yang terpisah dari masyarakat. Gangguan mental kesulitan bersosialisasi bisa diatasi dengan melakukan tindakan bersosialisasi. Bersosialisasi bukan bermakna tiap waktu harus berkumpul dengan masyarakat akan tetapi berinteraksi dengan mereka sesuai kebutuhan/keperluan, hadir dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat, bertegur sapa saat bertemu dan lain-lainnya.

وَاِ نْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَ رْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِ نْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ

"Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan."(QS. Al-An'am 6: Ayat 116)

Kelima, perubahan sistem kehidupan dari yang menyebabkan manusia jauh dari agama, jauh dari Rabbnya beralih pada sistem yang menjadikan manusia dekat dengan Rabbnya, taat menjalankan agamanya. Sehingga Allah SWT meridhoi hambaNya dan hambaNya pun menjadi hamba yang ridho dengan Rabbnya. Dan sistem yang benar ini adalah sistem Islam. 

Khatimah

Kesehatan mental/jiwa memang harus dijaga. Jika penjagaannya diserahkan keindividu semata maka tidak semua individu mampu untuk itu. Tapi jika didukung oleh masyarakat dan negara yang menerapkan sistem Islam, itu akan terjaga kesehatan raga dan jiwa, bukan hanya pada individu tertentu saja, tapi untuk seluruh umat manusia, InshaAllah.

Wallahua'lam bis showab.








   




Selasa, 26 Juli 2022

Jalan Haram Memanggil Malaikat Maut

Akal anugerah istimewa dari Allah SWT. Dan hanya manusia yang dikarunia akal. Malaikat tidak, setanpun tidak. Maka manusia harus bersyukur atas karunia akal. Dan menggunakan akalnya untuk berfikir dengan benar.

Bunuh Diri Adalah Putusan Diluar Normal

Mendengar berita  mahasiswa bunuh diri, ataupun bunuh diri-bunuh diri lainya, membuat kita miris dan berlindung kepada Allah SWT dari perbuatan diluar normal tersebut. Na'udzubillahi min dzalik. 

Berikut diantara kasus bunuh diri kalangan pemuda/i periode Juni-Juli 2022. Seorang perempuan dikabarkan meninggal dunia diduga bunuh diri seperti nadzarnya jika tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi negeri.   (https://amp.suara.com/news/2022/07/13/141936/tidak-untuk-ditiru-tak-lolos-masuk-ptn-perempuan-ini-bunuh-diri-diduga-untuk-menepati-nazar).

Berikutnya, seorang mahasiswa asal Kalimantan Tengah ditemukan bunuh diri di kamar kosnya di Babakan Jeruk Bandung (https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/citizen-report/amp/pr-134627392/mahasiswa-ditemukan-bunuh-diri-di-kamar-kos-di-babakan-jeruk-bandung).

Bunuh diri adalah keputusan akal diluar normal. Karena normalnya manusia tidak akan menghabisi dirinya sendiri. Di dunia binatang saja, yang ia tidak dikarunia akal, belum pernah terdengar cerita hewan bunuh diri. Dengan demikian, bunuh diri seharusnya sangat tidak boleh terjadi pada manusia yang ber-akal.

Berfikirnya manusia memang tidak semata dengan akal. Ada hati yang juga diberi potensi berfikir oleh Allah SWT. Hati juga tempatnya gunjangan kejiwaan seseorang. 

Ketika seseorang menghadapi masalah, maka akal dan hatinya akan bereaksi. Akal dan hati yang menyatu akan menunjukkan reaksi yang sama. Dan ini bisa refleks, buah dari akal dan hati yang ditempa dengan informasi yang sama.

Sebagai contoh; seseorang yang menggunakan akalnya untuk memikirkan ayat-ayat Allah SWT, baik yang qauliyah maupun qauniyah akan menjadikan otaknya menyimpan informasi sebagaimana petunjuk Al Qur'an. Sehingga ketika inderanya menangkap fakta (masalah) akalnya dengan mudah mengingat pesan dari Al Qur'an.

Dan hati yang senantiasa diajak taqarub ilallah, akan mudah menerima segala kondisi yang ia hadapi. Hal ini  juga pengaruh dari aktivitas tadabbur dan tafakkur yang dilakukan akal. 

Orang-orang yang demikian inilah, yang akal dan hati satu irama. Dan jenis iramanya benar atau salah tergantung dengan apa ia tempa akal dan hatinya tersebut. Dengan ajaran Islam ataukah lainnya. 

Tipe berikutnya adalah akal dan hati yang tidak menyatu. Tipe inilah yang berpotensi menghasilkan aksi yang diluar normal. 

Contohnya; seorang muslim pasti menempa ilmu agama. Ilmu agama yang dipelajarinya menjadi ma'lumat yang tersimpan di dalam otaknya. Secara akal, seorang muslim menerima semua ilmu agama yang ia pelajari. Tapi, untuk menerapkannya, tidak jarang masih ada yang enggan, berat, malas atau bahkan tidak mau. 

Putusan enggan, berat, malas hingga tidak mau mengamalkan sebagaimana ilmu agama yang ia pelajari adalah bagian dari putusan hati. Karena hati letak kejiwaan seseorang ini menentukan pemenuhan atas kebutuhan dan kemauan seseorang. Makanya letaknya niat ada di dalam hati.

Enggan, malas, menolak taat pada ketentuan syariah buah hati yang lalai dari dzikrullah.

Kondisi hati yang lalai, akan mudah dimasuki bisikan setan. Dan setiap bisikan setan tidak ada yang mengajak kepada kebenaran. Sebagaimana janji setan sendiri yang disebutkan dalam Al Qur'an.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قَا لَ فَبِمَاۤ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَ قْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَا طَكَ الْمُسْتَقِيْمَ 

"(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,"(QS. Al-A'raf 7: Ayat 16)

ثُمَّ لَاٰ تِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَا نِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ ۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ

"Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 17

Itulah janji setan yang disampaikan langsung dihadapan Allah SWT. Bahwa ia -setan- akan menghalangi manusia dari mentaati Allah SWT hingga hari kiamat. 

