Dahulu saat Rasulullah SAW mengenalkan sebuah agama, beliau memperkenalkan kepada umat manusia nama agama yang beliau bawa, yaitu Islam. Islam saja tanpa ada embel embel dibelakangnya. Semisal Islam Arab, Islam Indonesia, Islam Tradisional, Islam Radikal, Islam Moderat, Islam Kejawen atapun Islam lainnya. Dengan kitab yang satu yaitu Alquran, dengan isi yang sama untuk Alquran diwilayah manapun juga. Dengan rukun Islam dan rukun Iman yang satu juga untuk penganut Islam dibelahan bumi manapun.
Namun, Rasulullah SAW telah menerangkan bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan dengan satu golongan yang selamat yaitu ahlu sunnah wal jamaah. Pada masa pemerintahan Rasulullah SAW umat Islam belum terbagi dalam kelompok-kelompok. Baru ketika kepemimpinan dipegang oleh Khulafaur Rosyidin muncul kelompok-kelompok seperti Khawarij, Jabariyah, Mu’tazilah. Dan sekarang umat Islam terbagi dalam banyak sekali kelompok. Ada kelompok/ aliran aqidah, fiqih, sosial, ekonomi, pendidikan, akhlaq, hingga politik.
Kelompok-kelompok yang ada ini bukan masalah ketika aqidahnya dan amaliyahnya benar, yaitu aqidah ahlu sunnah wal jamaah. Dan amaliyahnya sesuai dengan tuntunan syariah. Adapun visi gerak mereka yang berbeda-beda menjadi modal besar bagi kebangkitan Islam. Tatanan bidang kehidupan yang digarap bersama oleh umat Islam akan mempercepat terwujudnya kembali peradaban Islam yang telah lama hilang. Dan kondisi ideal ini mensyaratkan kesatuan umat Islam. Dengan demikian perbedaan kelompok yang ada, tidak seharusnya menjadi pengahalang bagi persatuan umat Islam.
Labelisasi dan kategorisasi agama Islam menjadi Islam radikal, Islam moderat, Islam tradisonal, Islam nusantara sudah waktunya dihapus. Kategorisasi ini membawa beberapa resiko, diantaranya; terhambatnya persatuan umat, adanya pelabelan radikal bagi umat Islam yang taat akan memunculkan islamophobia dan menjadikan lainnya menjauhi hukum-hukum Islam.
Adapun pelabelan moderat dengan definisi Islam ruhiyah semata maka akan ada banyak ayat-ayat Alquran, hadist Nabi yang tidak diterapkan. Sedangkan pelabelan Islam sesuai nama negaranya masing-masing akan mengaburkan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi SAW, seolah-olah ajaran Islam dinegara satu dengan negara lainnya tidak sama. Padahal Islam dimanapun itu adalah sama, baik Tuhannya, Nabinya, kitabnya, kiblatnya.
Adapun bahaya yang lebih besar dari labelisasi Islam ini adalah dimanfaatkan oleh kaum kafir untuk memecah belah dan mengadu domba umat Islam. label-label itu dimanfaatkan oleh mereka untuk menjauhkn umat Islam dari ajarannya dan kemudahan mengikuti millah mereka. Wallahua'lam.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Dipun Waos Piantun Kathah
-
Orang menangis kadang disebut cengeng. Tidak demikian juga ya?! Karena air mata itu bisa mengalir dengan seizin Allah subhânahu wa ta'al...
-
Jika setiap keluar rumah harus menutup aurat, ada diantara muslimah yang merasa itu ribet, panas dan terasa berat. Hayo siapa yang merasa de...
-
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah subhaanahu wa ta'ala yang telah mempertemukan kita dengan bulan haram pertama dalam kalender hijri...
