يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Jumat, 07 Februari 2020

WABAH, EPIDEMI, PANDEMIK DAN ENDEMIK



Virus Corona hingga hari ini terus menjadi pembahasan. Sampai tulisan ini dibuat virus Corona telah menjangkiti lebih dari 20 ribu manusia. Dan diperkirakan korban tewas karena virus ini mencapai  lebih dari 500 orang.

Dunia jadi geger dengan wabah virus Corona.

Nah, mumpung lagi membahas virus, sekalian saja, saya ajak pembaca blogger for ummah untuk mengenal beberapa istilah di bidang penyakit. hehe.

Wabah adalah istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang. Wabah juga bisa digunakan untuk menyebut penyakit yang menyebar tersebut. Wabah dipelajari dalam ilmu Epidemiologi.

Dalam ilmu Epidemiologi dijelaskan bahwa epidemi  berasal dari bahasa Yunani epi –pada- dan demos –rakyat-. Jadi Epidemi adalah penyakit –wabah- yang timbul sebagai kasus baru pada suatu populasi tertentu dalam suatu periode waktu tertentu dengan laju yang melampaui ekspektasi. Adapun jumlah kasus baru penyakit di dalam suatu populasi dalam periode waktu tertentu disebut dengan incidence rate –laju timbulnya penyakit-

Suatu wabah dapat terbatas pada lingkup kecil tertentu disebut dengan outbreak –serangan penyakit-. Adapun jika mencakup lingkup yang lebih luas disebut epidemi. Dan jika mencakup lingkup global disebut pandemik. Jadi, virus corona ini bila menimbulkan wabah global –mendunia- jadilah ia kasus pandemik. Bukan lagi epidemi. 

Dan jika penyakit –wabah- itu terjadi pada laju konstan namun cukup tinggi pada suatu populasi disebut dengan endemik.  Contoh kasus endemik yang pernah terjadi adalah wabah Malaria yang menyerang sebagian Afrika.


Wabah Amwas

Nah btw ditahun 18 Hijriah umat Islam di Syam pernah dilanda wabah Amwas –Tha’un Amwas-. Amwas adalah nama kota kecil antara Quds dan Ramallah –wilayah Palestina-. Dan di daerah inilah wabah itu pertama kali muncul. Kemudian menyebar ke seluruh wilayah Syam.

Al Waqidi menuturkan akibat wabah Amwas ini dikabarkan 25.000 manusia meninggal dunia bahkan dalam Kitab Bidayah wa an Nihayah disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir ada 30.000 orang meninggal.

Rasulullah pernah bersabda, “Umatku tidak akan musnah kecuali oleh dua perkara; tha’n –pengkhianatan- dan tha’un –wabah-“. Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, kalau tha’n kami sudah tahu. Tetapi apa yang dimaksud dengan tha’un?”. Rasulullah menjawab, “Ia wabah penyakit seperti penyakit unta. Orang yang tetap bermukim disana, ia setara dengan orang yang mati syahid. Dan orang yang lari dari sana, sama dengan orang yang lari dari peperangan” (HR. Ahmad)

Karantina

Hadist tersebut diatas yang menjadi prinsip karantina medis. Yang hikmahnya baru diketahui oleh dunia setelah abad ke-20. Jadi jika terjadi wabah disuatu negeri harus diterapkan karantina medis. Sehingga tidak boleh seorangpun masuk ke wilayah terebut. Dan penduduk negeri itu juga tidak boleh keluar dari negerinya. Sehingga wabah tidak menular ke daerah lainnya.

Karantina untuk menghabiskan masa inkubasi wabah tersebut. Karena setiap wabah memiliki masa inkubasi yang berbeda dengan masa inkubasi wabah lainnya. Dan jika gejala penyakit pada diri seseorang sudah tidak terlihat lagi, maka ia dianggap steril dan sehat.

Nah, untuk saudara-saudara WNI yang habis pulang dari Wuhan dan di Karantina di Natuna, dijalani saja masa karantina tersebut. Kabarnya selama 14 hari alias 2 pekan. Menyesuiakan dengan masa inkubasi  virus Corona yang diprediksi selama waktu itu.

Dan akhirnya, semoga tulisan ini bermanfaat. Dan semakin menambah iman kita akan kebenaran agama ini –Islam- dan risalah yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW. aamiin.



Referensi:
Nadiah Thayyarah, Mausu’ah al I’jaz al Qurani, Buku Pintas Sains dalam Al Quran, Terj. M. Zaeanl Arifin dkk, (Jakarta: Zaman, 2014), cet ke-3.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dipun Waos Piantun Kathah