Oleh karena itulah, Allah SWT menyebut setan adalah musuh bagi manusia. 

 وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"... dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 168)

Akhirnya, orang-orang yang akal dan hatinya tidak menyatu ini, ketika menghadapi fakta masalah, putusan solusi yang diambil bisa dipengaruhi setan sehingga berbeda dari petunjuk agama yang dipahami akalnya. Contohnya adalah keputusan bunuh diri. 

Bunuh diri adalah putusan yang abnormal, menyalahi  agama, menyalahi akal dan hati yang benar.

Dan dalam kehidupan yang sekuler seperti saat ini, banyak dijumpai orang-orang yang akal dan hatinya tidak menyatu sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah SWT. Karena sistem sekuler memisahkan urusan agama dari kehidupan. Pemisahan ini  mengakibatkan seseorang ketika menghadapi persoalan kehidupan, akan  menempuh solusi yang keluar dari ajaran Islam, semisal bunuh diri. 

Agar Tidak Ada Lagi Bunuh Diri

Allah SWT berfirman; 

 ۗ وَلَا تَقْتُلُوْۤا اَنْـفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ بِكُمْ رَحِيْمًا

"... Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 29)

Bunuh diri haram dilakukan. Allah SWT melarang perbuatan tersebut. Sehingga segala jalan yang bisa menghantarkan kepada bunuh diri harus ditutup. Berikut kiat yang bisa dilakukan agar kita tidak terbersit untuk mengakhiri hidup dengan tangan sendiri.

Pertama, tips untuk individu muslim adalah membuat benteng pada dirinya dengan senantiasa tholabul ilmi, tafaqquh fid dien. Menempa akal dan hatinya dengan ilmu Islam. Beribadah dengan sepenuh kesadaran dalam beribadah (khusyuk) dan istiqamah. Ibadah yang khusyuk ini akan menyehatkan akal, membentuk qalbun salim dan jiwa yang mutmainnah. 

Mengamalkan yang fardhu dan berusaha menambah yang sunnah. Bergaul dengan orang-orang shalih. Orang shalih shalihah akan mengajak pada yang ma'ruf mencegah dari yang munkar dan selalu hadir baik dikala suka dan duka. 

Berikutnya, tilawah Al Qur'an. Ada masalah ataupun tidak ada masalah tetap membaca Al Qur'an setiap hari dan sempatkanlah membaca terjemah dari ayat Al Qur'an yang telah dibaca agar kita mengetahui arti dari ayat yang kita baca. Dan terus berdoa mohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk.

Tips selanjutnya untuk individu muslim adalah menyadari bahwa Allah SWT tidak menuntut manusia untuk hal yang ia tidak kuasai. Tapi Allah SWT menuntut atas perbuatan yang telah dilakukannya. Sehingga Allah SWT memerintahkan kita untuk berilmu/berfikir sebelum berbuat (QS. Al Isra'; 36)

Ketika seseorang gagal melakukan sesuatu atau dihadapkan pada masalah maka fokuslah pada apa yang diminta Allah SWT dalam menghadapi masalah tersebut.  Jangan fokus pada kemauan diri karena hal itu menyebabkan perasaan tertekan, tidak ridho dengan kegagalan itu. Atau jangan fokus apa yang dimaui atau penilaian manusia. Karena itu menjadikan kita tidak percaya diri atas kegagalan. Tapi fokuslah pada apa yang diinginkan Allah SWT saat masalah atau kegagalan itu menimpa diri kita.

Pemahaman inilah yang akan menetralisir racun depresi, patah semangat ataupun perilaku negatif lainnya. 

Inilah diantara tips yang bisa dilakukan individu untuk membentengi diri dari bunuh diri dan perbuatan keliru lainnya.

Kedua, tips skala sistem. Faktor pendorong bunuh diri umumnya karena adanya masalah. Hampir tidak ada cerita orang bunuh diri tanpa latar belakang masalah. 

Bisa masalah ekonomi, sosial, pendidikan, gaya hidup dan lainnya. Masalah-masalah ini tidak bisa dikatakan masalah karena faktor pribadi seseorang. Malah masalah-masalah ini muncul berkesinambungan karena buah penerapan sistem yang keliru oleh negara. 

Sistem yang keliru itu adalah sistem sekuler- kapitalisme. Sistem ini membentuk pola berfikir dunia oriented, materi sebagai tujuan, memisahkan agama dari kehidupan, penerapan liberalisme diberbagai bidang, memisahkan akal dan hati untuk bertakwa kepada Allah SWT. Sistem yang demikian ini tidak sesuai fitrahnya manusia. Maka wajar jika di sistem ini banyak orang depresi, stres, gila.

Meninggalakan kapitalisme dan menggantinya dengan  sistem yang tidak memisahkan agama dari kehidupan, sistem yang memberikan kedaulatan ditangan asy syari', sistem yang membentuk pribadi beriman dan bertakwa, sistem yang menyatukan akal dan hati untuk tunduk kepada Allah SWT, sistem yang menyuburkan yang ma'ruf dan menumpas kemunkaran, sistem yang tidak meliberalkan di segala bidang adalah keharusan. Inilah sistem Islam. Sistem yang bersumber dari Allah SWT. Sistem Islam ini akan tegak ketika umat Islam kaffah dalam menjalankan seluruh syariahNya. 

Allah SWT berfirman;

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَآ فَّةً ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208)

Khatimah

Bunuh diri bukan perintah Allah SWT. Tapi bujukan setan dan dikondisikan oleh sistem sekuler yang liberal. Jika berjumpa dengan Allah SWT adalah akhir perjalanan manusia, lantas berjumpakah orang yang bunuh diri dengan Rabbnya? Menikmatikah ia kenikmatan surga firdausNya? Padahal akhirat adalah kehidupan yang kekal. Mari berlindung kepada Allah SWT dari putusan diluar normal ini.  

