يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Tampilkan postingan dengan label air mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air mata. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juli 2021

Mau Ngapain?

Terkadang kita begitu sibuk. Tatkala sibuk waktu terasa cepat dan bermanfaat. Senang dan lega bisa menghabiskan waktu untuk aktivitas yang bermanfaat. Tidur malam jadi pulas dan terasa nikmat. 

Dan saat tersadar di awal-awal pagi, kita ingat pada Allah subhaanahu wa ta'ala yang memberi kehidupan. Kita pun berkata, alhamdulillah masih diberi kesempatan hidup di dunia lagi. 

Nah, disaat kita luang. Berbalik kondisi, kita jadi cari-cari kesibukan apa yang bisa kita lakukan. Bagi orang yang biasa sibuk, terus ketemu waktu yang tidak ada agenda jelas di waktu itu, pastinya cari-cari kesibukan. 

Apalagi saat wanita lagi tidak sholat, biasanya mendirikan sholat 5x jadi nggak sama sekali. Biasanya membaca Al Qur'an jadi nggak juga. Hampa gthu. Ya Allah jadi rindu banget tuk sujud ruku'. 

Mau ngapain ya?

Kreatif mencari kesibukan. Nah itulah yang harus dilakukan. Salah satunya menulis. Menulis bisa menjadi pilihan bagi kita yang lagi bingung mau ngapain. Nah buktinya ya tulisan ini. 

Merangkai kata yang bisa bermanfaat bagi pembaca juga penulis. 

Kesibukan lain bisa dengan membuat berbagai kreasi yang bisa mempercantik rumah atau benda lain yang bermanfaat di rumah. 

Atau bagi yang suka masak, bisa mencoba berbagai macam masakan. Hasilnya bisa dibagi-bagi. Pasti memberikan rasa puas dan ketenangan saat berbagi.

Yang harus selalu diingat bagi yang lagi bingung mau ngapain, jangan sampai waktu dipakai untuk maksiat. Paling pol gunakan untuk hal mubah yang bermanfaat. Makruh pun sebisa sekuat tenaga jangan dilakukan.

Saat pandemi gini, rebahan dirumah sambil mendengar murotal juga bisa, sambil wirid juga ok. Pastinya jangan berlalu waktu tuk maksiat.

Membaca juga pas menjadi pilihan aktivitas ditengah kebingungan mau ngapain. Buku berjajar di rak buku. Bisa dipilih untuk dibaca. Mau dapat jariyah bisa ditulis ulang apa yang dibaca trus di share kepada yang lainnya. Ilmu bermanfaat salah satunya ilmu itu dibagikan. 

Jadi, sebenarnya, tidak ada ruang bingung mau ngapain. Buanyak pilihan aktivitas bermanfaat berdaya guna untuk dilakukan. Yang dibingungkan jadi aktivitas mana ya yang harus dikerjakan? Nah, bila kondisi berubah jadi begini, berarti kita menjadi pribadi yang mampu menggunakan waktu, tenaga, pikiran untuk hal yang bermanfaat. 

Semoga Allah subhaanahu wa ta'ala selalu menuntun kita untuk selalu ingat dengan Nya. Sehingga masa yang dikaruniakannya mampu kita isi dengan amal shalih. Aamiin.

Allah Subhaanahu wa ta'ala berfirman:

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا خْتِلَا فِ الَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ لَاٰ يٰتٍ لِّاُولِى الْاَ لْبَا بِ 

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal," (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 190)

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَا مًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَا طِلًا  ۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَا بَ النَّا رِ

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 191)

Sabtu, 20 Juni 2020

PANAS DINGIN AIR MATA MANUSIA

Setiap manusia pasti pernah meneteskan air mata. Betulkan? Baik itu laki-laki ataupun perempuan. Coba di ingat, baru dilahirkan saja kita sudah menetes air matakan? Kenceng bingit suaranya. Bahkan bila tidak menangis, bidan dan keluarga juga meradang. Klo di desa bahkan sampe digebrakkan tempat tidur agar bayi kaget dan menangis. 

Menangis waktu itu pertanda kehidupan. Tapi dibalik tangisan awal kita lahir ada tangisan kesedihan. Sedih mampukah istiqamah dengan kalimat tauhid sebagaimana perjanjian dengan Allah SWT semasa didalam rahim. Sedih, mampukah menjalani masa kehidupan di dunia dalam ketaatan. Ya, tangisan waktu itu, andaikan bisa diungkap adalah tangisan kegalauan sang jabang bayi akan kehidupannya didunia. Setelah sekian waktu nyaman dan tenang bersama plasenta yang menyambungkan air dan makanan dari sang ibu.

Nah, lepas dari pembahasan itu, terbukti betul ya bahwa tiap kita pasti pernah meneteskan air mata. 

Bagi cowok segarang apapun ia pasti jatuh juga air mata saat dilanda duka. Apalagi bagi cewek. Hem, lebih mudah lagi menangis. Kadang bahagia menangis, sedih menangis. Itulah wanita, yang lebih kuat emosi rasa nya.

Baiklah, lanjut ya bahasan air mata ini. Usut diteliti pernahkah kita perhatian dengan air mata yang menetes? Atau konsen aja dengan masalah yang ditangisi? Hingga tidak peduli jenis air mata yang tumpah ruah membasahi pipi?

Ini penulis sharing saja, ternyata dari hasil pengindraan penulis, setidaknya ada dua jenis air mata. 

Pertama, air mata yang terasa dingin. Dia menetes mengalir kepipi tanpa ada rasa perih, panas. Kalau asin asin gimana itu ya pastilah. 

Kedua, air mata yang terasa panas. Ia mengalir terasa panas. Dan juga asin bila dirasa.

Nah kapan kedua jenis air mata itu akan tumpah?

Usut diusut bagaikan air dengan minyak yang tidak bisa bersatu. Hem, maksudnya air mata dingin punya schedule sendiri yang berbeda dengan air mata panas. Percaya? Coba ya rasakan air mata anda!

Air mata dingin akan mengalir saat anda bahagia. Saat hati anda senang. Air ini mengalir membersihkan mata menentramkan batin. Bahagia bukan semata karena anda ketiban rejeki saja, tapi saat anda syahdu munajat kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Coba rasakanlah air mata waktu waktu itu. Pasti mengalir dingin dan tidak pedas dimata. 

Nah Adapun air mata yang panas akan mengalir saat anda dilanda duka. Tangisan hati, kesedihan anda, mengeluarkan air mata pedas dimata. Terasa panas mengalir dipipi. Coba rasakanlah. Tapi jangan ditelan ya. Asin gthu. Hehe.

Inilah ayat Allah subhanahu wa ta'ala pada manusia. Subhanallah. Mungkin tidak pernah peduli selama ini kita dengan jenis air mata yang menetes. Nangis aja gthu. Fokus pada masalah yang ditangisi. Padahal ada tanda tanda/ ayat ayat Allah subhanahu wa ta'ala dalam tetesan air mata. Hem.

Demikian pengunjung saranakebaikan.blogspot.com, selamat meneliti tetesan air mata anda untuk membuktikan kebenaran dari tulisan ini. Sekali lagi, tulisan ini berdasarkan pengalaman penulis setelah beberapa kali mencoba merasa rasa air mata. Eh ternyata jenis nya beda! Wallahua'lam bis showwab.

Dipun Waos Piantun Kathah