Wallahua'lam bis showwab   


Minggu, 23 Januari 2022

Ketika Akal dan Hati Tanpa Ekspresi

Jiwa sebagaimana didefinisikan dengan ekspresi akal dan hati -baca disini-,  maka ungkapan orang sakit jiwa sebagai sebutan bagi orang gila, sudahkah tepat? 

Manusia dan hewan memiliki otak. Tapi hewan tidaklah berakal. Sedang manusia berakal. Artinya, otak bukanlah akal. Otak adalah organ. Adapun manusia untuk disebut berakal membutuhkan otak. 

Akal adalah qadar (potensi) yang Allah SWT tetapkan atas manusia. Berakal artinya bisa berfikir. Jadi akal adalah potensi atau kemampuan manusia untuk berfikir. 

Syekh Taqiyuddin an Nabhani menjelaskan berfikir membutuhkan 4 komponen. Yaitu, otak, indera, fakta, dan ma'lumat tsabiqah. 

Otak organ yang beratnya kurang lebih 1 kilo 2 ons ini mampu menampung informasi sekitar 90 juta jilid disket. Satu disket buatan manusia bisa berisi ratusan file. Jadi otak manusia ini bisa menyimpan milyaran informasi. 

Betapa Allah SWT Maha Kuasa menjadikan saraf-saraf di otak bisa menyimpan informasi. Terkait hal ini ada pakar yang menyebut informasi tidak di simpan di saraf-saraf otak. Wallahua'lam.

Indera, ada 5 indera yang dimiliki manusia. Indera penglihatan, indera pendengaran, indera penciuman, indera perasa, indera peraba. Indera ini bertugas menangkap fakta. Tanpa indera manusia diam. Tidak ada yang dilihat, didengar, dicium, dirasa dan diraba. Tidak ada yang difikirkan. 

Fakta adalah apa yang ditangkap indera. Fakta inilah yang akan dihukumi, dipikirkan.

Ma'lumat tsabiqah (informasi-informasi terdahulu) yang telah tersimpan di otak ibarat eksekutor atas fakta yang telah diindera. Jika informasi terdahulu tentang fakta ini tidak ada di otak maka manusia tidak bisa memutusi fakta yang dilihatnya. Contohnya; jika kita sebelumnya pernah merasakan permen maka keesokan harinya bila disuguhkan dengan permen yang sama, pasti kita bisa bercerita tentang permen itu walau belum dibuka bungkusnya. Dari rasanya, keras atau lembut, warnanya dan lainnya. 

Adapun jika kita belum pernah melihat, belum pernah mendengar tentang buah tin, maka ketika diminta menceritakan buah tin tidak akan bisa. Sama seperti kita yang tidak pernah belajar bahasa Jepang kemudian diminta membaca tulisan dengan bahasa Jepang, pasti kita tidak bisa.

Ketidakmampuan ini disebabkan tidak adanya ma'lumat tsabiqah terkait buah tin dan bahasa Jepang di dalam otak kita. 

Berfikir adalah proses penginderaan fakta oleh panca indera diserap oleh otak untuk dikaitkan dengan informasi terdahulu yang telah tersimpan di dalam otak kemudian dihukumilah fakta tersebut. 

Betapa hebatnya potensi berfikir yang Allah SWT berikan, karena proses berfikir itu hanya sekian detik, dan manusia bisa memberi putusan terkait fakta yang ia indera.

Bagaimana perjalanan antar saraf sehingga manusia bisa melakukan proses berfikir dan menghasilkan buah pikiran adalah benar-benar Allah SWT semata yang mengetahui dan mengaturnya.

Hati yang Berfikir 

Hati -qalbun- jamaknya qulub juga menjalankan fungsi berfikir. Quran surah. Al A'raf ayat 179 menyebutkan demikian. 

Dengan kuasa Allah SWT, organ hati ini memiliki potensi -qodar- untuk bisa berbicara. Contohnya; ketika kita niat dalam hati, membaca dalam hati dan perkataan lain yang tidak dilisankan.

Kita tidak pernah menyebut jiwa yang berbicara, jiwa yang berfikir. Jadi berfikir adalah akal dan hati. Dan setahu penulis Al Qur'an juga belum pernah menyebutkan jiwa yang berfikir. Bila pernyataan ini salah, pembaca bisa meluruskan.

Disebutkan salah satunya dalam Al Qur'an, nafsu yang mutmainnah -jiwa yang tenang-. Jiwa yang tenang adalah buah dari akal yang sehat -ulul albab- dan qalbun salim.

Fenomena Gila

Berakal menjadi syarat seorang muslim terkena taklif hukum. Seorang muslim yang mabuk (minum alkohol) tidak diterima sholatnya hingga ia sadar. Tapi, mohon maaf, fakta hampir tidak ada yang menunjukkan orang mabuk sholat. Demikian pula dengan ibadah lainnya.

Ketika hewan hanya memiliki otak tanpa akal ia tidak disebut gila.

Berbeda dengan manusia. Walau punya otak jika potensi akalnya -kemampuan berfikirnya- tidak berfungsi maka ia disebut gila. 

Walau punya organ hati yang juga memiliki potensi berfikir, tapi jika potensi berfikir di hati ini dicabut maka disebut gila. 

Tidak pernah kita menemukan kondisi orang gila -tidak berfungsi akalnya- tapi berfungsi hatinya untuk berfikir. Yang ada pada orang gila itu tidak berfungsi seluruh potensi akalnya juga hatinya. 

Inilah fenomena orang gila. Jadi orang gila itu adalah orang yang dicabut potensi akalnya. Atau disebut hilang akalnya. Sehingga lepaslah atas orang gila ini dari taklif hukum syariat.

Ketika orang hilang akalnya maka yang disebut jiwa pada orang tersebut tidak ada. Karena sebagaimana definisi yang penulis sebutkan bahwa jiwa adalah ekspresi akal dan hati. Sedang akal tidak berfungsi, dan hatinya juga sudah tidak bisa berfikir. Sehingga tidak menghasilkan ekspresi dari akal dan hati pada orang gila tersebut.

Wallahua'lam, hanya Allah SWT yang mengetahui pergerakan orang gila. Fisiknya yang masih keluyuran kemana-mana dengan ijin Allah SWT, tapi potensi akal dan hatinya untuk berfikir diangkat oleh Allah SWT. 

Khatimah

Semua fenomena yang ada harusnya menjadi bahan tafakkur bagi manusia. Betapa kuasanya Allah SWT sebagai arsitek kehidupan. Wallahua'lam bis showwab.








 










  


Selasa, 04 Januari 2022

Sehat Jiwa Sehat Raga

Qalbun
Jiwa, kalau di runut definisinya, tidak tunggal jawabannya. Beda ilmuwan bisa beda mendefinisikan. 

Tulisan kali ini tidak membahas berbagai definisi dari berbagai ilmuwan. 

Penulis mendefinisikan jiwa bukanlah fisik. Nah itu semua orang tahu. Hehe

Jiwa itu terkait dengan ekspresi hati dan pikiran. Soalnya manusia itu terdiri dari unsur fisik alias raga yang bisa dilihat. Nah berikutnya ruh (nyawa). Jadi, jiwa itu bukan ruh dalam artian nyawa. 

Nah, selanjutnya, manusia itu diberi qodar berupa akal. Selain itu Allah SWT juga menganugerahkan qalbu. Nah qalbu ini punya qodar juga. Yang salah satunya bisa berfungsi sebagai akal (berfikir). Mari kita simak ayat Allah SWT berikut:

وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَا نٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَا لْاَ نْعَا مِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْن

"Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 179)

Nah, jelas kan ayat di atas menyebut kata qulub -bentuk jama' dari qalbun- 

Selanjutnya Rasulullah SAW dalam hadist nya menyebutkan demikian.

"Ketahuilah, bahwa dalam tubuh manusia ada segumpal (daging), yang kalau segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh (anggota) tubuhnya. Dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh (anggota) tubuh. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati (manusia)". (HR. Bukhari)

Wah, itulah the power of heart sebagaimana disabdakan Nabi kita. 

Balik lagi ke pembahasan jiwa ya. 

Jadi jiwa yang dibahas disini sesuai dengan definisi yang penulis sebutkan di atas. Bahwa jiwa adalah ekspresi hati dan pikiran (akal). Pembaca boleh setuju boleh ngak setuju dengan definisi ini.

Ekspresi hati dan akal (selanjutnya saya sebut ekspresi jiwa) ini bila ditelusuri setidaknya ada 2. 

Pertama, ekspresi jiwa sadar. Kedua ekspresi jiwa tidak sadar. 

Ekspresi Jiwa Sadar 

Ekspresi jiwa sadar adalah ekspresi dibawah perintah akal dan hati. Nah ekspresi jiwa sadar ini diklasifikasi menjadi 2. Ada ekspresi jiwa sadar yang baik. Dan ekspresi jiwa sadar yang buruk. Perbedaan ini disebabkan oleh hati dan akal tadi itu di tuntun oleh apa. Bila tuntunan yang digunakan adalah iman, ayat-ayat suci Al-Qur'an, sabda Nabi Saw, hikmah dari kisah para shalihin maka ekspresi jiwa sadar yang terbentuk adalah shahih/baik.

Nah jika akal dan hati ini dituntun oleh nafsu, bisikan syetan, teladan buruk dari kalangan maksiat maka terbentuk ekspresi jiwa sadar yang buruk.

Akal yang sehat dan qalbun yang salim akan membentuk jiwa yang sehat. Jiwa yang tenang. Dzan yang positif. Dan selalu ingat dengan Allah SWT. Sungguh karunia bagi seseorang yang memiliki jiwa sadar yang baik ini. Maka mari kita memintanya kepada Allah SWT.

Jiwa sadar yang baik ini akan membentuk perilaku yang baik pula. Bahkan memberikan efek kesehatan fisik. Inilah kelebihan jiwa. Bila ia sehat, bisa menyehatkan fisik. Tapi, saat jiwa ini sakit, maka bisa membawa sakitnya badan. Betapa tidak jarang, seorang dokter memberi nasehat kepada pasiennya supaya mengurangi beban pikiran, jangan banyak mikir, lapangkan hati dan lainnya.

Adapun sehatnya fisik belum tentu bisa menyehatkan jiwa. Betapa banyak orang sehat fisik tapi berbuat kejahatan, dalang kemaksiatan, pelaku angkara murka, tidak baik dengan sesama dll. Dan sakitnya fisik belum tentu berimbas pada sakitnya jiwa. Betapa tidak sedikit orang yang sakit fisiknya, tapi tetap sabar, berbuat baik, tetap taat kepada Allah SWT.

Ekspresi Jiwa Tidak Sadar

Manusia ternyata tidak selalu sadar. Ada beberapa kondisi yang menjadikan seseorang disebut tidak sadar. Yaitu, saat ia tidur, saat ia dalam pengaruh alkohol, saat ia terasuki jin, saat ia dicabut qodar akal nya (disebut gila). 

Ekspresi yang ditunjukkan oleh seseorang dalam kondisi di atas adalah diluar kendali akal dan hatinya. 

Saat seseorang tidur, Allah SWT pegang ruh (nyawa) dan dilepaskan jika Allah SWT berkehendak membangunkan dan memberi usia lagi bagi hambaNya tersebut. Saat tidur, ekspresi pikiran terkadang muncul. Ada yang bicara -mengigau-. Orang tidur ini tidak dihisab perbuatanya hingga ia sadar/terbangun.

Saat seseorang dalam pengaruh alkohol ia pun tidak sadar. Makanya Allah SWT mengharamkan alkohol/khamr. Jadi, apa-apa yang bisa menghantarkan pada hilangnya akal menjadi haram dikonsumsi. 

Jiwa dalam pengaruh khamr adalah jiwa tidak sadar. Dan efek dari konsumsi barang haram ini menuai ekspresi jiwa yang buruk pula. Penulis belum pernah mendengar cerita, orang habis minum alkohol (dalam kondisi mabuk) kemudian ia berdzikir, berbuat baik pada orang lain, berkata baik. Yang ada adalah ekspresi kotor, buruk, berujung kriminalitas hingga pembunuhan. Na'udzubillah.

Berikutnya orang dalam kondisi kerasukan jin. Seseorang yang dirinya dikuasai jin maka fisiknya menjadi rumah jin. Na'udzubillah. Jin yang bisa merasuk dalam pembuluh darah seorang manusia bisa menggantikan akal orang yang disinggahi. Ketika manusia hingga dikuasai jin maka ia bukanlah dirinya. Beranekaragam ekspresi seseorang yang kerasukan jin. Ada yang pingsan, ada juga yang berekspresi sesuai kemauan jin. 

Sungguh syetan adalah musuh bagi manusia. Dan manusia harus memeranginya. Allah SWT memerintahkan kepada hambaNya untuk meminta perlindungan kepada Nya. Melalui firmanNya, dan sabda Nabi Nya, diajarkan doa-doa untuk memperoleh perlindungan dari gangguan jin dan syetan.

Dengan demikian, jangan sekali-kali kita menjadikan kalangan jin dan syetan sebagai teman. Atau bahkan penolong atas urusan kita. Na'udzubillah

Jiwa tidak sadar berikutnya adalah saat seseorang dicabut qodar akalnya -gila-. Ketika akal ini dicabut, maka lepaslah taklif hukum atas orang tersebut. Ekspresi jiwa sudah tidak bisa didefinisikan bagi orang gila ini. Baik buruk tidak bisa lagi dilekatkan padanya. 

Khatimah

Sehat jiwa sehat raga. Sehatnya jiwa butuh nutrisi makanan dan minimum halal, sebagaimana tubuh. Selain itu akal perlu suplai ilmu dan hati perlu dzikrullah. Semoga Allah SWT mudahkan bagi kita untuk menjadi pribadi takwa dengan nafsun mutmainnah dan kembali kepada Allah SWT dengan hati yang rida dan diridaiNya. Aamiin.

Wallahua'lam bis showwab.

















Jumat, 07 Februari 2020

WABAH, EPIDEMI, PANDEMIK DAN ENDEMIK



Virus Corona hingga hari ini terus menjadi pembahasan. Sampai tulisan ini dibuat virus Corona telah menjangkiti lebih dari 20 ribu manusia. Dan diperkirakan korban tewas karena virus ini mencapai  lebih dari 500 orang.

Dunia jadi geger dengan wabah virus Corona.

Nah, mumpung lagi membahas virus, sekalian saja, saya ajak pembaca blogger for ummah untuk mengenal beberapa istilah di bidang penyakit. hehe.

Wabah adalah istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang. Wabah juga bisa digunakan untuk menyebut penyakit yang menyebar tersebut. Wabah dipelajari dalam ilmu Epidemiologi.

Dalam ilmu Epidemiologi dijelaskan bahwa epidemi  berasal dari bahasa Yunani epi –pada- dan demos –rakyat-. Jadi Epidemi adalah penyakit –wabah- yang timbul sebagai kasus baru pada suatu populasi tertentu dalam suatu periode waktu tertentu dengan laju yang melampaui ekspektasi. Adapun jumlah kasus baru penyakit di dalam suatu populasi dalam periode waktu tertentu disebut dengan incidence rate –laju timbulnya penyakit-

Suatu wabah dapat terbatas pada lingkup kecil tertentu disebut dengan outbreak –serangan penyakit-. Adapun jika mencakup lingkup yang lebih luas disebut epidemi. Dan jika mencakup lingkup global disebut pandemik. Jadi, virus corona ini bila menimbulkan wabah global –mendunia- jadilah ia kasus pandemik. Bukan lagi epidemi. 

Dan jika penyakit –wabah- itu terjadi pada laju konstan namun cukup tinggi pada suatu populasi disebut dengan endemik.  Contoh kasus endemik yang pernah terjadi adalah wabah Malaria yang menyerang sebagian Afrika.


Wabah Amwas

Nah btw ditahun 18 Hijriah umat Islam di Syam pernah dilanda wabah Amwas –Tha’un Amwas-. Amwas adalah nama kota kecil antara Quds dan Ramallah –wilayah Palestina-. Dan di daerah inilah wabah itu pertama kali muncul. Kemudian menyebar ke seluruh wilayah Syam.

Al Waqidi menuturkan akibat wabah Amwas ini dikabarkan 25.000 manusia meninggal dunia bahkan dalam Kitab Bidayah wa an Nihayah disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir ada 30.000 orang meninggal.

Rasulullah pernah bersabda, “Umatku tidak akan musnah kecuali oleh dua perkara; tha’n –pengkhianatan- dan tha’un –wabah-“. Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, kalau tha’n kami sudah tahu. Tetapi apa yang dimaksud dengan tha’un?”. Rasulullah menjawab, “Ia wabah penyakit seperti penyakit unta. Orang yang tetap bermukim disana, ia setara dengan orang yang mati syahid. Dan orang yang lari dari sana, sama dengan orang yang lari dari peperangan” (HR. Ahmad)

Rabu, 24 Juli 2019

OBAT ALAMI ATASI KOLESTEROL TINGGI

Jenis penyakit yang satu ini lagi ngetrend. Tidak orang desa tidak pula orang kota menjadikan kolesterol sebagai salah satu bahan pembicaraan kesehatan. Hingga berbagai jenis cara pengobatan silih berganti tayang ditelevisi. Dari herbal hingga obat kimia dan lain-lain.

Namun ternyata, resep yang ditawarkan oleh dr. Mohammad Ali Toha Assegaf dalam bukunya Hidup Pintar Sehat Islami sangat mudah sekali. Tinggal berjalan ke dapur saja. Apa resepnya?

Obat kolesterol tinggi itu adalah bawang putih. Cukup murah meriah bukan?
Caranya, ambil 2 siung bawang putih kemudian kukus selama 15 menit (untuk menghilangkan baunya). Kemudian jadikan bawang putih yang telah dikukus ini sebagai teman sarapan pagi dan makan siang anda.

Cukup mudah kan? Tidak perlu merogoh kocek dalam untuk mengatasi kolesterol tinggi ini.

Namun perlu dicatat, jangan lupa berdoa untuk kesembuhan dan menjaga pola makan sehat.

Oiya, btw ini bawah putih berkhasiat juga untuk mencegah penggumpalan darah dan mencegah serangan jantung loh!

MasyaAllah, Allah SWT telah menyediakan obat dari segala penyakit di alam ciptaannya ini. Dan segala penyakit itu ada obatnya.

Semoga resep alami mengatasi kolesterol tinggi ini bermanfaat bagi blogger sekalian. Aamiin. Wallahua’lam.

Jumat, 19 Juli 2019

HILANG KONSENTRASI?

Hilangnya konsentrasi, bisa menimpa siapapun. Penyebab penyakit satu ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, bisa jadi karena faktor kejiwaan. Semisal, kegagalan dalam meraih obsesi tertentu yang disertai dengan pemikiran yang mendalam.

Kedua, faktor penyakit fisik. Semisal, sakit yang lama –beberapa tahun- seperti sakit kencing manis, hiperteroid, gangguan pada mata, gangguan pada otak. Para penderita sakit ini biasanya akan mengalami hilang konsentrasi setelah mengalami penyakit-penyakit tersebut.

Ketiga, faktor spiritual. Semisal dorongan untuk bermaksiat dapat menjadi jalan hilangnya konsentrasi.

Menyembuhkan penyakit ini dapat ditempuh dengan beberapa jalan.

Pertama, membentukpola hidup yang sehat. Sehingga fisik sehat. Membangun kebiasaan yang baik dan melakukan pengobatan herbal.

Kedua, melakukan taqarub ilallah. Yaitu dengan memperbanyak istigfar, dzikir dan doa syifa’ setelah sholat. Adapun doa yang bisa dibaca adalah:
Thibbil quluub wa dawaaiha wa aafiyatal abdaani wa syifaa-iha, wa nuuril abshaari wa dziyaa-iha, wa quuthil ajsaadi wa ghidbaa-iha, wa shallallahu ‘alaa sayyidinaa muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam wa hamdulilli robbil’alamiin.

Nah, tiupkan doa ini ke tangan, lalu usapkan ke kepala inshaAllah akan bermanfaat.

Oiya adapun herbal yang bisa diminum adalah teh pegagan. Minumlah secangkir teh pegagan ini 2x sehari dan tambahkan madu untuk pemanisnya. Dan selain teh pegagan bisa ditambah dengan herbal lainnya yang meningkatkan stamina. Karena hal ini juga akan meningkatkan daya konsentrasi. Dan juga minuman yang memberikan efek panas sepeti wedang jahe dan wedang pala.

Demikian ya blogger forummah.blogspot.com, semoga resep tersebut diatas bermanfaat dan bisa membantu anda dalam mengatasi masalah hilangnya konsentrasi.

Selamat mencoba!

Sumber: Buku Pintar Sehat Islami dr. Mohammad Ali Toha Assegaf. Terbitkan Mizan.

Kamis, 18 Juli 2019

OBAT ALAMI AMANDEL

Pengunjung blog forummah.blogspot.com yang dirahmati Allah SWT. Edisi kali ini saya akan berbagi informasi seputar kesehatan. Tentunya, info yang akan saya share valid sumbernya. Kalau tidak merujuk, hem, saya bukan dokter.

Baiklah, langsung saja ya. Kali ini informasi terkait pengobatan alami untuk penyakit amandel. Beberapa hari lalu keponakan minta di cek kan amandelnya. Nah jadi terinspirasi untuk buka-buka resep kesehatan alami Islami. Lembar demi lembar dibuka, ketemu juga bahasan obat amandel.

Penyakit yang satu ini sering dijumpai dikalangan anak-anak. Tapi, orang dewasa ada juga yang amandelan. Klo amandel ini membesar tentunya menganggu makan, nafas dan rasanya tidak enak. Berikut saya bagikan obat alami untuk si amandel biar tidak meradang.

Bahan:
3 Jari Temulawah
3 Jari Jahe
1 Jari Lengkuas

Cara membuat ramuannya:
1. Iris tipis ketiga bahan (temulawak, jahe    dan lengkuas)
2. Masak dalam 500 cc air ketiga bahan tersebut (temulawak, jahe dan lengkuas)
3. Jika air rebusan kira-kira tinggal 250 cc, matikan api
4. Saring air rebusan dan biarkan sampai dingin
5. Tambahkan 250 cc madu dan aduk rata dengan air rebusan

Njreng-njreng....
Obat alami amandel siap untuk diminum

Aturan minum
Dua sendok makan setiap minum, 3x sehari
Lakukan hal ini kira-kira 1 bulan, dengan ijin Allah SWT akan sembuh

Demikian ya blogger, semoga resep diatas bermanfaat dan selamat mencoba.

Sumber: Buku Pintar Sehat Islami dr. Mohammad Ali Toha Assegaf terbitan Mizan.

Kamis, 12 Juli 2018

Al Faatihah Menyembuhkan Sakit Mata

Tulisan berikut ini membahas suatu hal yang baru saya ketahui. Karena baru maka muncul ide untuk membagikannya kepada pembaca. Ternyata dalam buku yang saya baca Surat Al Faatihah memiliki fadilah untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit. Saya sendiri belum coba sih. Tapi tidak ada salahnya saya share. Toh referensi buku ini resmi. So, bila ada komplain dari pembaca bisa langsung call penerbit atau penulisnya ya. Btw juga dalam buku ini dibahas fadhilah dari 114 surat yang ada dalam Alquran. Bila pembaca penasaran untuk surat lainnya, bisa beli buku tersebut di toko buku.

Al Faatihah untuk menyembuhkan penyakit mata seperti katarak, rabun dan semacamnya. Cara pengobatannya adalah sebagai berikut. Hendaklah memandang bulan pada awal bulan. Jika belum berhasil melihat bulan dihari pertama lanjutkan dihari-hari berikutnya hingga dapat melihatnya. Jika sudah mampu melihatnya hendaklah sipenderita menyapukan tangan kanannya ke mata dengan disertai membaca al Faatihah sebanyak 10 kali. Kemudian bacalah al Faatihah kembali sebanyak 7x.  Kemudian berdoalah dengan khusyuk: Ya Allah sesungguhnya aurat al Faatihah itu menjadi obat bagi tiap-tiap penyakit, dengan rahmatMu ya Allah, dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Setelah itu ucapkanlah kalimat "Ya Rabbi" sebanyak 5 kali. Terakhir mengucapkan doa, "Ya Allah sembuhkanlah hamba, karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Ya Allah sehatkanlah hamba, Engkaulah yang Maha Menyehatkan".

Jumat, 22 Juni 2018

SIHIR PIALA DUNIA

Olah raga yang satu ini berhasil merebut perhatian warga planet bumi. Tidak hanya kaum Adam, generasi Hawa abad mileniapun tak sedikit yang gandrung dengan permainan ditanah hijau ini. Seolah pada mau ikut merumput di piala dunia dengan memakai kaos bertuliskan Indonesia. Tapi tahun berapa laskar merah putih bisa menjadi kontestan piala dunia? Keburu piala dunia ga da loh. Hehe

Bola tunggal yang dipermainkan hingga masuk ke gawang lawan, memang menjadi tontonan yang mengasyikkan. Apalagi jika pemain nya adalah kelas dunia. Wih, laju dan irama permainan bisa menyirep penonton sampai terbengong-bengong. Begadang sampai malampun rela dilakukan.

Melihat Piala Dunia dari Sudut Lain 

Olah raga sebagaimana perbuatan lainnya, memiliki hukum asal terikat dengan syara'. Selama tidak ada pelanggaran syariat dalam olah raga tersebut, maka boleh dikerjakan. Ada beberapa jenis olah raga yang sunnah dikuasai umat Islam. Seperti berenang, memanah, dan berkuda. Tapi berenangnya tidak sembarangan seperti sekarang ya. Yang campur laki-laki dan perempuan kemudian pakai baju yang mempertontonkan aurat. Tentu yang demikian ini tidak boleh. 

Memanah dan berkuda selain baik untuk melatih konsentrasi, ketangkasan dan keberanian, dimasa Nabi Saw disiapkan untuk kekuatan militer umat Islam. 

Olah raga bertujuan untuk membentuk badan yang sehat baik fisik maupun pikiran. Dengan olah raga aliran darah akan lancar dan otot-otot akan memiliki kekuatan. 

Menyukai salah satu jenis olah raga boleh-boleh saja. Tapi perlu manajemen yang baik. Misalnya, saat ini musim piala dunia maka jangan sampe menyihir kita. Sehingga begadang larut malam hingga ninggalan sholat isya, tahajud dan sholat subuh. Sungguh merugi yang demikian ini. Karena hanya peroleh dosa. 

Piala dunia jangan pula menyihir umat Islam hingga antar suporter taruhan uang. Itu namanya judi. Dan yang demikian ini haram hukumnya. 

Piala dunia jangan sampai pula menyihir kita hingga lupa permasalahan yang melanda kaum muslimin. Semisal saudara kita di Palestina masih dalam penjajahan. Demikian juga persoalan muslim di Uighur, Suriah, Rohingya, Indonesia dan permasalahan diwilayah lainnya. 

So, bentengi diri, jangan sampe piala dunia menyihir umat Islam. Letakkan semua pada porsinya dan tetap kerjakan apa yang diperintahkan Allah SWT dan RasulNya. Wallahua'lam

Selasa, 19 Juni 2018

BAHAN ALAMI UNTUK CANTIK SEHAT ALAMI

Tahukah kalian bahwa bahan-bahan berikut memiliki khasiat membantu perawatan kecantikan. Bahannya mudah didapatkan, harganya pun dapat dijangkau kantong. Dan ketika digunakan aman tanpa efek samping. Subhanallah, betapa Allah Swt menyayangi para hambaNya. Tapi anehnya, terkadang kita malah memilih bahan mahal yang keamanannya, kehalalannya belum dijamin.

Langsung aja ya, berikut diantara bahan bahan alami yang membantu untuk cantik alami.

Mentimun. Buah yang murah meriah ini ternyata memiliki kemampuan untuk mengangkat kotoran pada lubang pori pori yang besar. Mentimun juga memiliki kemampuan menghilangkan warna hitam pada lingkaran mata. Dan pada musim panas mentimun bisa membersihkan kulit sekaligus mengobati flek hitam akibat sinar matahari. Hem, luar biasa kan.

Brokoli. Kembang kol ini ternyata jenis sayuran yang kaya beta karoten. Sayuran ini dari famili crucifera yang ampuh mencegah kanker, kaya vitamin c dan sumber kalsium juga serat. Tuk menu sehat silahkan konsumsi sayur ini ya.

Wortel. Diam diam buah warna orange ini kaya akan vitamin A.
Vitamin A selain baik untuk mata ternyata berkhasiat untuk kemulusan kulit. Menurut para ahli minum jus wortel tiap hari bisa mencegah timbulnya bintik dan noda pada kulit. Luar biasa bukan. Sudah murah harganya, luar biasa pula khasiatnya.

Kentang. Waduh siapa kira kentang yang biasa dimasak pedas ini ternyata mampu menghilangkan pembengkakan yang nampak dibawah mata. Caranya dengan membuat irisan melingkar diletakkan di atas kedua mata. Adapun kandungan nya meliputi vitamin C, potasium, beta karotin dan serat.

Stroberi. Hem, buah imut kemerahan ini, perasannya bila dibalurkan dibagian kulit bisa menghilangkan flek dan membantu pengelupasan kulit. Ceritanya ini buah juga membantu memutihkan dan memperindah gigi. Mau bukti, silahkan pembaca mempraktekkannya ya. Hihi

Sabtu, 11 November 2017

PUASA, PROBLEMATIKA KESEHATAN DAN OBATNYA

Puasa salah satu ibadah yang istimewa. Keistimewaan puasa dapat dilihat dari fadilah yang Allah SWT berikan bagi pelakunya. Puasa Ramadhan jika dilaksanakan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Adapun puasa sunnah ada beberapa macamnya. Diantaranya puasa syawal, bagi yang menjalankannya, Allah SWT berikan pahala seperti puasa setahun. Puasa Asy Syuara dalam hadist shahih, “Puasa asyura karena berharap pahala dari Allah dapat melebur dosa setahun sebelumnya”. Puasa Arafah, “Puasa Arafah karena berharap pahala Allah dapat melebur dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya” (HR. Muslim).

Masih ada puasa sunnah lainnya, seperti puasa senin kamis, puasa Ayyamul Bidh, dan puasa Daud. Tiap puasa ini Allah SWT berikan fadilahnya masing-masing.

Keberadaan keistimewaan puasa ini, belum tentu menyentuh nurani setiap muslim untuk melaksanakannya. Menahan diri dari makan dan minum, menahan nafsu, menahan pembicaraan yang tiada guna dan hal-hal lain yang membatalkan puasa menjadi beban tersendiri untuk berpuasa. Belum lagi problematika kesehatan yang bisa muncul saat menjalankan ibadah puasa.

Berikut beberapa keluhan yang bisa diderita saat sedang berpuasa dan cara pengobatannya. Informasi ini saya kutip dari buku Pintar Sehat Alami Karangan dr. Mohammad Ali Toha Assegaf.

Badan lemah
Badan lemah bisa disebabkan karena sangat kurang/kelebihan asupan karbohidrat tetapi kurang protein, serat, kurang tidur atau terlalu banyak tidur namun kurang gerak. Adapun pengobatannya adalah dengan menyiapkan menu yang berimbang, lakukan olah raga ringan menjelang berbuka dan penuhi kebutuhan tidur sekitar 6,5 jam per hari.

Daya pikir menurun
Untuk problematika ini biasanya disebabkan karena kurang makan, kurang tidur, dan kurang semangat puasa. Untuk solusinya adalah perbaiki makan, jam istirahat dan tingkatkan amal ibadah.

Kencing terlalu sedikit dan kental
Kasus ini dapat terjadi jika kurang minum dan terlalu banyak makan daging. Nah solusinya adalah seimbangkan menu makan: daging, sayur, buah dan makanan pokok serta perbanyak minum.

Nyeri otot
Nyeri otor saat puasa bisa jadi karena kekurangan vitamin atau mineral tertentu. Solusinya, perbanyaklah asupan buah dan sayur. Jika masih sakit maka konsumsilah suplemen yang halal untuk itu.

Sakit kepala
Adapun sakit kepala saat puasa khususnya puasa Ramadhan, umumnya disebebkan karena adanya kebiasaan yang dihentikan secara mendadak. Misalnya, minum kopi, atau juga kurang gerak dan kurang istirahat. Nah solusinya adalah mengurangi kebiasaan kopi beberapa hari sebelum bulan Ramadhan tiba. Dan perbaiki pola tidur dan aktivitas.

Sakit perut
Sakit perut ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah saat sahur makan makanan pedas serta kurang minum. Atau saat berbuka langsung makan makanan berat sehingga perut tidak berkesempatan menyesuaikan kondisi setelah dikosongkan setengah hari. Untuk solusinya adalah minumlah air manis hangat dan makanlah sesuatu yang ringan saat berbuka. Lalu kerjakan sholat magrib baru setelah itu makan besar.

Sakit pinggang
Sakit pinggang umumnya disebabkan karena mobilitas yang kurang. Obatnya adalah dengan memperbanyak sholat sunnah dan jangan mengurangi aktivitas.

Sembelit
Penyebab sembelit ini adalah karena kurangnya asupan sayuran, kurang minum, kurang gerak, dan banyak makan daging. Solusinya adalah minum yang cukup, konsumsi sayuran hijau, makan buah, gerakan ruku dan sujud juga dapat membantu proses pencernaan ini.

Mual muntah
Mual muntah ini adalah reaksi awal saat puasa dan akan hilang jika puasa diteruskan. Solusinya adalah jangan lewatkan sahur, perbanyak minum air pada malam hari, hindari makanan pedas, asam dan minum es.

Diare
Sebagaimana muntah-muntah, keluhan ini sebagai respon positif yang tidak berbahaya. Solusinya, awali makan sahur dengan buah yang subtansinya dingin seperti buah persik, pir, pepaya, dan melon. Pastikan makan terakhir 2 jam sebelum tidur, serta perbanyak makan buah dan sayur yang merupakan sumber utama vitamin dan mineral.

Demikian para pembaca yang dikasihi Allah Swt, terkait dengan persoalan kesehatan yang kadang muncul saat kita menjalankan ibadah puasa. Apakah itu puasa wajib maupun sunnah.

Hal lain yang harus kita ketahui bahwasanya dibalik itu semua, puasa juga memiliki pengaruh positif bagi kesehatan. Puasa sebagai detoksifikasi. Yaitu proses pengeluaran racun-racun tubuh melalui usus besar, ginjal, paru paru, kelenjar limpa dan kulit. Nah oleh karena itulah bila kita rajin menjalankan puasa maka badan akan sehat, pikiran akan jernih dan semangat positif yang selalu mengiringi detik detik waktu kehidupan ini.


So, salam semangat tuk menjalankan ibadah puasa! Tinggal pilih puasa sunnah mana yang sekiranya mampu dijalankan. Semoga tulisan ini bermanfaat. Aamiin.

Dipun Waos Piantun Kathah